-
Pembangunan infrastruktur kini bukan lagi domain pemerintah saja, butuh peran non-pemerintah.
-
Ketahanan pangan adalah isu krusial yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan infrastruktur.
-
Media didorong untuk tidak takut mengkritisi isu pangan dan infrastruktur yang saling berkaitan.
Suara.com - Pembangunan infrastruktur di Indonesia disebut bukan hanya jadi domain pemerintah saja di era sat ini. Hal tersebut diungkapkan Lecture and Urban Planning Expert, Yayat Supriyatna saat menjadi pembicara dalam Local Media Summit 2025 (LMS 2025) yang digelar International Media Support (IMS) dan Suara.com di JW Marriot, Jakarta, 7-8 Oktober 2025.
Dalam paparannya ketika menjadi narasumber di LMS 2025, Yayat Supriyatna memaparkan terkait strategi pembangunan infrastruktur untuk ketahanan air dan pangan berkelanjutan.
Yayat menyebut, pangan sebagai jaminan keberlangsungan hidup manusia di masa depan dan sebuah keberlanjutan. Ia menyoroti krisis pangan yang pernah terjadi di Jepang.
"Di jepang krisis pangan, hingga beras naik 99 persen menteri yang mengurusi pertanian mengundurkan diri," katanya di hadapan ratusan perwakilan media lokal.
Menurutnya, persoalan ketahanan pangan sangatlah penting dan terkini pertanian sudah berkembang hingga menggunakan teknologi canggih.
"Sekarang pertanian semakin canggih. Karenanya, di Merauke ada food estate, yang dicari bukan petani tapi operator- operator yang mampu menjalankan alat canggih," paparnya.
Ia juga menyebut Presiden Prabowo cukup mengedepankan isu kedaulatan pangan. Yayat kemudian menjelaskan alasan di balik isu pangan yang kini menjadi primadona dunia.
"Makanan adalah kebutuhan paling mendasar di tengah ancaman krisis pangan yang ada di depan mata. Selain itu, teknologi pertanian yang semakin canggih pun sangat menguntungkan, kemudian peluang pertanian berkelanjutan dan organik juga cukup" tuturnya.
"Isu yang dikedepankan presiden kita harus berdaulat dalam pangan. Isu pangan dan infastruktur adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dan media jangan takut untuk mengkritisinya, Pembangunan infrastruktur bukan domain pemerintah saja" pungkasnya.
Baca Juga: Revisi UU Ketenagakerjaan Jadi Kunci Nasib Pekerja Digital, Rieke Diah Pitaloka: Mari Kawal Bersama
Sebagai informasi, Local Media Summit (LMS) 2025, pertemuan tahunan terbesar bagi media lokal dan skala kecil di Indonesia. Forum ini berlangsung selama dua hari pada 7-8 Oktober 2025 di JW Marriott Hotel, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta. Dengan tema “Unlocking Local Capital: Building Sustainable Media Market in Indonesia”.
LMS 2025 menyoroti pentingnya membangun pasar media yang berkelanjutan melalui inovasi model bisnis, keterlibatan komunitas, dan pemanfaatan teknologi.
Tahun ini, LMS menghadirkan lebih dari 30 pembicara dan lebih dari 100 media lokal dan segmentasi khusus dari berbagai daerah untuk berbagi pengalaman, memperluas jaringan, dan membangun kolaborasi lintas sektor.
Hadir media lokal atau media segmentasi khusus dari Aceh, Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Batam, Kalimantan Barat. Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Nusa Tenggara, Bali dan seluruh wilayah di Jawa.
Selain itu, adanya deretan pembicara yang akan hadir mencakup perwakilan dari Wavemaker Grup M, Google, BBC Media Action, Unilever, Goto, SAFEnet, LBH Pers, peneliti UMN, pakar tokoh serta berbagai media dan lembaga di Asia Tenggara.
Lalu, ada sesi “Gala Dinner: Networking dan Appreciation Night” akan menjadi ajang pertemuan santai antar peserta, pembicara, dan mitra pendukung untuk memperluas jejaring kolaborasi.
LMS 2025 juga menegaskan kembali pentingnya keberadaan media lokal dalam membangun informasi yang inklusif dan akurat di tengah derasnya arus digitalisasi.
Tag
Berita Terkait
-
Revisi UU Ketenagakerjaan Jadi Kunci Nasib Pekerja Digital, Rieke Diah Pitaloka: Mari Kawal Bersama
-
Media Lokal Diminta Ambil Peran Soal Isu Lingkungan dan Krisis Iklim
-
Learning Session LMS 2025 Soroti Pentingnya Jurnalisme Konstruktif
-
Suara Pekerja Transportasi Lily Menantang Kebijakan Kendaraan Listrik di Depan Rieke Diah Pitaloka
-
Eky Priyagung Sentil Isu Energi dengan Guyonan Segar di Local Media Summit 2025
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah
-
EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA
-
Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA
-
Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa
-
Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi
-
Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun
-
JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka
-
Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan
-
Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz
-
Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Tak Sesuai LHKPN, KPK Buka Suara