-
Ratusan buruh KASBI berunjuk rasa di depan Gedung DPR menolak dampak Omnibus Law.
-
Aksi menggunakan simbol dua boneka gurita raksasa yang melambangkan korupsi para pejabat.
-
Mereka mendesak pengesahan RUU Ketenagakerjaan baru yang lebih berpihak pada nasib kaum buruh.
Suara.com - Aksi massa buruh yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) menggelar aksi unjuk rasa di depan kompleks Gedung DPR RI pada Kamis (6/11/2025).
Massa buruh menyuarakan penolakan terhadap dampak Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) dan mendesak legislasi ketenagakerjaan yang lebih berpihak pada pekerja.
Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, terlihat elemen protes yang menonjol, yakni dua boneka gurita berukuran besar ditempatkan secara strategis di depan gerbang utama Gedung Parlemen.
Simbolisme ini tidak sembarangan. Sebab, boneka tersebut diibaratkan sebagai representasi praktik korupsi para pejabat yang menggurita dan menjerat kesejahteraan kaum pekerja.
Bahkan, visual yang kuat tersebut dirancang untuk menarik perhatian publik dan para legislator terhadap isu yang lebih dalam dari sekadar regulasi, yaitu integritas pemangku kebijakan.
Ketua Umum KASBI, Unang Sunarno, dalam orasinya dari atas mobil komando, menjelaskan alasan strategis pemilihan lokasi aksi. Menurutnya, menyuarakan aspirasi langsung di pusat legislatif adalah langkah esensial untuk memberikan tekanan politik yang signifikan.
“Kami menggelar aksi di depan Gedung DPR, agar bisa mendesak RUU Ketenagakerjaan yang pro terhadap buruh, agar tidak seperti Omnibuslaw Cipta Kerja,” kata Unang, saat di atas mobil komando, (6/11/2025).
Pernyataan tersebut sekaligus menggarisbawahi tujuan utama aksi, yaitu mendorong lahirnya sebuah undang-undang baru yang dapat merevisi atau menggantikan pasal-pasal kontroversial dalam Omnibus Law yang dinilai merugikan.
Unang juga merinci dampak langsung yang dirasakan oleh para pekerja sejak pengesahan Omnibus Law.
Baca Juga: Spanduk Raksasa Hiasi Gedung DPR, Massa Tuntut UU Ketenagakerjaan Pro Buruh
Regulasi tersebut, menurutnya, telah menjadi landasan hukum bagi praktik-praktik yang menekan hak-hak normatif buruh secara masif di berbagai sektor industri.
"Banyak kawan-kawan kena pengurangan upah, dan pesangon. Serta banyak dilakukannya PHK," jelasnya.
Akibat yang dirasakan secara kolektif inilah yang menjadi bahan bakar utama perlawanan serikat buruh, menuntut adanya intervensi legislatif yang dapat memulihkan kembali jaminan kepastian kerja dan keadilan upah bagi kelas pekerja di Indonesia.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah 1.464 personel gabungan dari TNI, Polri dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dikerahkan mengawal demonstrasi buruh yang digelar di DPR RI.
"Kami hadir untuk memastikan semuanya berjalan dengan aman dan kondusif," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro dikutip dari Antara, Kamis (6/11/2025).
Selain dari massa buruh, unjuk rasa juga dilakukan di sejumlah titik di Jakarta Pusat yang dilakukan aliansi mahasiswa. Aksi tersebut berlangsung di kawasan Monas dan juga Kementerian Haji dan Umrah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi