- Mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan mengaku pernah didekati dua tokoh nasional yang meminta agar proyek tangki BBM Merak milik Riza Chalid "diperhatikan"
- Karen menyatakan telah mendelegasikan wewenang penandatanganan proyek kepada bawahannya dan setelah itu tidak pernah menerima laporan perkembangan apa pun
- Kasus korupsi tata kelola minyak mentah ini, yang menyeret nama Riza Chalid dan anaknya, diduga merugikan negara hingga Rp 285,1 triliun
Suara.com - Sidang kasus korupsi tata kelola minyak mentah di PT Pertamina memanas dengan kesaksian mantan Direktur Utama, Galaila Karen Kardinah alias Karen Agustiawan. Di hadapan majelis hakim, Karen blak-blakan mengungkap adanya tekanan dari dua tokoh nasional terkait proyek penyewaan terminal bahan bakar minyak (BBM) Merak yang terafiliasi dengan mafia migas, Mohamad Riza Chalid.
Karen dihadirkan sebagai saksi dalam sidang yang menjerat anak Riza Chalid, Muhamad Kerry Adrianto Riza, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (27/10/2025). Kesaksiannya menyorot intervensi tingkat tinggi yang terjadi di balik proyek yang merugikan negara hingga triliunan rupiah.
Jaksa membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) yang mengungkap momen krusial tersebut. Dalam BAP, Karen mengaku dihampiri dua tokoh penting di sebuah acara pernikahan di Hotel Dharmawangsa pada awal 2014.
"Terdapat dua tokoh nasional yang menghampiri saya dan menyampaikan agar tangki Merak diperhatikan,” ujar jaksa saat membacakan BAP Karen.
Saat dicecar lebih lanjut mengenai bentuk tekanan dan intervensi dari luar Pertamina, Karen memberikan jawaban diplomatis namun sarat makna. Ia mengibaratkan permintaan "perhatian" itu sebagai cambuk untuk memastikan semua proses berjalan sesuai aturan.
"Izin yang mulia, sebagai Dirut Pertamina, yang assalamualaikum ke Dirut Pertamina itu banyak. Masalahnya, diakomodir atau tidak," kata Karen.
"Jadi, kalau misalnya dibilang agar diperhatikan. Itu menjadi cambuk bagi saya untuk menekan supaya harus benar-benar taat pada TKO,” jelasnya.
Dalam sidang tersebut, Karen juga menceritakan awal perkenalannya dengan Riza Chalid pada 2008. Ia dikenalkan oleh Direktur Utama Pertamina saat itu, Ari Soemarno, di lobi Hotel Dharmawangsa.
"Saya baru pulang dari rapat (di) Natuna, di lobi dengan Pak Ari (Soemarno) dan bertemu dengan Mohamad Riza Chalid, dan saya diperkenalkan," ujar Karen.
Baca Juga: Buron! Kejagung Kejar Riza Chalid, WNA Menyusul di Kasus Korupsi Pertamina
Terkait proyek penyewaan terminal BBM Merak, Karen mengaku telah mengalihkan wewenang penandatanganan perjanjian kepada Direktur Pemasaran dan Niaga saat itu, Hanung Budya Yuktyanta. Pengalihan ini, menurutnya, dilakukan atas permintaan Hanung sendiri.
"Mengingat rencana pemanfaatan ini hanya dalam Direktorat Pemasaran dan Niaga, maka kami usulkan untuk dikuasakan saja ke Direktur Pemasaran Niaga sebagai wakil PT Pertamina Persero. Jadi, Pak Hanung yang meminta untuk dikuasakan ke beliau," terang Karen.
Setelah kewenangan dialihkan, Karen mengaku tidak pernah lagi menerima laporan perkembangan proyek tersebut, baik dalam rapat direksi maupun secara informal.
"Secara resmi di dalam rapat direksi tidak pernah, secara pribadi pun tidak pernah (dapat laporan),” imbuhnya.
Kasus ini sendiri diduga telah menyebabkan kerugian negara yang fantastis, mencapai Rp 285,1 triliun secara keseluruhan, dengan proyek pengadaan terminal BBM PT OTM menyumbang kerugian hingga Rp 2,9 triliun. Kejaksaan Agung telah menetapkan 18 tersangka, namun Riza Chalid sendiri hingga kini masih buron.
Berita Terkait
-
Buron! Kejagung Kejar Riza Chalid, WNA Menyusul di Kasus Korupsi Pertamina
-
Sidang Kasus Tangki Merak: Karen Agustiawan Ungkap Tekanan dan Beban Tak Adil untuk Pertamina
-
Karen Agustiawan Sebut Pemerintah Lempar Tanggung Jawab ke Pertamina soal Sewa Tangki BBM
-
Kewenangan Dicabut, Eks Dirut Pertamina Klaim Tak Tahu Soal Penyewaan Tangki BBM PT OPM
-
Penuhi Stok Terbatas, Eks Dirut Pertamina Sebut Terminal BBM PT OTM jadi Tambahan Energi Nasional
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Cara Cek Pajak Tahunan Mobil Listrik Lewat HP, Cepat dan Nggak Pakai Ribet!
-
Biaya Pendidikan Terus Naik, Begini Cara Cerdas Mengelola Dana Daftar Ulang Kuliah
-
Bikin Heboh! Mal Kota Kasablanka Dipasangi Pagar Besi Lancip, Warganet Mulai Berspekulasi, Ada Apa?
-
Misteri di Balik Makam yang Dibongkar: Suami Laporkan Rahasia Gelap Staf Kejari Mojokerto ke Polisi
-
Duel Berdarah di Karo Renggut 2 Korban Jiwa, Polisi Selidiki
-
Arab Saudi Galang 14 Negara Lindungi Jalur Minyak dari Ancaman Houthi Yaman
-
KPR Subsidi 40 Tahun Bisa Jadi Solusi atau Bumerang? Indef Singgung Krisis AS 2008
-
3 Parfum Aroma Powdery Lembut ala Bayi yang Tahan Lama dari Brand Lokal
-
Biar Bibir Halus dan Pink Pakai Lip Balm Apa? Ini 3 Pilihan Bagus Menurut Review Pengguna
-
Wacana Gaji Naik saat OTT Marak, Solusi Palsu Korupsi Kepala Daerah