News / Metropolitan
Jum'at, 20 Februari 2026 | 18:45 WIB
Pasar takjil musiman di depan Masjid Agung Sunda Kelapa Menteng Jakarta Pusat ramai sejak pukul 17.00 WIB. (Suara.com/Tsabita Aulia)
Baca 10 detik
  • Pasar takjil musiman di depan Masjid Agung Sunda Kelapa Menteng Jakarta Pusat ramai sejak pukul 17.00 WIB.
  • Tradisi tahunan ini menjual kudapan ringan hingga makanan berat bagi pengunjung yang ingin langsung santap malam.
  • Selain makanan, pedagang juga menawarkan kurma, peci, hingga perlengkapan ibadah lainnya kepada pembeli.

Suara.com - Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, kembali semarak memasuki waktu senja di bulan suci Ramadan. Tepat di depan Masjid Agung Sunda Kelapa, deretan tenda pedagang takjil mulai dipadati warga sejak pukul 17.00 WIB.

Suasana riuh rendah antara tawar-menawar pembeli dan aroma menggoda dari gorengan serta es segar menjadi pemandangan harian yang dinanti.

Pasar takjil musiman ini memang telah menjadi tradisi tahunan di Masjid Agung Sunda Kelapa. Tak hanya menyajikan kudapan ringan untuk membatalkan puasa, para pedagang di sini juga menawarkan makanan berat bagi pengunjung yang ingin langsung santap malam setelah azan berkumandang.

Salah satu pengunjung, Rati, mengaku sengaja datang karena penasaran dengan keramaian yang terlihat dari kejauhan.

Baginya, berburu takjil di kawasan ini memberikan kepuasan tersendiri karena letaknya yang strategis dengan tempat ibadah.

"Sekalian aja pingin salat di masjid ini, terus beli takjilnya di depan sini. Rame juga tadi keliatannya, jadi penasaran," ujar Rati saat ditemui suara.com, Jumat (21/2/2025).

Pasar takjil musiman di depan Masjid Agung Sunda Kelapa Menteng Jakarta Pusat ramai sejak pukul 17.00 WIB. (Suara.com/Tsabita Aulia)

Meski baru pertama kali berkunjung ke pasar takjil Sunda Kelapa pada Ramadan tahun ini, Rati tampak antusias memborong beberapa menu favorit. Ia mengaku merogoh kocek hingga seratus ribu rupiah lebih untuk berburu menu berbuka bersama temannya.

"Kalau ini yang sudah dibeli sih kayaknya Rp120 ribuan buat berdua," tambahnya.

Keunikan pasar takjil di Masjid Agung Sunda Kelapa dibanding lokasi lain adalah variasi dagangannya. Berdasarkan pantauan suara.com di lapangan, tidak hanya pedagang es buah atau kolak yang meraup rezeki.

Baca Juga: Kapan Batas Akhir Salat Tarawih di Bulan Ramadan 2026?

Terlihat pula deretan penjual kurma, peci, alat salat, hingga baju gamis dan koko yang turut dipadati pembeli.

Banyak pengunjung yang menjadikan momen berburu takjil ini sebagai paket lengkap. Setelah mendapatkan makanan yang diinginkan, mereka tidak langsung pulang, melainkan berbondong-bondong masuk ke dalam area masjid.

Seiring mendekati waktu berbuka, kepadatan pengunjung semakin meningkat. Namun, keramaian jalanan di depan masjid seolah tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk tetap berburu takjil berbuka. (Tsabita Aulia)

Load More