- Front Persaudaraan Islam (FPI) menggelar aksi damai di depan Komnas HAM, Jakarta, untuk menuntut keadilan atas tewasnya enam laskar mereka di KM 50.
- Ketua LDP FPI Matraman, Ibrahim Oli’i, menyebut aksi ini rutin dilakukan setiap Jumat sebagai bentuk doa dan perjuangan moral.
- FPI menilai para korban tidak bersalah dan hanya menjalankan tugas mengawal Imam Besar Habib Rizieq Shihab.
Suara.com - Aksi damai yang dilakukan Front Persaudaraan Islam (FPI) di depan Kantor Komnas HAM berjalan dengan tertib. Selain meminta keadilan terkait dengan kasus tewasnya enam orang laskar FPI, peserta aksi juga melantunkan doa terhadap mereka.
Ketua Lembaga Dakwah Persaudaraan (LDP) FPI DPC Matraman, Ibrahim Oli’i mengatakan aksi ini memang rutin mereka lakukan setiap hari jumat.
“Kita memang aksi damai. Biasanya rutinitas setiap Jumat ini aksi damai untuk mengirim doa kepada arwah para enam syuhada kita, enam kawan kita, saudara kita yang dulu 5 tahun lalu diculik, disiksa, bahkan dibantai dan fitnah oleh rezim,” kata Ibrahim kepada Suara.com, di depan Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat (31/10/2025).
Mereka menuntut keadilan, lantaran para pelaku pembunuhan terhadap keenam laskar mendapat vonis bebas
“Sekarang mereka bebas, divonis bebas,” jelasnya.
Ibrahim menyatakan jika aksi damai yang dilakukan oleh pihaknya sebagai jembatan agar suara mereka terdengar.
Pasalnya, enam orang ini sama sekali tidak bersalah, mereka hanya melindungi Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab dari penguntitan yang dilakukan oleh aparat kepolisian.
“Mereka enggak berbuat apa-apa, hanya mengawal gurunya yaitu Imam Besar kami,”ucapnya.
Ibrahim mengatakan, aksi ini dilakukan secara bergantian. Saat ini kebetulan wilayah Jakarta Timur yang kebagian jatah melaksanakan aksi di depan Komnas HAM.
“Kalau semua wilayah kemari, tempatnya gak muat. Makanya dibuat rolling,” ungkapnya.
Tragedi KM 50 di Tol Jakarta-Cikampek yang terjadi pada 7 Desember 2020 silam hingga kini dinilai masih penuh misteri.
Dalam peristiwa tersebut, tiga polisi, yakni Ipda Elwira Priadi Z, Briptu Fikri Ramadhan, dan Ipda Yasmin Ohorella melakukan penembakan hingga mengakibatkan enam laskar FPI hingga meninggal dunia.
Namun, Ipda Elwira Priadi Z meninggal dunia sebelum disidangkan.
Menurut surat dakwaan jaksa penuntut umum, Briptu Fikri dan Ipda Yasmin menembak karena anggota Laskar FPI yang saat itu ditangkap melawan dan mengancam keselamatan mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi