- Menko PM Cak Imin menilai pondok pesantren Al Khoziny layak dibangun menggunakan dana APBN setelah bangunannya ambruk pada akhir September lalu.
- Ia menyebut bantuan pemerintah penting agar 1.900 santri bisa kembali belajar dengan layak.
- Menanggapi kritik penggunaan dana negara, Cak Imin balik bertanya kepada pihak yang menolak, “Kalau tidak dibantu, apa solusinya?”
Suara.com - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menegaskan bahwa pondok pesantren (ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, layak dibangun menggunakan uang negara atau APBN.
Pernyataan itu sekaligus memanggapi kritik publik juga sejumlah anggota DPR mengenai rencana perbaikan gedung dan masjid ponpes Al Khoziny yang ambruk pada akhir September lalu.
"Al Khoziny ini layak dibantu APBN karena kalau jumlah santri 1.900 mau sekolah di mana? Mau dibiarkan di tenda? Pemerintah mau diam saja?" ucap Cak Imin usai acara penandatangan MoU Sinergi Dalam Penyelenggaraan Infrastruktur Pesantren di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Cak Imin balik bertanya kepada pihak yang mengkritik langkah pemerintah dalam penggunaan APBN tersebut.
"Kepada teman-teman yang memprotes menggunakan APBN, apa solusi Anda? Kepada DPR yang ada 1-2 orang yang memprotes, apa solusi Anda?" ucapnya.
Dia meminta publik untuk memahami kalau rencana pembangunan ponpes Al Khoziny menggunakan APBN itu untuk membantu para santri agar bisa belajar lebih nyaman. Cak Imin menegaskan bahwa yang sedang ditolong oleh negara itu juga anak-anak negeri yang sedang belajar.
Itu sebabnya, Cak Imin mengaku kalau dirinya justru heran dengan kritikan tersebut.
"Saya sangat tidak habis pikir yang dikritik kok upaya pemerintah yang sedang melindungi anak yang sedang belajar dan tidak ada tempat belajar. Nanti kalau kita tidak melakukan sesuatu, marah juga kan aneh ini makanya itu harus menjadi kesadaran kita bersama," tuturnya.
Baca Juga: Polisi Ungkap Alasan Tak Mau Gegabah Usut Tragedi Ponpes Al Khoziny, Keluarga Korban Jadi Prioritas
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon
-
Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah
-
Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang
-
Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru
-
Kejagung Seret Marcella Santoso ke Kasasi, Incar Pencabutan Izin Praktik Advokat
-
Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
-
MAKI Desak Jaksa Tak Gentar Usut Dugaan Tambang Ilegal Kaltara yang Seret Nama Karuna Murdaya
-
Gegana Tak Sanggup? Ahli Nuklir UGM Turun Tangan Selidiki Api Misterius di Sleman
-
Misteri Belasan Luka Tusuk Balita di Bekasi Terungkap, Paman Sendiri Jadi Tersangka
-
Bawa Bukti ke Kejagung, PT PMM Bantah Tuduhan Penyelundupan: Itu Fitnah, Kasum TNI Salah Info