- Presiden Prabowo mengizinkan penyaluran bantuan bencana Sumatra asalkan melalui mekanisme jelas dan transparan.
- Setiap sumbangan wajib dilaporkan resmi kepada pemerintah pusat untuk pengelolaan akuntabel dan tepat sasaran.
- Pemerintah mempertimbangkan rekening khusus donasi, menekankan bantuan harus tulus tanpa tuntutan terselubung di masa depan.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto memberikan lampu hijau seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan untuk penanganan bencana di Sumatra.
Namun, di balik pintu yang terbuka itu, Prabowo memasang satu syarat mutlak yang tak bisa ditawar, semua bantuan harus berjalan melalui mekanisme yang jelas, transparan, dan yang terpenting, tanpa ada kepentingan apa pun di baliknya.
Pesan tegas ini disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas mengenai progres pembangunan 600 hunian untuk korban bencana, yang dipantau melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Kamis (1/1/2026).
Menurutnya, setiap sumbangan dari masyarakat, komunitas, hingga diaspora di luar negeri harus dilaporkan terlebih dahulu kepada pemerintah. Tujuannya satu, agar bantuan tersebut dapat dikelola secara akuntabel dan disalurkan secara tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
"Kalau ada pihak yang tulus ikhlas mau membantu, ya kita jelas sebagai manusia masa menolak bantuan. Asal bantuannya itu jelas ya, tadi saya sampaikan kepada pihak yang memberi sumbangan silahkan, monggo. Bikin surat, saya menyumbang ini, nanti kita laporkan ke pemerintah pusat. Nanti kita yang akan salurkan kalau memang dia membantu," ujar Prabowo sebagaimana dilansir Antara.
Presiden menjelaskan bahwa mekanisme resmi ini adalah benteng untuk memastikan bantuan tidak menimbulkan masalah baru. Pemerintah, tegasnya, tidak ingin niat baik untuk membantu justru memicu persoalan hanya karena prosedurnya yang tidak terstruktur dan tidak transparan.
Ia mencontohkan gelombang solidaritas yang bisa datang dari berbagai penjuru, termasuk dari diaspora Aceh, Minangkabau, Batak, serta komunitas masyarakat Indonesia lainnya di berbagai negara yang hatinya terpanggil untuk membantu tanah air.
Untuk memfasilitasi niat baik tersebut, pemerintah akan menyiapkan skema yang disepakati bersama antara pusat dan daerah. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah membuka rekening khusus untuk donasi pascabencana.
Melalui rekening ini, masyarakat dapat menyalurkan bantuan secara langsung, namun alirannya tetap berada dalam pengawasan yang ketat untuk menjaga transparansi.
Baca Juga: Prabowo: Bantuan Bencana Dibuka Seluas-luasnya, Tapi Harus Transparan dan Tanpa Kepentingan
Di balik semua aturan teknis itu, Prabowo menekankan inti dari setiap bantuan adalah ketulusan. Ia memperingatkan agar setiap uluran tangan harus didasari keikhlasan murni, tanpa embel-embel atau tuntutan tertentu di masa depan.
Pengalaman, kata Presiden, telah mengajarkan bahwa ada bantuan yang datang dengan "tagihan" terselubung.
"Kita tidak menolak bantuan, hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas ya kan, dan harus ikhlas. Karena kita mengalami, pernah dibantu-dibantu akhirnya ujungnya ada juga ya kan yang menagih," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Prabowo: Bantuan Bencana Dibuka Seluas-luasnya, Tapi Harus Transparan dan Tanpa Kepentingan
-
Prabowo Instruksikan Danantara Koordinasi Ketat Bangun Hunian Pengungsi agar Tak Tumpang Tindih
-
Prabowo Jawab Kritikan: Menteri Datang Salah, Tak Datang Dibilang Tak Peduli
-
Begini Kondisi Hunian Danantara di Aceh yang Ditinjau Prabowo: Ada WiFi Gratis, Target 15 Ribu Unit
-
Prabowo: Pejabat Turun Dinyinyiri, Tak Turun Disalahkan, Kami Siap Dihujat
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Jambret WNA Coreng Jakarta Kota Teraman ke-2 ASEAN, Gubernur Pramono: Hukum Seberat-beratnya!
-
Resmikan Kelenteng Tian Fu Gong di PIK, Pramono Anung Singgung Dewa Jodoh hingga Edukasi Budaya
-
Kecelakaan Jet Tempur AS, Dua E/A-18G Growler Tabrakan di Gunfighters Air Show
-
Kompak! Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah Rayakan Iduladha Serentak 27 Mei 2026
-
Keamanan Moskow Rusia Jebol, Serbuan Ratusan Drone Ukraina Lumpuhkan Fasilitas Logistik
-
Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta
-
Bidik Kursi Ketum BM PAN, Riyan Hidayat Tegaskan Tegak Lurus ke Zulhas dan Dukung Program Prabowo
-
Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem
-
Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi
-
Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena