Meski telah kembali ke akar sejarahnya, PPP sempat menambahkan elemen baru pada logonya. Menjelang Pemilu 2024, Plt Ketum PPP Muhammad Mardiono meluncurkan versi logo dengan tambahan bendera merah putih.
Langkah ini dimaksudkan untuk menegaskan komitmen PPP terhadap NKRI dan memperkuat semangat nasionalisme. Mardiono kala itu optimistis, dengan logo baru dan nomor urut 17, PPP bisa meraih setidaknya 40 kursi DPR RI.
Kini, wacana mengganti lambang kembali mencuat setelah konflik internal makin meruncing. Syaifullah Tamliha menilai, mengganti simbol partai dapat menjadi terobosan untuk keluar dari kebuntuan politik yang terus berulang.
Namun, gagasan ini tentu menimbulkan pro-kontra, mengingat Kakbah sudah terlanjur identik dengan identitas PPP sejak setengah abad lalu.
Meski begitu, tantangan besar yang dihadapi PPP sebenarnya bukan hanya soal lambang, melainkan soliditas internal dan relevansi di tengah perubahan politik nasional. Partai ini perlu mencari cara agar tetap bisa bertahan, apalagi di tengah persaingan politik yang makin ketat dan minimnya suara signifikan pada pemilu terakhir.
Demikian itu informasi sejarah lambang kakbah di logo PPPK. Apakah Kakbah akan tetap dipertahankan, atau justru diganti demi rekonsiliasi?
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
Menteri Hukum Ultimatum PPP: Selesaikan Masalah Internal atau AD/ART Jadi Penentu
-
Siapa Ketum PPP yang Sah? Pemerintah akan Tentukan Pemenangnya
-
Google Ubah Tampilan Logo G, Sentuhan Gradasi Bikin Makin Elegan
-
Rommy Diduga Mainkan 'Boneka Politik' Agus Suparmanto, Habil Marati: Nafsu Kuasanya Luar Biasa!
-
Terpuruk Pasca-Muktamar, Mampukah PPP Buktikan Janji Politiknya? Pengamat Beberkan Strateginya
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan
-
Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Naik Kendaraan Umum hingga Sepeda Sekali Sepekan
-
Viral! Wartawan Diculik dan Diperas Oknum Mengaku Polisi di Bekasi, Saldo Rp13 Juta Ludes
-
Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat KI, Lindungi Warisan Budaya Bali
-
Ketahuan Saat Bayar Utang! Begini Kronologi Penangkapan Mahfud Dukun Pengganda Uang Asal Cianjur
-
Program KNMP Dongkrak Produktivitas Nelayan hingga Dua Kali Lipat
-
Gugur dalam Misi Perdamaian PBB, Ini Rincian Penghormatan dan Santunan untuk 3 Prajurit TNI
-
Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir
-
Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital
-
Bekasi Darurat Mutilasi? Menelisik Pola Kejahatan Ekstrem di Balik Tragedi Serang Baru