- Media Inggris, The Guardian, melaporkan bahwa IKN berisiko menjadi "kota hantu" akibat anjloknya pendanaan negara dan investasi swasta yang tidak mencapai target
- Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, membantah tegas laporan tersebut dan menyatakan pembangunan IKN terus berjalan tanpa ragu untuk mencapai target sebagai Ibu Kota Politik pada 2028
- Basuki memastikan anggaran pembangunan IKN tahap II sebesar Rp 48,8 triliun tidak terdampak kebijakan efisiensi pemerintah dan telah mendapat persetujuan penuh dari kementerian terkait
Suara.com - Sorotan tajam media internasional kembali mengarah ke proyek strategis Ibu Kota Nusantara (IKN). Media Inggris, The Guardian, secara blak-blakan menyebut IKN berada dalam bahaya dan terancam menjadi sebuah kota hantu, memicu respons keras dari pemerintah.
Dalam artikelnya yang berjudul, "Indonesia’s new capital, Nusantara, in danger of becoming a ‘ghost city’," The Guardian melukiskan gambaran pesimistis. Mereka menyoroti kondisi jalanan Nusantara yang sebagian besar masih kosong, kecuali beberapa pekerja dan wisatawan.
Laporan tersebut mengklaim bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pendanaan negara untuk proyek ibu kota baru telah anjlok drastis. Dari £2 miliar pada tahun 2024 menjadi £700 juta pada tahun 2025, dengan alokasi hanya £300 juta untuk tahun depan, atau sepertiga dari yang diminta.
"Investasi swasta juga telah turun lebih dari £1 miliar dari target," tulis media tersebut, menggarisbawahi keraguan atas masa depan proyek ambisius ini.
Pandangan ini diperkuat oleh pernyataan Herdiansyah Hamzah, seorang sarjana hukum tata negara dari Universitas Mulawarman, yang dikutip dalam artikel tersebut. Ia mengatakan proyek tersebut sudah menjadi "kota hantu" dan sebutan "ibu kota politik" tidak memiliki arti dalam hukum Indonesia.
"Ibu kota baru bukanlah prioritas bagi Prabowo," katanya.
"Secara politik, ia tidak mau mati, tidak mau hidup," tambah dia sebagaimana ditulis The Guardians.
Menjawab tudingan miring tersebut, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa pembangunan IKN terus berjalan maju tanpa keraguan sedikit pun. Ia membantah keras narasi pesimistis dan memastikan proyek tetap sesuai jalur untuk mencapai target sebagai Ibu Kota Politik pada 2028.
“Tidak ada keraguan dalam membangun IKN. Semua langkah yang diambil kini sepenuhnya diarahkan untuk mencapai target menjadikan Nusantara sebagai Ibu Kota Politik pada tahun 2028, sesuai dengan arahan Presiden,” ujar Basuki di Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Baca Juga: Tiba-tiba Disorot Media Asing: IKN Terancam Jadi 'Kota Hantu' di Tengah Anggaran Seret
Basuki juga menepis kekhawatiran soal pemangkasan anggaran. Ia memastikan alokasi dana sebesar Rp 48,8 triliun untuk pembangunan IKN tahap II (2025-2029) tidak akan terpengaruh oleh kebijakan efisiensi pemerintah pusat.
“Alhamdulillah sampai sekarang usulan kami selalu disetujui. Dan sampai sekarang belum ada imbas, dan mudah-mudahan ke depan tidak akan terimbas dengan kebijakan efisiensi dan sebagainya. Dan kami bisa melaksanakan tugas kami dengan sebaik-baiknya,” tegas Basuki.
Ia menceritakan telah bertemu langsung dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Sekretaris Negara untuk mengamankan komitmen anggaran tersebut. Menurutnya, pemerintah mendukung penuh IKN karena proyek ini menggabungkan APBN, Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dan investasi swasta murni.
“Yang kita bangun bukan sekadar kota baru, tapi masa depan Indonesia. Dan masa depan itu kini sedang kita wujudkan bersama,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Tiba-tiba Disorot Media Asing: IKN Terancam Jadi 'Kota Hantu' di Tengah Anggaran Seret
-
Sebut Ada Arahan dari Prabowo, Menkeu Tolak Bayar Utang Kereta Cepat Pakai APBN
-
Menkeu Tolak Pembayaran Utang Kereta Cepat Pakai APBN, Prof. Sulfikar: 95 Persen Ini Maunya Prabowo
-
Dugaan Mark-Up Gila-gilaan Proyek Warisan Jokowi: Biaya 3 Kali Lipat, Utang Rp2 Triliun Tiap Tahun
-
Alarm Mahfud MD: IKN dan Whoosh Warisan Masalah Hukum, Prabowo Didesak Turun Tangan
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
Terkini
-
Kabar Duka dari Tanah Suci: Calon Haji Asal Bengkulu Wafat Usai Beribadah di Masjid Nabawi
-
101 Terduga Perusuh May Day Dipulangkan, Polda Metro Jaya Kini Buru Aktor Intelektual dan Pendana
-
Kedok Pekerja Migran, Imigrasi Gagalkan Keberangkatan 42 Calon Haji Ilegal di Bandara Soetta
-
Irma Suryani Ingatkan DPR Tak Ulangi Kesalahan UU Cipta Kerja dalam Pembahasan RUU Ketenagakerjaan
-
Iran Kirim Proposal Negosiasi Baru, Trump Malah Siapkan Pasukan Darat di Selat Hormuz
-
Biaya Perang Iran Tembus Rp1600 T, Warga AS Bayar Mahal: Rp8 Juta per Bulan per Rumah
-
Pentagon Dituding Bohong! Biaya Perang AS vs Iran Tembus Rp1.600 Triliun
-
Balas Ancaman Trump, Panglima Militer Tegaskan Jari Tentara Iran Sudah di Pelatuk
-
Geger! Hacker 15 Tahun Bobol Basis Data Nasional, Pemerintah Prancis Kelimpungan
-
Sempat Bikin Geger, Kini Amien Rais Hapus Video Fitnah yang Singgung Prabowo dan Seskab Teddy