-
Program Makanan Bergizi terbukti memberi dampak nyata pada kehadiran dan semangat siswa.
-
Meski begitu, hasil peningkatan gizi dan kecerdasan anak membutuhkan waktu untuk terlihat.
-
Kepala BGN menekankan pentingnya kesabaran serta konsistensi dalam menjalankan program ini.
Suara.com - Program Makanan Bergizi (MBG) yang digulirkan pemerintah mulai menunjukkan hasil positif. Kepala BGN (Badan Gizi Nasional), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa manfaat paling cepat terlihat adalah meningkatnya kehadiran siswa di sekolah.
“Efek yang paling cepat dari program makanan bergizi adalah kehadiran,” kata Dadan dalam Podcast Akbar Faizal Uncensored, Kamis (2/10/2025).
Anak-anak yang sebelumnya malas datang ke sekolah kini lebih bersemangat karena mendapatkan asupan gizi yang layak.
Cerita inspiratif juga datang dari Papua. Seorang cucu yang sebelumnya sulit dibangunkan untuk sekolah, kini justru bersemangat membangunkan neneknya agar segera bersiap.
Menurut Dadan, kisah ini menjadi bukti nyata bagaimana makanan bergizi dapat mengubah perilaku anak.
Politisi Akbar Faizal juga menyoroti tujuan besar dari program ini, yakni meningkatkan kapasitas dan kapabilitas generasi muda.
“Yang paling penting adalah kan tujuannya ini meningkatkan kapasitas dan kapabilitas siswa kita, kecerdasan segala macam. Ketika mereka sudah biasa makan dengan menu gizi seimbang, otomatis kehidupannya akan lebih baik,” jelas Akbar.
Dadan pun mencontohkan kondisi memprihatinkan di sejumlah daerah. Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan tantangan serius. Masih ada anak yang hanya makan nasi dengan penyedap rasa sebagai lauk.
“Banyak anak, saya dapat laporan dari Bandung itu, banyak anak yang makan hanya nasi dengan Ro*co. Itu kan menyedihkan,” kata Dadan.
Baca Juga: Rocky Gerung 'Semprot' Program MBG: Bukan Generasi Emas, Malah Jadi 'Racun' yang Meneror Sekolah
Selain itu, yang tak kalah mengejutkan, hasil pemeriksaan mandiri di salah satu pesantren juga menemukan bahwa sembilan dari sepuluh santrinya kekurangan protein.
Dan program MBG hadir menjawab masalah ini, dengan memastikan anak-anak bisa mengonsumsi protein setiap hari.
Dadan menyebut, Presiden juga telah memberi arahan agar anak-anak mendapatkan dua lauk protein per hari.
“Sekarang dengan program makan begini tiap hari makan protein. Bahkan Pak Presiden sudah perintahkan kalau bisa lauknya dua sehari,” jelasnya.
Meski begitu, Akbar Faizal mengingatkan agar komunikasi program ini dilakukan lebih efektif dan transparan. Masyarakat perlu mendapat informasi yang seimbang agar tidak mudah terpengaruh isu negatif.
Dadan menambahkan, program seperti ini memang membutuhkan waktu untuk menunjukkan hasil optimal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah
-
Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu
-
Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa
-
3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!
-
Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana
-
Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov
-
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dittipideksus Bareskrim Cekal Founder PT DSI
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS
-
Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil