- Gus Yahya menyebut jika ambruknya Ponpes Al Khoziny menjadi puncak gunung es masalah infrastruktur
- Menurutnya, masalah tersebut harus dibenahi secepatnya.
- Tragedi Ponpes Al Khoziny juga disebut menjadi tantangan yang mesti diselesaikan secara bersama.
Suara.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya angkat bicara ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo yang telah menewaskan puluhan santri. Menurutnya, tragedi Ponpes Al Khoziny menjadi puncak gunung es masalah infrastruktur yang mesti secepatnya dibenahi.
"Kita tahu itu baru puncak dari gunung es masalah infrastruktur, di mana pesantren harus kita perjuangkan bersama untuk perbaikan-perbaikan yang lebih lanjut nantinya," beber Gus Yahya dikutip dari Antara, Sabtu (11/10/2025).
Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang bergerak cepat untuk membangun kembali ponpes tersebut dan terus menunjukkan perhatiannya kepada seluruh santri.
"Kita berterima kasih bahwa pemerintah sudah menunjukkan perhatian dalam hal ini, mudah-mudahan nanti secara sistemis masalah ini bisa kita selesaikan," ujar dia.
Yahya menekankan pentingnya seluruh umat untuk bersatu menghadapi berbagai musibah yang menimpa bangsa agar berbagai macam tantangan dapat dihadapi bersama-sama.
"Musibah-musibah seperti yang dialami oleh Al-Khoziny ini masih ditambah ada gempa, banjir, dan lain sebagainya, ini semua tantangan-tantangan besar yang hanya mungkin kita bisa lewati kalau kita menggalang dengan persatuan yang kokoh di antara kita semua," paparnya.
50 Jenazah Berhasil Diidentifikasi
Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi sebanyak 50 jenazah korban robohnya bangunan Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Dengan demikian, tersisa 11 jenazah termasuk lima potongan tubuh korban tragedi Ponpes Al Khoziny yang belum dapat terindetifikasi.
Perkembangan proses identifikasi puluhan korban tewas ambruknya Ponpes Al Khoziny diungkapkan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.
Baca Juga: Pede Sosok "Bapak J" Mudahkan Kader Lolos ke Senayan, PSI: Sekurangnya Posisi 5 Besar
Proses identifikasi dilakukan secara bertahap sejak evakuasi korban dimulai pada awal pekan lalu.
“Data hasil identifikasi sampai hari Jumat 10 Oktober, sebanyak 50 jenazah telah berhasil dikenali," ujarnya dikutip pada Sabtu.
Rehabilitasi Korban
Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyatakan pemerintah terus memberikan bantuan rehabilitasi medis dan sosial terhadap korban dan keluarga korban di Ponpes Al Khoziny.
"Untuk rehabilitasi sosial pemerintah akan melaksanakan pendampingan serta pemenuhan kebutuhan pokok bagi korban dan keluarganya," kata Mensos saat mengunjungi para korban yang masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUP) Notopuro Sidoarjo, Jumat.
Ia menjelaskan untuk rehabilitasi medis akan diberikan kepada para korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara rehabilitasi sosial akan diberikan kepada korban dan keluarganya pascaperawatan di rumah sakit.
Rehabilitasi sosial yang akan diberikan berupa pemulihan trauma dan perlindungan dalam bentuk jaminan kesehatan
Berita Terkait
-
50 Mayat Teridentifikasi, 5 Potongan Tubuh Korban Ponpes Al Khoziny jadi 'PR' Besar DVI Polri
-
Pede Sosok "Bapak J" Mudahkan Kader Lolos ke Senayan, PSI: Sekurangnya Posisi 5 Besar
-
Pemfitnah JK Masih Licin, Kejagung Ogah Gubris Desakan Roy Suryo Tetapkan Silfester DPO, Mengapa?
-
Tak Ada Larangan, Gibran Justru Bersyukur Roy Suryo dkk Ziarah ke Kuburan Keluarga Jokowi, Mengapa?
-
Segera Diumumkan Kaesang jadi Ketua Dewan Pembina PSI, 'Bapak J' Disebut Sosok Istimewa, Jokowi?
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
Celah Hukum Kasus Febrie: Mengapa Pengalihan ke Kejagung Bisa Bikin Tersangka Menang Praperadilan?
-
Ibu Santri di Lombok Tengah: Anak Saya ke Pesantren untuk Belajar Agama, Bukan Dibakar Hidup-Hidup
-
Lebih Cepat di Kejagung, Yusril Ungkap Alasan Berkas Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan
-
RUU Perampasan Aset Berpotensi Dirombak, DPR Bahas Pembentukan Lembaga Khusus
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Habiburokhman Sebut Penahanan Febrie Adriansyah Sangat Urgen: Akan Kami Cek, Ditahan Apa Belum
-
Dalih Iseng Teror Bom SDN Srengseng, Polisi Gandeng Densus 88 Bongkar Motif Asli Pelaku
-
Prabowo Minta yang Pesimis Keluar dari RI, Pakar Komunikasi: Efektif tapi Berisiko Polarisasi
-
Kapolri Datangi Kejagung Usai Polemik Kasus Febrie Adriansyah, Tegaskan Tak Ada Konflik
-
Tangis Pecah di DPR, Ibu Santri Korban Pembakaran Ungkap Ancaman Sebelum Anaknya Tewas