- Aksi demonstrasi KPA bertajuk "Seruan Aksi: Kawal 24 Masalah, 9 Tuntutan Perbaikan" digelar di depan DPR RI.
- Tuntutan utama: penagihan janji Pansus Penyelesaian Konflik Agraria, pembentukan Badan Reforma Agraria Nasional, hingga pembekuan Bank Tanah.
- Massa membawa spanduk, caping, hingga puisi mahasiswa untuk menyuarakan keadilan agraria, dengan pengamanan ketat aparat kepolisian.
Suara.com - Suasana di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (2/10/2025), memanas dengan aksi demonstrasi Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA). Ratusan massa berkumpul sejak pukul 10.00 WIB, membawa spanduk, megafon, hingga mengenakan caping petani sebagai simbol perjuangan.
Aksi bertajuk “Seruan Aksi: Kawal 24 Masalah, 9 Tuntutan Perbaikan” itu menyoroti sejumlah persoalan agraria yang dinilai mandek penyelesaiannya.
Tiga tuntutan utama yang disuarakan adalah penagihan janji Panitia Khusus (Pansus) Penyelesaian Konflik Agraria, pembentukan Badan Reforma Agraria Nasional, serta pembekuan Bank Tanah yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.
“Kita tidak akan menyerah, sekalipun nyawa kita perpisah, hidup petani!” teriak salah satu koordinator aksi dari atas mobil komando, disambut sorakan massa.
Selain orasi, aksi juga diwarnai pembacaan puisi oleh mahasiswa Universitas Panca Sakti Bekasi.
“Tanah luas terbentang, namun dikuasai segelintir tangan,” ucapnya, memancing riuh tepuk tangan peserta aksi.
Aparat kepolisian terlihat berjaga ketat di sekitar gedung parlemen untuk memastikan aksi berjalan aman dan tertib. Meski begitu, semangat para demonstran tetap membara, menyerukan keadilan agraria bagi jutaan petani di Indonesia.
KPA menegaskan aksi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendesak pemerintah dan DPR RI agar lebih serius menangani konflik agraria yang kompleks serta berdampak langsung pada kehidupan masyarakat di pedesaan.
Reporter: Safelia Putri
Baca Juga: Game Changer! DPR 'Ketok Palu' Bentuk Pansus Khusus Selesaikan Konflik Agraria
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Iran Menang Besar! Netanyahu Diserang dari Dalam, Trump Mau Dilengserkan
-
Netanyahu Tolak Hentikan Perang: Tangan Kami Masih Menempel di Pelatuk!
-
Petaka Goreng Kentang: Pemilik Ketiduran, Warteg di Fatmawati Ludes Diamuk Api!
-
Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 254 Orang, Iran Bakal Balas Dendam?
-
Bongkar Tipu-tipu Proyek Kemensos, Gus Ipul: Tak Perlu Lobi Pejabat, Silakan Berkompetisi!
-
Kualitas Air Terjaga, Nelayan Halmahera Penuhi Kebutuhan Gizi Karyawan Harita Nickel
-
Respons Istana soal Desakan TGPF Kasus Andrie Yunus: Masih Dikaji, Klaim Proses Sudah Transparan
-
Iran Minta AS Tertibkan 'Anjing Gila' Israel, Siap-siap Batalkan Gencatan Senjata!
-
Misi Revolusi Hijau: Prabowo Resmikan Pabrik Bus Listrik di Magelang Hari Ini
-
Sidak Random! BGN Temukan Bangunan Tak Layak 'Mirip Goa' Jadi SPPG di Bandung Barat