- Ferry mengungkapkan percakapannya dengan Ari Keriting tentang ide untuk 500 anak muda masuk ke partai politik.
- Pandangan skeptis muncul dari Mahfud, yang menyatakan orang masuk ke dalam sistem politik seringkali "menjadi koruptor baru".
- Ferry sendiri mengakui bahwa dulu ia memiliki mimpi serupa untuk membuat partai politik baru.
Suara.com - Sebuah diskusi panas mengenai peran pemuda dalam membawa perubahan di Indonesia kembali mengemuka.
Dalam diskusi di kanal YouTube Mahfud MD Official, mantan Menteri Polhukam Mahfud MD mengundang anak-anak muda untuk mendiskusikan perubahan untuk Indonesia.
Ferry Irwandi, salah satu pembicaranya, mengungkapkan percakapannya dengan Ari Keriting tentang ide untuk 500 anak muda masuk ke partai politik.
"Bang Ari itu pernah nelepon gua, enggak apa-apa ya cerita Bang Ari itu pernah nelepon gua tiba-tiba enggak tahu beliau lagi sober atau tidak itu ya, gimana kita kalau 500 orang masuk satu partai politik katanya,” ucap Ferry, dikutip Selasa (21/10/2025).
Ide ini muncul dari rasa frustrasi terhadap situasi politik yang "kedap banget" dari luar. Namun, pandangan skeptis muncul dari Mahfud, yang menyatakan bahwa orang yang masuk ke dalam sistem politik seringkali "menjadi koruptor baru".
Ferry sendiri mengakui bahwa dulu ia memiliki mimpi serupa untuk membuat partai politik baru, namun kini ia menyadari adanya keterbatasan pribadi dan realitas yang berbeda.
Ia kini lebih condong pada perubahan dari luar.
"Mungkin bukan partai politik jalan terbaik yang bisa saya ambil sekarang," ucap Ferry.
Sebaliknya, ia melihat potensi besar pada generasi Z yang memiliki kapasitas luar biasa.
Baca Juga: Prabowo Alihkan Dana Korupsi Rp 13,2 T untuk Beasiswa LPDP dan 'Berburu' Anak Jenius
"Kita ini bukan anak muda lagi, Bang Ari,” katanya.
Ia memilih untuk fokus pada pendidikan, ia percaya bahwa pendidikan bisa membuat terdidiknya demokrasi yang ada di Indonesia.
"Semakin banyak yang terdidik semakin mudah demokrasi kita,” ujarnya.
Ini menimbulkan pertanyaan besar, apakah pemuda harus merangkul sistem atau mencari jalan disrupsi dari luar?
Reporter: Safelia Putri
Berita Terkait
-
Mahfud MD Heran Disuruh KPK Lapor Dugaan Korupsi Whoosh: Aneh, Panggil Saja Saya
-
Prabowo Ingin Uang Sitaan Rp 13 Triliun Buat LPDP, Wamendikti Saintek Siap Gerak Cepat!
-
Prabowo Alihkan Dana Korupsi Rp 13,2 T untuk Beasiswa LPDP dan 'Berburu' Anak Jenius
-
Mahfud MD Pertanyakan Kejanggalan Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Sengketa Hotel Sultan Memanas, Hamdan Zoelva Laporkan Ketua PN Jakpus dan PT DKI ke Komisi Yudisial
-
Bareskrim Tangkap Bandar Narkoba Jaringan Ko Erwin di Pontianak, Kini Buru Otaknya The Doctor
-
IWD 2026: Yayasan IPAS Perkuat Layanan bagi Penyintas Kekerasan Gender
-
Rismon Sianipar Minta Maaf Soal Ijazah Jokowi, Gibran: Ramadan Bulan Baik untuk Memaafkan
-
Pesawat Tanker KC-135 Milik AS Jatuh Saat Operasi Militer di Iran
-
Rudal-rudal Iran Masih Menghantui, Trump dan Netanyahu Terpojok Skandal Dalam Negeri
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun
-
Gebrakan Dittipideksus Bareskrim di Jawa Timur: Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp25,9 Triliun
-
Alasan KPK Baru Tahan Gus Yaqut Sekarang: Tak Ingin Terburu-buru dan Tunggu Bukti