Suara.com - Lembaga jaminan sosial Indonesia, BPJS Kesehatan, menjadi sorotan internasional setelah masuk dalam daftar nominasi Nobel Peace Prize. Nominasi ini dinilai mencerminkan peran besar BPJS Kesehatan dalam memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan akses layanan kesehatan, dan menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
Dalam dialog daring bertajuk “BPJS Kesehatan and the Nobel Conversation”, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prof. Dr. Gufron Mukti mengungkapkan bahwa nominasi ini merupakan pengakuan terhadap nilai gotong royong yang menjadi fondasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Kami tidak hanya membangun sistem kesehatan, tapi juga memperkuat nilai saling tolong-menolong. Dulu orang miskin takut jatuh sakit karena tidak mampu membayar biaya rumah sakit, kini mereka terlindungi,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam waktu hanya satu dekade, Indonesia berhasil memperluas cakupan jaminan kesehatan hingga lebih dari 96 juta penerima bantuan iuran (PBI) dari pemerintah pusat dan lebih dari 37 juta peserta dari daerah.
“Capaian ini luar biasa, karena negara lain seperti Jerman membutuhkan lebih dari 100 tahun untuk mencapai cakupan serupa,” jelasnya.
Sementara itu, Prof. Mike Hardy dari Coventry University menilai, kontribusi BPJS Kesehatan sejalan dengan tiga kriteria utama Nobel Perdamaian yang ditetapkan oleh Alfred Nobel: membangun persaudaraan antarbangsa, mengurangi ketergantungan pada kekuatan militer, dan mempromosikan perdamaian berkelanjutan.
“Sistem kesehatan nasional yang kuat adalah bentuk soft power, memperkuat keamanan manusia dan membangun kepercayaan antar warga. Itulah alasan BPJS Kesehatan layak dinominasikan,” tutur Prof. Hardy.
Ia juga menekankan pentingnya memperluas pengakuan Nobel ke negara-negara di Asia dan Amerika Latin, bukan hanya Eropa dan Amerika Serikat.
“Sudah saatnya contoh baik dari negara seperti Indonesia diakui secara global,” ujarnya.
Baca Juga: Dana Kesehatan Jumbo! BPJS Kesehatan Kebagian Rp59 Triliun di 2026, Untuk Apa?
Menanggapi pertanyaan media, Prof. Gufron menyebut nominasi ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara BPJS Kesehatan dan sektor lain, termasuk asuransi komersial, guna memperluas perlindungan kesehatan. Ia juga berharap, nominasi ini meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keberlanjutan JKN.
“Kesehatan bukan segalanya, tapi tanpa kesehatan segalanya menjadi tidak berarti. Dengan perhatian internasional ini, kami ingin memastikan sistem gotong royong terus hidup dan berkembang,” tutup Prof. Gufron. ***
Kontributor: Tantri A
Berita Terkait
-
Karyawan Dapur MBG Dapat BPJS Kesehatan dan TK? Ini Rinciannya
-
Tahapan Skrining BPJS Kesehatan Via Aplikasi dan Online
-
BPJS Kesehatan Boyong Golden Trophy 2025, GRC Jadi Kunci Layanan
-
Wajib Skrining BPJS Kesehatan Mulai September 2025, Ini Tujuan dan Caranya
-
Ciptakan Inovasi Digital JKN, BPJS Kesehatan Peroleh Penghargaan Bergengsi
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Jenderal Iran Dikabarkan Tewas, AS Mulai Operasi Militer Bareng Israel
-
Kemlu Iran: AS dan Israel Mengkhianati Kesepakatan, DK PBB Harus Bergerak
-
Ramadan Ramah Anak di Masjid Sunda Kelapa: Cara Seru Tanamkan Cinta Masjid Sejak Dini
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi