- Pihak Taman Margasatwa Ragunan memastikan akan mengevaluasi penerangan di area wisata malam yang dikeluhkan pengunjung.
- Namun, jumlah lampu tak bisa ditambah terlalu banyak karena cahaya berlebih dapat mengganggu satwa.
- Ke depan, Ragunan berencana menambah penerangan di area piknik tanpa mengganggu habitat hewan di sekitarnya.
Suara.com - Pihak Taman Margasatwa Ragunan akan mengevaluasi masalah penerangan untuk wisata malam yang dikeluhkan pengunjung pada hari pertama ini.
"Udah pasti," kata Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan Wahyudi Bambang, Sabtu (11/10/2025).
Dia mengaku pihaknya sudah mengukur dan melakukan simulasi terkait jumlah lampu penerangan di wisata malam Ragunan.
Menurut dia, pengunjung harus memahami jika lampu penerangan yang berlebih bisa mengganggu satwa.
"Dari beberapa kali kita lakukan simulasi memang penerangan itu menjadi satu hal yang prioritas ya. Tapi kembali lagi kepada pengunjung harus dipahami bahwa tidak boleh ini terlalu terang. Karena bisa mengganggu satwa juga ya," tutur Bambang.
"Jadi memang kita sudah ukur penerangan ini sebatas tidak mengganggu ambang batas satwa. Karena di sini pun ada beberapa satwa yang tidak boleh kena cahaya yang berlebihan. Terpapar cahaya ya," tambah dia.
Meski begitu, dia mengatakan lampu penerangan yang ada hanya untuk jalur pedestrian.
Nantinya, Bambang menyebut jumlah lampu bisa ditambah di area piknik agar tidak mengganggu satwa sebagai tindak lanjut dan evaluasi dari keluhan pengunjung.
"Seperti lapangan-lapangan ini mungkin tidak cukup ya. Ya mungkin kalau memang itu dirasa kurang, tidak masalah kalau di taman-taman. Tapi kalau untuk, ini kan ada jalur kandang juga, jadi kita tidak bisa lebih terang lagi," ujar Bambang.
Baca Juga: Antusiasme Pengunjung Ragunan Malam di Luar Dugaan, Kadis Pertamanan: Saya Kaget!
Sekadar informasi, Ragunan membuka wisata malam pada Sabtu (11/10/2025). Wisata malam ini dibuka bagi pengunjung mulai pukul 18.00 WIB sampai 22.00 WIB.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka
-
Anggota DPR Minta Impor 105 Ribu Pickup India Dibatalkan: Ini Dirancang Diam-diam
-
Kronologi Penangkapan Koko Erwin, Diringkus Saat Hendak Menyeberang ke Malaysia
-
Golkar Tegaskan Anggaran MBG Disepakati Bulat di DPR: Tak Ada yang Menolak, Termasuk PDIP
-
Akhir Kisah Meresahkan Ibu-Ibu Viral Suka Tak Bayar Makan, Kini Diboyong ke RSKD Duren Sawit
-
Akun Telegram Catut InaEEWS BMKG Sebarkan Peringatan Gempa Palsu, Publik Diminta Waspada
-
Diduga Jadi Sarang Prostitusi, Dua Akses Taman Kota Cawang Ditutup Permanen
-
Soal Mobil Dinas Rp 8,5 M, Golkar Tegur Gubernur Kaltim: Dengarkan Suara Rakyat!
-
Transjakarta Perketat Standar Keselamatan, Pramudi yang Kurang Fit Dilarang Bertugas
-
Diteror Usai Bongkar Kematian Anak, Ibu Kandung NS di Sukabumi Minta Perlindungan LPSK