-
KPK mengingatkan Pemprov DKI Jakarta segera memanfaatkan lahan eks RS Sumber Waras yang terbengkalai.
-
Akses jalan menuju lokasi dinilai tidak memadai untuk operasional rumah sakit rujukan tertinggi.
-
Pemprov DKI didesak menyusun rencana induk dan berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk segera menyusun rencana induk yang jelas terkait pemanfaatan lahan bekas Rumah Sakit Sumber Waras di Jakarta Barat. KPK menegaskan aset senilai Rp1,4 triliun yang telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) ini tidak boleh lagi terbengkalai.
Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK, Dwi Aprilia Linda, menyoroti satu masalah krusial: akses jalan yang belum memadai untuk mendukung pembangunan rumah sakit rujukan tertinggi di lokasi tersebut.
"Saat ini akses jalan yang ada belum memadai untuk mendukung operasional rumah sakit sebagai top referral hospital. Pemprov DKI perlu berkoordinasi dengan lintas sektor terkait penataan akses jalan," ujar Linda dalam keterangannya, Selasa (28/10/2025).
Oleh karena itu, KPK meminta Pemprov DKI untuk segera melakukan tiga langkah utama:
- Menyusun master plan (rencana induk) pembangunan rumah sakit.
- Menata zonasi lahan secara terperinci.
- Menyiapkan infrastruktur pendukung, terutama akses jalan yang layak.
Linda menekankan, koordinasi dengan berbagai pihak terkait menjadi kunci untuk memastikan proses ini berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai hukum. Peringatan ini disampaikan setelah KPK dan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membahas pemulihan aset tersebut pada 16 Oktober, yang dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lokasi pada 24 Oktober 2025.
"Pemulihan aset ini harus dilihat sebagai upaya memperkuat integritas tata kelola dan memastikan aset daerah kembali memberikan nilai manfaat bagi masyarakat," pungkasnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123