- Presiden Donald Trump mengumumkan Israel dan Hamas menyepakati Rencana Perdamaian Gaza Tahap Satu.
- Kesepakatan yang dimediasi Qatar dan Mesir ini fokus pada pembebasan sandera, penarikan pasukan Israel, dan masuknya bantuan.
- Pemerintah Qatar, yang bertindak sebagai salah satu mediator utama, mengonfirmasi tercapainya kesepakatan fase pertama gencatan senjata Gaza.
Suara.com - Upaya panjang diplomasi internasional membuahkan hasil signifikan. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah mencapai dan menandatangani kesepakatan mengenai Rencana Perdamaian di Gaza Tahap Satu.
Perjanjian ini menandai titik balik penting, disepakati setelah negosiasi tidak langsung intensif yang dimediasi oleh Qatar dan Mesir.
Kabar ini disambut dengan perayaan oleh warga Palestina di Gaza, yang terlihat menari dan bersorak di jalanan, sebuah reaksi terhadap janji berakhirnya perang dan pembebasan sandera.
Berikut adalah 8 Fakta Kunci mengenai kesepakatan bersejarah antara Israel dan Hamas:
1. Pengumuman Resmi dari Donald Trump
Presiden Trump menjadi pihak pertama yang mengumumkan kesepakatan tersebut melalui jejaring sosial Truth Social.
Trump menyatakan kebanggaannya atas penandatanganan "Tahap pertama Rencana Perdamaian kami" yang bertujuan menuju Perdamaian yang Kuat, Bertahan Lama, dan Abadi.
2. Fokus Utama: Pembebasan Sandera dan Penarikan Pasukan
Kesepakatan tahap satu ini memiliki dua poin implementasi mendesak. Trump memastikan semua sandera Israel akan segera dibebaskan. Selanjutnya, pasukan Israel akan ditarik dari Gaza menuju garis batas yang telah disepakati sebagai langkah awal.
Baca Juga: Barcelona Tolak Klub Basket Israel Pinjam Stadion
3. Konfirmasi Mediator dan Masuknya Bantuan
Pemerintah Qatar, yang bertindak sebagai salah satu mediator utama, mengonfirmasi tercapainya kesepakatan fase pertama gencatan senjata Gaza.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut kesepakatan mencakup implementasi semua ketentuan fase pertama, yang juga akan menjamin masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza secara tanpa hambatan.
4. Reaksi Hamas: Mendesak Israel untuk Patuh
Hamas juga mengumumkan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang, penarikan pendudukan, dan pertukaran tahanan.
Namun, kelompok itu secara tegas mendesak Trump untuk memaksa Israel mengimplementasikan perjanjian tersebut dan tidak "mengelak atau menunda-nunda" pelaksanaan yang telah disepakati.
5. Isi Persetujuan Pertukaran Tahanan
Merujuk laporan, kesepakatan awal ini berisi persetujuan Hamas untuk membebaskan sandera Israel yang diculik sejak 7 Oktober 2023, yang akan ditukar dengan tahanan Palestina.
Hamas menyatakan setuju membebaskan 20 sandera hidup-hidup dalam fase pertama ini, ditukar dengan hampir 2.000 tahanan Palestina. Proses pertukaran diperkirakan akan terjadi dalam waktu 72 jam.
6. Tanggapan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan pernyataan singkat yang menyambut baik kesepakatan tersebut, menegaskan komitmennya untuk memulangkan semua sandera.
"Dengan pertolongan Tuhan, kami akan memulangkan mereka semua," ujarnya.
Netanyahu juga mengumumkan akan segera mengadakan rapat kabinet pada hari Kamis (9/10/2025) untuk secara resmi menyetujui tahap pertama kesepakatan Gaza.
7. Jadwal Penandatanganan Resmi di Mesir
Menurut sumber yang mengetahui negosiasi tersebut, fase pertama perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza dijadwalkan akan ditandatangani secara resmi di Mesir pada hari Kamis ini, sekitar pukul 09.00 waktu setempat, meskipun rincian pastinya masih menunggu pengumuman resmi.
8. Seruan PBB untuk Kepatuhan Penuh
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut baik kesepakatan tersebut dan menyerukan kepada semua pihak untuk "mematuhi sepenuhnya" ketentuan-ketentuan yang ada.
Guterres menekankan bahwa gencatan senjata permanen harus dijamin dan pertempuran harus dihentikan untuk selamanya, sekaligus menuntut pasokan kemanusiaan segera dijamin tanpa hambatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Minta Maaf ke Publik, Kapolri: Anggota Cederai Keadilan Akan Kami Tindak Tegas!
-
Polisi Tahan Ayah dan Anak Penganiaya Tetangga di Cengkareng, Terancam 7 Tahun Penjara
-
Ugal-ugalan dan Lawan Arus, Mobil Calya Diamuk Massa di Gunung Sahari
-
Golkar Dukung Langkah Sufmi Dasco Tunda Impor 105 Ribu Mobil Niaga India
-
Pasca-kecelakaan Beruntun, DPRD DKI Minta Transjakarta Evaluasi Penempatan Depot dan Jam Kerja Sopir
-
Sulap Kawasan Padat Jadi Destinasi Kuliner, Pemprov DKI Dukung Gentengisasi Menteng Tenggulun
-
Kemensos Gelar Operasi Katarak Gratis di Bekasi
-
Jelang Mudik Lebaran, Kapolri Minta Jajaran Maksimalkan Pengamanan Nasional
-
Polisi Turun Tangan Dalami Kasus Relawan Diteror Bangkai Anjing Tanpa Kepala di Aceh Tamiang
-
Adian Napitupulu Murka Ketua BEM UGM Diteror: Ini Kemunduran Demokrasi!