- Yusril Ihza Mahendra memastikan telah ada penindakan tegas terhadap semua pihak yang terlibat dalam peredaran narkoba di Lapas dan Rutan.
- Petugas yang terlibat kasus peradaran narkoba di Lapas dan Rutan telah dijatuhi sanksi pemberhentian hingga penurunan pangkat.
- Yusril mengakui bahwa narkotika merupakan permasalahan paling serius di lapas.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, memastikan telah ada penindakan tegas terhadap semua pihak yang terlibat dalam peredaran narkoba di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan), baik narapidana maupun petugas.
"Ya, sudah ditindak itu," ujar Yusril di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (20/10/2025).
Yusril merinci, sanksi bagi petugas yang terlibat mencakup pemberhentian hingga penurunan pangkat. Lebih dari seribu petugas yang terindikasi kurang disiplin juga telah dimutasi ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, untuk menjalani pendidikan dan penguatan disiplin.
"Petugas yang terlibat ditindak, ada yang diberhentikan, ada yang diturunkan pangkatnya. Dan yang kurang disiplin, lebih dari seribu orang, sekarang dibawa ke Nusakambangan untuk dididik memperkuat disiplin mereka sebagai petugas pemasyarakatan," jelas Yusril.
Mengenai detail sanksi yang dijatuhkan, Yusril menyatakan informasi lebih lanjut akan disampaikan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.
"Ada yang diberhentikan juga. Detailnya nanti ditanyakan Pak Agus," tambahnya.
Yusril mengakui bahwa narkotika merupakan permasalahan paling serius di lapas.
"Masalah yang paling serius di LP itu kan masalah narkotika ya, itu memang masalah yang berat," katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya revisi Undang-Undang Narkotika untuk membedakan perlakuan antara pengedar dan pemakai. Harapannya, tidak semua pemakai harus dipenjara, sehingga dapat mengurangi jumlah narapidana.
Baca Juga: Keluarga Bongkar Pemindahan Ammar Zoni ke Nusakambangan Tanpa Pemberitahuan, Dianggap Langgar SOP
Kasus Amar Zoni Ungkap Modus Peredaran Narkoba dari Rutan Salemba
Pernyataan Menteri Yusril ini mengemuka menyusul terbongkarnya kasus peredaran narkotika yang melibatkan pesinetron Amar Zoni (AZ). Amar Zoni kembali ditangkap, kali ini diduga mengedarkan sabu dan tembakau sintetis dari dalam Rutan Kelas I Salemba, Jakarta Pusat, tempat ia sedang menjalani hukuman atas kasus sebelumnya.
Kasie Pidum Kejari Jakarta Pusat, Fatah Chotib Uddin, menjelaskan bahwa Amar Zoni tidak beraksi sendirian. Ia dibantu oleh lima narapidana lainnya: A, AP, AM alias KA, ACM, dan MR.
"AZ yang adalah mantan artis/public figure diketahui terlibat peredaran narkotika dari dalam Rutan... berupa narkotika jenis sabu dan tembakau sintetis," kata Fatah kepada wartawan, Kamis (9/10/2025).
Fatah memaparkan, modus operandi jaringan ini adalah memperoleh pasokan narkoba dari luar rutan melalui aplikasi pesan Zangi. Amar Zoni berperan sebagai penampung narkotika tersebut. Barang haram itu kemudian diserahkan secara berantai kepada tersangka lain (MR, AM, A, dan AP) untuk diedarkan di dalam rutan.
Kasus ini terungkap setelah petugas rutan mencurigai gerak-gerik para tersangka. Saat penggeledahan di kamar mereka, petugas menemukan barang bukti narkotika jenis sabu, tembakau sintetis, dan ekstasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Pura-pura Jadi Kurir Ekspedisi, Dua Pengedar Narkoba di Tangerang Tak Berkutik Diciduk Polisi
-
Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Minta Bos Maktour Tetap di Indonesia
-
Diperiksa KPK, Bos Maktour Tegaskan Pembagian Kuota Haji Wewenang Kemenag
-
KPK Endus Peran Kesthuri Jadi Pengepul Uang Travel Haji untuk Pejabat Kemenag
-
Hikmahanto Soroti Risiko Gabung Dewan Perdamaian: Iuran Rp16,9 T hingga Dominasi Trump
-
Pemulihan Listrik Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatera Capai 99 Persen
-
Bantah Pertemuan Rahasia dengan Google, Nadiem: Saya Lebih Sering Ketemu Microsoft
-
Untung Rugi RI Masuk Dewan Perdamaian Trump: Bisa 'Jegal' Keputusan Kontroversial?
-
Viral! Trotoar di Koja Dibongkar Paksa, Ternyata Ini yang Diburu Pencuri di Bawah Tanah
-
Kajari Magetan Dicopot, Diperiksa Intensif Kejagung Gegara Dugaan Pelanggaran Integritas!