- Gerbang tol dalam kota Jakarta ditutup penuh hingga 4 Oktober 2025, bahkan ada yang hingga 10 Oktober.
- Bagaimana jadwal penutupan gerbang tol ini? Gerbang tol mana saja yang ditutup?
- Berikut ini daftarnya dan jalur alternatif imbas gerbang tol ditutup.
Suara.com - Sejumlah gerbang tol di ruas Tol Dalam Kota Jakarta ditutup sementara untuk perbaikan fasilitas. Dimana saja gerbang tol yang ditutup?
Penutupan ini tentu berdampak pada kelancaran arus lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk. Makanya banyak yang mencari informasi jalur alternatifnya.
Namun, jangan khawatir. Artikel ini akan menyajikan panduan lengkap mengenai gerbang tol mana saja yang ditutup, jadwal penutupan, serta rekomendasi jalur alternatif yang bisa Anda manfaatkan.
Dengan perencanaan perjalanan yang matang, Anda tetap bisa sampai ke tujuan dengan lancar.
Penyebab Penutupan dan Daftar Gerbang Tol Terdampak
Penutupan sejumlah gerbang tol ini bukanlah tanpa alasan. Kerusakan fasilitas akibat kerusuhan yang terjadi pada akhir Agustus lalu menjadi pemicu utama.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk, selaku operator jalan tol, perlu melakukan perbaikan signifikan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Menurut informasi dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dan Korlantas Polri, berikut adalah daftar gerbang tol (GT) yang mengalami penutupan atau rekayasa lalu lintas hingga 4 Oktober 2025:
- GT Pejompongan: Ditutup penuh mulai 29 September hingga 4 Oktober 2025.
- GT Semanggi 1 & 2: Dilakukan rekayasa lalu lintas situasional sejak 29 September 2025.
- GT Slipi 1: Ditutup sementara sejak 29 September 2025 pukul 05.00 WIB.
- GT Kuningan 1: Ditutup sementara sejak 29 September 2025 pukul 05.00 WIB.
- GT Senayan: Beroperasi secara parsial dengan perbaikan yang berlangsung pada 29-30 September 2025.
Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad, Widiyatmiko Nursejati, menyebutkan bahwa setidaknya tujuh gerbang tol mengalami kerusakan parah akibat dibakar massa, yang meliputi GT Slipi 1, Slipi 2, Pejompongan, Senayan, Semanggi 1, Semanggi 2, dan Kuningan 1.
Kerusakan ini tidak hanya pada gardu tol, tetapi juga mencakup fasilitas pendukung seperti water barrier, kamera CCTV, dan rambu lalu lintas.
Baca Juga: Perbaikan Gerbang Tol Semanggi Bikin Macet Parah, Pramono Kini Minta Pengerjaannya saat Libur
Selain itu, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Komarudin mengimbau agar pengguna kendaraan tidak memaksakan masuk dan mengantri di Jalan Gatot Subroto arah Gerbang Tol Semanggi 2.
Pasalnya, Gerbang Tol Semanggi 2, Slipi 1, dan Slipi 2 akan dilakukan penutupan parsial (1 lajur) dari 24 September hingga 10 Oktober. Potensi kemacetan akan terjadi disana.
Bagi yang tetap memaksa masuk dari lajur satu langsung memotong ke kanan, pihak kepolisian akan meluruskan dan mengatur arus kendaraan.
"Jadi masyarakat kami minta untuk menggunakan Gerbang Tol Kuningan supaya tidak memperparah kemacetan,” ujar Komarudin.
Rute Alternatif Terbaik Imbas Gerbang Tol Ditutup
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas akibat penutupan ini, Dishub DKI Jakarta telah menyiapkan beberapa rute alternatif. Memahami jalur-jalur ini adalah kunci untuk perjalanan yang lebih efisien.
Berikut adalah panduan rute alternatif yang bisa Anda gunakan:
1. Bagi Pengendara dari Arah Barat (Tangerang/Grogol)
Tujuan Cawang/Timur: Jika Anda biasa menggunakan GT Slipi 1 atau GT Pejompongan, kini Anda disarankan untuk beralih.
Pengguna jalan dari arah Jalan Letjen S. Parman dapat memanfaatkan GT Tanjung Duren atau GT Semanggi 1.
Catatan Khusus GT Semanggi 1: Meskipun dalam perbaikan, satu lajur sodetan disiapkan agar gerbang tol ini tetap bisa beroperasi secara terbatas.
2. Bagi Pengendara dari Arah Selatan (Blok M/Senayan)
Tujuan Tangerang/Barat: Pengguna jalan dari Jalan Gatot Subroto yang biasanya masuk melalui GT Senayan atau GT Semanggi 2 dialihkan untuk menggunakan GT Senayan yang beroperasi parsial atau mencari akses tol lain yang lebih awal.
3. Bagi Pengendara dari Arah Timur (Cawang/MT Haryono)
Tujuan Pluit/Utara: Jika Anda terbiasa masuk melalui GT Kuningan 1, alternatif terbaik adalah dengan menggunakan GT Tebet 1. Ini akan membantu Anda menghindari penumpukan di sekitar area Kuningan dan Semanggi.
Tips Tambahan untuk Perjalanan Lancar
Selain mengetahui rute alternatif, beberapa strategi tambahan dapat membantu Anda menavigasi lalu lintas Jakarta selama periode perbaikan ini:
- Manfaatkan Aplikasi Navigasi Real-Time
Gunakan aplikasi seperti Google Maps atau Waze untuk mendapatkan informasi lalu lintas terkini. Aplikasi ini secara otomatis akan merekomendasikan rute tercepat dengan menghindari titik-titik kemacetan parah.
- Berangkat Lebih Awal
Memberi jeda waktu tambahan pada perjalanan Anda adalah langkah bijak. Berangkat 15-30 menit lebih awal dari biasanya dapat menghindarkan Anda dari puncak kemacetan.
- Pertimbangkan Transportasi Publik
Ini adalah momen yang tepat untuk mencoba alternatif transportasi publik yang terintegrasi, seperti MRT, LRT, dan Transjakarta. Anda tidak hanya mengurangi stres di jalan, tetapi juga berkontribusi mengurangi volume kendaraan.
- Pantau Informasi Resmi
Ikuti akun media sosial resmi dari @TMCPoldaMetro, @dishubdkijakarta, dan @pt_jasamarga untuk mendapatkan pembaruan informasi secara berkala.
Penutupan sementara sejumlah gerbang tol di Jakarta memang menimbulkan tantangan. Namun, dengan informasi yang tepat dan perencanaan yang cermat, dampak kemacetan dapat diminimalisir.
Gunakan panduan rute alternatif ini dan terapkan tips tambahan untuk memastikan perjalanan Anda tetap aman, nyaman, dan efisien.
Bagaimana pengalaman Anda menghadapi penutupan gerbang tol ini? Apakah Anda memiliki tips atau rute alternatif lain yang ingin dibagikan? Sampaikan di kolom komentar di bawah ini
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Said Abdullah Desak PBB Seret Israel ke Mahkamah Pidana Internasional
-
Perkuat Hak Saksi dan Korban, Komisi XIII DPR dan Pemerintah Mulai Bahas RUU PSDK dengan 491 DIM
-
Halmahera Tengah Membara, Wagub Malut dan Petinggi TNI-Polri Turun Tangan Redam Bentrok Antarwarga
-
Tragedi Maut di Proyek TB Simatupang: Niat Menolong Berujung Petaka, 4 Pekerja Tewas
-
Plt Ketum PPAD Komaruddin: Purnawirawan TNI AD Harus Jadi Perekat Persatuan, Tak Mudah Terprovokasi
-
KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot
-
BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya
-
Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI
-
Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun
-
Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI