Jalan di sepanjang Sungai Seine pun ditutup sementara untuk proses investigasi.
Kementerian Kebudayaan kemudian merilis daftar barang yang dicuri:
- Sebuah tiara dan bros milik Permaisuri Eugénie, istri Napoleon III
- Kalung dan anting zamrud milik Permaisuri Marie-Louise, istri Napoleon I
- Sebuah tiara, kalung, dan anting tunggal dari koleksi safir Ratu Marie-Amélie dan Ratu Hortense
- Serta “reliquary brooch”, bros unik dari masa kekaisaran
Total ada delapan benda berharga yang berhasil dibawa kabur. Satu lagi, mahkota Permaisuri Eugénie, ditemukan jatuh di luar dinding museum, diduga terlepas ketika pelaku melarikan diri.
Menurut pihak Museum Louvre, mahkota itu berhiaskan 1.354 berlian dan 56 batu zamrud, menjadikannya salah satu artefak paling berharga dari koleksi kerajaan Prancis. Semua benda tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang tak ternilai, jauh melebihi harga pasar.
Aksi nekat di siang bolong ini memunculkan banyak pertanyaan tentang sistem keamanan museum paling terkenal di dunia itu.
“Tidak masuk akal sebuah museum sebesar ini punya celah keamanan yang begitu jelas,” kata Magali Cunel, guru asal Lyon, mengutip BBC (19/10/2025)
Beberapa pengamat juga menyoroti kondisi internal museum yang belakangan dikabarkan kekurangan staf. Pada Juni lalu, Louvre sempat menunda jam buka karena aksi mogok kerja pegawainya yang menuntut tambahan tenaga keamanan.
Seorang anggota serikat pekerja anonim mengatakan bahwa sekitar 200 posisi telah dipangkas dalam 15 tahun terakhir, membuat pengawasan di area besar seperti Gallery of Apollo menjadi tidak seefektif dulu.
Presiden Emmanuel Macron mengecam pencurian tersebut lewat media sosial, menyebutnya sebagai “serangan terhadap warisan budaya yang kita cintai.”
Baca Juga: Buttonscarves Taklukkan Paris! Kafe Ikonik Berubah Jadi Dunia Viva Magenta
Ia menegaskan bahwa seluruh aparat kepolisian dan jaksa Paris telah dikerahkan untuk memburu pelaku.
“Para pelaku akan dibawa ke pengadilan, setiap sudut kota akan diperiksa untuk menemukan mereka.” tulis Macron.
Sementara itu, tim forensik telah memeriksa lokasi kejadian, termasuk tangga mekanik yang ditinggalkan para pencuri di tepi Sungai Seine.
Polisi juga tengah menganalisis rekaman CCTV dari area Denon Wing, tempat Gallery of Apollo berada, untuk menelusuri rute pelarian para pelaku.
Kasus ini segera dibandingkan dengan pencurian paling terkenal di Museum Louvre: hilangnya lukisan Mona Lisa pada 1911.
Saat itu, seorang pekerja museum asal Italia berhasil membawa kabur karya Leonardo da Vinci hanya dengan melepasnya dari bingkai dan menyembunyikannya di balik mantelnya. Lukisan itu baru ditemukan dua tahun kemudian di Florence.
Selain Mona Lisa, Museum Louvre juga pernah kehilangan lukisan Le Chemin de Sèvres karya Camille Corot pada 1998 yang hingga kini belum ditemukan.
Rangkaian pencurian di museum-museum Prancis dalam dua tahun terakhir, termasuk kasus di Museum Adrien Dubouché di Limoges dan Museum Cognacq-Jay di Paris, memperkuat dugaan bahwa jaringan kriminal terorganisir tengah memburu artefak bernilai tinggi dari koleksi nasional.
Para ahli seni percaya, pencurian ini dilakukan oleh kelompok profesional. Anthony Amore, pakar pencurian karya seni sekaligus penulis buku Stealing Rembrandts, mengatakan kepada Al Jazeera (19/10/2025), perhiasan seperti ini kemungkinan besar akan “dibongkar dan dijual terpisah,” membuatnya sulit dilacak kembali.
“Ini bukan pencurian acak, semua direncanakan dengan cermat, bahkan durasinya pun dihitung. Empat menit cukup bagi mereka untuk mengubah sejarah museum.” ujarnya.
Walau belum ada tersangka yang ditangkap, polisi yakin mereka akan segera menemukan jejak para pelaku berkat rekaman kamera pengawas dan sidik jari yang tertinggal di lokasi.
Untuk sementara, Museum Louvre masih ditutup untuk umum “karena alasan luar biasa”, tulis pihak museum di situs resminya.
Para pengunjung hanya bisa menatap piramida kaca dari luar, sembari bertanya-tanya bagaimana pencurian paling berani di abad ke-21 bisa terjadi di jantung kota Paris.
Kontributor : Gradciano Madomi Jawa
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Museum Bank Indonesia Simpan Uang Antik Hampir 200 Tahun, BI Siapkan Transformasi ke Era Digital
-
Cek Toko On Flagship Store di Blibli Tersedia Banyak Model Terbaru
-
CLIK Kenalkan Skor Prediktif, Bank Kini Bisa Deteksi Calon Peminjam 3 Bulan Lebih Awal
-
Mengenal Universitas Republik Indonesia, Ambisi Pendidikan atau Beban Baru APBN?
-
Pre Order Samsung Galaxy Z Fold 8 di Blibli Tanggal 22 Juli hingga 13 Agustus, Cek Promo & Harganya!
-
Samsung Galaxy Watch Ultra2 vs Galaxy Watch9: Mana Smartwatch AI yang Paling Layak Anda Miliki?
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan 24 Juli 2026, Semesta Berpihak ke Kamu
-
Misi Menyelamatkan Dunia di Balik Sikap Jutek Cranky, Crabby Crow
-
Ulasan Novel Playing Victim, Skenario Palsu yang Berujung Pertaruhan Nyawa
-
Operasi Besar-besaran! Banten Tutup 32 Tambang Ilegal