-
Pemprov DKI akan membangun waduk dan rusun untuk atasi banjir berulang di Jati Padang.
-
Lokasi merupakan area tangkapan air sehingga perbaikan tanggul saja tidak cukup efektif.
-
Lebih dari 1.000 KK di lahan seluas 7 hektare akan direlokasi secara komprehensif.
Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyiapkan langkah penanganan jangka menengah dan panjang untuk mencegah banjir berulang di kawasan Jati Padang, Jakarta Selatan, khususnya di sekitar Tanggul Baswedan yang kerap jebol.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan, meskipun perbaikan tanggul terus dilakukan, solusi permanen diperlukan karena kondisi geografis Jati Padang sebagai area tangkapan air atau catchment area dari Kali Krukut. Untuk itu, Pemprov DKI berencana membangun waduk dan rumah susun (rusun) di sekitar lokasi.
"Karena daerah ini adalah catchment area dan muara dari Kali Krukut, maka harus ditangani secara komprehensif," ujar Pramono saat meninjau lokasi, Selasa (4/11/2024).
Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih tujuh hektare yang akan difungsikan sebagai kawasan pengendali banjir terpadu. Selain waduk, di area tersebut juga akan dibangun hunian vertikal dan ruang rekreasi publik.
"Di sini ada area sekitar 7 hektare yang bisa menjadi catchment area, sekaligus menjadi rumah susun dan tempat rekreasi," tuturnya.
Menurut Pramono, penataan ini penting agar penanganan banjir tidak lagi bersifat parsial. Dengan pendekatan menyeluruh, pemerintah berharap dampak genangan dapat diminimalkan sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga. Ia mengakui bahwa perbaikan tanggul atau pengerukan sungai saja tidak akan efektif.
"Posisinya mau dikeruk berapa pun, karena ini tempatnya di catchment area, pasti akan terjadi lagi," ucapnya.
Terkait lahan seluas 7,3 hektare yang dihuni lebih dari 1.000 Kepala Keluarga (KK), Heru mengaku akan memikirkan solusi terbaik untuk relokasi warga.
"Lahan seluas 7,3 hektare dengan KK hampir 1.000 lebih itu yang sedang kita pikirkan. Penanganannya akan dilakukan secara komprehensif," pungkasnya.
Baca Juga: Ancaman Banjir di Depan Mata, Begini Kesiapan Pemprov DKI Hadapi Cuaca Ekstrem hingga Februari 2026
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba