News / Nasional
Jum'at, 10 Oktober 2025 | 19:02 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama jajaran Pemprov DKI saat menetapkan pemekaran Kelurahan Kapuk di Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Selasa (30/09/2025) (Suara.com/Fakhri)

Lurah Kapuk, Ahmad Subhan, mengatakan seluruh warga mendukung kebijakan pemekaran tersebut. Menurutnya, keputusan itu menjadi solusi atas masalah kepadatan penduduk dan jarak pelayanan yang terlalu jauh.

“Itu kan solusi yang terbaik memang pemekaran wilayah,” ujar Subhan kepada Suara.com.

Subhan mengungkapkan, wacana pemekaran ini sudah lama muncul, bahkan sejak dirinya masih berstatus CPNS. Namun, baru kali ini terealisasi di era Pramono.

“Sebelumnya itu wacana doang masih (ketika saya) masih CPNS waktu itu, sudah ada wacana pemekaran wilayah Kapuk. Baru direalisasi di era Pak Pramono Anung sebagai Gubernur, Alhamdulillah,” ujarnya.

Menurut Subhan, dukungan warga begitu kuat. Dari hasil forum bersama 16 RW dan 221 RT, seluruhnya sepakat agar pemekaran segera dilakukan.

“Dari 16 RW yang dikumpulkan dalam forum warga, RW RT-nya semua setuju untuk melakukan pemekaran,” katanya.

Rencana tersebut juga mendapat sambutan positif dari warga. Mia (26), warga RW 03 Kapuk, mengaku mendukung langkah Pemprov DKI karena pelayanan publik di wilayahnya selama ini kerap lambat akibat terlalu padatnya penduduk.

“Saya setuju saja (Kapuk dimekarkan), kan selama ini semuanya (urusan kependudukan) numpuk di satu kelurahan,” ucapnya.

Mia berharap pembangunan kantor kelurahan baru nantinya dibarengi dengan peningkatan jumlah pegawai dan fasilitas pelayanan publik agar manfaat pemekaran benar-benar terasa.

Baca Juga: Raup Rp 288 Juta, UMKM Disabilitas Sukabumi Tembus Pasar Brunei dengan Keripik Singkong

“Pokoknya kami mendukung kalau pelayanan cepat, murah, dan nggak- ribet. Itu saja syaratnya,” pungkasnya.***

Load More