-
Masjid Ponpes Al Khoziny ambruk, timbulkan korban jiwa.
-
Proses hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab terus berjalan.
-
Nasib dan pendidikan 1.900 santri menjadi prioritas utama.
Suara.com - Pemerintah menegaskan akan menempuh dua jalur sekaligus dalam penanganan tragedi ambruknya masjid di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.
Di satu sisi, proses hukum akan terus berjalan untuk mencari pihak yang bertanggung jawab dan nasib pendidikan ribuan santri yang selamat menjadi prioritas utama.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar (Cak Imin), memastikan bahwa penyelidikan atas insiden maut tersebut kini sepenuhnya berada di tangan kepolisian.
"Ya pasti, sedang di proses polisi kan," kata Cak Imin di Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Namun, Cak Imin menekankan bahwa di tengah proses hukum yang berjalan, negara tidak akan mengabaikan kewajiban utamanya untuk memastikan kelangsungan pendidikan para santri.
Ia menyebut ada sekitar 1.900 santri yang kini nasib belajarnya harus dijamin.
"Ada proses hukum, tapi anak yang 1.900 kan harus belajar. Pemerintah tetap memiliki kewajiban untuk menjamin seluruh anak Indonesia belajar dengan aman, nyaman," ucapnya.
Sebelumnya, Polda Jatim memastikan tidak akan terburu-buru dalam mengusut tuntas tragedi ambruknya gedung Ponpes Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, yang menewaskan puluhan santri.
Sebab, prioritas utama penyidik saat ini menjaga perasaan keluarga korban yang masih diselimuti duka mendalam.
Baca Juga: Cak Imin Ungkap Realitas Pesantren: Mayoritas Santri dari Keluarga Miskin, Ijazah Bukan Prioritas
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan secara cermat dan hati-hati.
Menurutnya, memanggil saksi dari pihak keluarga korban dalam waktu dekat dikhawatirkan akan mengganggu suasana duka yang masih menyelimuti mereka.
"Proses hukum tetap berjalan namun kami tentu tidak tergesa-gesa. Itu penekanan atau penegasan dari kami," kata Kombes Pol Jules Abraham Abast, Minggu (12/10/2025).
"Kami juga melihat tentunya bilamana kami memanggil saksi ada dari keluarga korban yang sedang berduka ini akan mengganggu proses keluarga ada wali santri yang sedang berduka ya. Kami mohon sekali lagi pengertiannya," ujarnya lebih lanjut.
Saat ini, tim penyidik gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) tengah berfokus mengumpulkan bukti-bukti relevan untuk menemukan tersangka yang bertanggung jawab atas insiden nahas ini.
Polda Jatim telah resmi menaikkan status perkara ini dari tahap penyelidikan ke penyidikan sejak 8 Oktober 2025 lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Prabowo Hanya Mengangguk Dapat Laporan Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik
-
Audit Digital Jadi Kunci! Dana Banpol Naik Tak Jamin Bebas Korupsi
-
Pembongkaran JPO Tendean Selesai, Jalur Arah Pancoran Mulai Dibuka
-
KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi, Dalami Kasus Dugaan Suap di Muara Enim
-
Kuntadi Masuk Bursa Jampidsus usai Febrie Adriansyah Mundur, Kejagung Belum Tahu?
-
Benarkah E-Voting untuk Pemilu Rawan Manipulasi? Pakar IT Ungkap Keunggulan Kertas Suara Manual
-
Sapa Jaksa Agung 'Kakak Asuh', Kapolri Dikritik: Sejak Kapan Jadi Subordinat?
-
Rumor Kuntadi Jadi Jampidsus Mencuat, Jaksa Agung Beri Respons Singkat
-
Tak Percaya Polri dan Kejagung, SEMA UGM Desak KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Disimpan Dalam Koper President! Don Ritto Tak Berani Ungkap Pengusaha Pemilik Duit di Cafe de'Clan