- Tim gabungan Bareskrim Polri menangkap Abdul Hamid alias Boy, bandar narkoba jaringan Ko Erwin di Pontianak pada 10 Maret 2026.
- Penangkapan terjadi setelah Boy melarikan diri dari Bima, NTB, dan tim masih memburu Ko Andre alias The Doctor sebagai pengendali utama.
- Pengungkapan ini merupakan pengembangan dari penangkapan Charles Bernando dan Arfan Yulias Lauw terkait transaksi sabu Ko Erwin.
Suara.com - Tim gabungan Subdirektorat IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Satgas NIC menangkap Abdul Hamid alias Boy, bandar narkotika yang diduga menjadi bagian dari jaringan Erwin Iskandar alias Ko Erwin di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Tersangka ditangkap di sebuah rumah kontrakan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Selasa, 10 Maret 2026 setelah sebelumnya melarikan diri dari Bima untuk menghindari proses hukum.
Kasatgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Kevin Leleury mengatakan penangkapan dilakukan setelah tim melakukan penyelidikan intensif untuk melacak keberadaan pelaku.
"Tim gabungan Subdit 4 Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Satgas NIC berhasil mengamankan Abdul Hamid alias Boy, yang berperan sebagai bandar narkotika dalam jaringan Erwin Iskandar di wilayah Nusa Tenggara Barat," ujar Kevin kepada wartawan, Kamis (12/3/2026) malam.
Menurut Kevin, tersangka berhasil diidentifikasi setelah tim gabungan menelusuri pergerakan pelaku yang kabur dari NTB hingga bersembunyi di Kalimantan Barat.
"Tersangka diamankan di sebuah rumah kontrakan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, setelah sebelumnya melarikan diri dari Bima, NTB, untuk menghindari proses penegakan hukum," katanya.
Kevin menambahkan, tersangka kini telah dibawa ke kantor Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sekaligus pengembangan perkara.
Polisi juga masih memburu sosok lain yang diduga memiliki peran lebih besar dalam jaringan tersebut, yakni Ko Andre seseorang yang dikenal dengan julukan The Doctor.
"Tim gabungan Subdit 4 dan Satgas NIC masih terus melakukan pendalaman serta pengejaran terhadap pihak lain yang terlibat, termasuk terhadap seseorang yang dikenal dengan sebutan 'The Doctor', yang diduga kuat sebagai pengendali utama dalam jaringan peredaran narkotika tersebut," beber Kevin.
Baca Juga: Warga Tel Aviv Saat Ini: Di Langit Hujan Rudal Iran, Di Bungker Dipenuhi Pecandu Narkoba
Kevin menegaskan Bareskrim Polri berkomitmen menuntaskan pengungkapan jaringan tersebut hingga ke tingkat pengendali.
Pengembangan Kasus Ko Erwin
Sebelumnya, Bareskrim Polri telah lebih dahulu menangkap dua orang yang diduga terkait jaringan narkoba Erwin Iskandar alias Ko Erwin. Keduanya adalah Charles Bernando dan Arfan Yulias Lauw yang diringkus di Teluk Naga, Tangerang, Banten, pada Sabtu (28/2/2026).
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Susanto menyebut penangkapan keduanya merupakan hasil pengembangan dari pemeriksaan terhadap Ko Erwin.
"Tim opsnal subdit IV melakukan pengembangan dari pemeriksaan awal tersangka Erwin Iskandar. Tersangka Erwin Iskandar pernah melakukan salah satu transaksi narkoba jenis sabu yang dibeli dari saudara Charlie," jelas Eko.
Dalam jaringan tersebut, Charles diduga berperan sebagai penghubung antara Ko Erwin dengan Arfan yang diduga menjadi pemasok sabu.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
IWD 2026: Yayasan IPAS Perkuat Layanan bagi Penyintas Kekerasan Gender
-
Rismon Sianipar Minta Maaf Soal Ijazah Jokowi, Gibran: Ramadan Bulan Baik untuk Memaafkan
-
Pesawat Tanker KC-135 Milik AS Jatuh Saat Operasi Militer di Iran
-
Rudal-rudal Iran Masih Menghantui, Trump dan Netanyahu Terpojok Skandal Dalam Negeri
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun
-
Gebrakan Dittipideksus Bareskrim di Jawa Timur: Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp25,9 Triliun
-
Alasan KPK Baru Tahan Gus Yaqut Sekarang: Tak Ingin Terburu-buru dan Tunggu Bukti
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?