- Pemprov DKI berencana mekarkan Kelurahan Kapuk jadi tiga wilayah untuk kurangi beban administrasi.
- Pemekaran diharapkan wujudkan pemerataan fasilitas publik, tenaga PPSU, dan layanan kesehatan di Kapuk.
- Pembangunan dua kantor kelurahan baru ditargetkan rampung 2027 bertepatan dengan perayaan Jakarta 5 Abad.
Suara.com - Kepadatan penduduk di Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, membuat aktivitas administrasi kependudukan di wilayah tersebut nyaris tak pernah berhenti.
Dengan luas wilayah 572,68 hektare dan jumlah penduduk mencapai sekitar 174 ribu jiwa, petugas kelurahan hingga Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) harus bekerja ekstra setiap hari.
Lurah Kapuk Ahmad Subhan mengatakan, antrean pelayanan administrasi di wilayahnya selalu padat.
Menurutnya, petugas bahkan sering bekerja di luar jam normal demi mengejar target pelayanan dokumen kependudukan.
“Pelayanan KTP itu nggak pernah sepi. Dukcapil sampai sering turun ke wilayah tiap Sabtu-Minggu untuk melakukan perekaman e-KTP. Karena targetnya memang tinggi,” kata Subhan kepada Suara.com, Senin (6/10/2025).
Kondisi ini, lanjut Subhan, sudah berlangsung lama dan menjadi salah satu alasan utama pemerintah memutuskan untuk memekarkan Kelurahan Kapuk menjadi tiga bagian.
Langkah ini diharapkan dapat membagi beban administrasi secara lebih merata serta mempercepat pelayanan publik.
Selain mengurai kepadatan pelayanan, pemekaran juga diharapkan mewujudkan pemerataan tenaga dan fasilitas umum di kawasan padat tersebut.
“Kalau dibandingkan, di Kelurahan Kalideres misalnya, petugas PPSU-nya bisa sampai 125 orang. Tapi di Kapuk cuma 86. Jadi dengan pemekaran nanti, tenaga kebersihan bisa terbagi lebih merata,” jelasnya.
Baca Juga: Khawatir Ganti KTP Dua Kali, Warga Tunda Pindah Domisili Imbas Pemekaran Kelurahan Kapuk
Sektor kesehatan juga menjadi fokus perhatian dalam rencana pemekaran.
“Sekarang di Kapuk Timur sudah ada dua puskesmas. Tapi Kapuk Selatan belum punya. Nanti setelah dimekarkan, setiap kelurahan akan punya puskesmas sendiri. Jadi nggak ada yang jauh-jauh lagi berobat,” ujarnya.
Berdasarkan rencana tersebut, Kelurahan Kapuk akan terbagi menjadi tiga wilayah: Kapuk, Kapuk Timur, dan Kapuk Selatan.
Dua lokasi kantor kelurahan baru telah disiapkan. Kapuk Selatan akan dibangun di Taman Kodok atau Taman Melati, sementara Kapuk Timur akan menempati lahan bekas Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Babi yang rencananya akan dipindahkan ke Jakarta Utara.
“Pembangunan rencananya dimulai tahun 2026, dan targetnya tahun 2027 semua sudah diresmikan. Pas momen Jakarta 5 Abad,” kata Subhan.
Proses administrasi pemekaran kini masih menunggu penetapan nomor wilayah dari Gubernur DKI Jakarta serta persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Nasib Pandji Pragiwaksono di Tangan Polisi, Penyelidik Mulai Analisis Barang Bukti Materi Mens Rea
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu