News / Nasional
Selasa, 11 November 2025 | 05:35 WIB
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu memastikan pengamanan jaksa dalam yang tangani kasus korupsi Dinas PUPR Medan ditingkatkan. [Suara.com/Dea]
Baca 10 detik
  • KPK perketat pengamanan jaksa di Medan setelah rumah hakim Khamazaro Waruwu terbakar misterius.

  • Hakim tersebut menangani kasus korupsi yang menyeret eks Kadis PUPR Sumut, Topan Ginting.

  • Insiden terjadi setelah hakim memerintahkan jaksa untuk menghadirkan Gubernur Sumut Bobby Nasution ke persidangan.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi adanya peningkatan pengamanan secara signifikan bagi para jaksa penuntut umum (JPU) yang bertugas dalam sidang kasus korupsi proyek infrastruktur jalan di Sumatera Utara.

Langkah tersebut merupakan respons langsung atas insiden kebakaran yang menghanguskan kediaman Hakim Khamazaro Waruwu, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan yang memimpin jalannya persidangan tersebut, pada Selasa (4/11/2025).

Kasus korupsi ini menjadi sorotan tajam publik karena menjerat mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut, Topan Ginting, yang dikenal memiliki kedekatan dengan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.

Insiden kebakaran di rumah Hakim Khamazaro terjadi hanya berselang beberapa Waktu, setelah ia mengeluarkan perintah kepada jaksa untuk menghadirkan Bobby Nasution dalam persidangan guna dimintai keterangan.

"Tentunya kami meningkatkan kewaspadaan bagi para jaksa penuntut umum yang saat ini sedang melakukan tugasnya, melakukan penuntutan dalam kegiatan atau persidangan terkait dengan perkara tangkap tangan di Sumatera Utara," ujar Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, dalam keterangannya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (10/11/2025).

Asep Guntur menjelaskan bahwa tim JPU KPK kini mendapatkan pengawalan khusus selama berada di Medan untuk menjalani proses persidangan.

"Para JPU yang di sini (JPU KPK) itu menginap di sana (Kota Medan), kami juga lengkapi dengan teman-teman yang pengamanan dari KPK. Sejauh ini tentunya kita mengikutsertakan para pengaman yang ada dari KPK," tutur Asep.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kewaspadaan ini adalah respons yang wajar dan perlu dilakukan untuk menjamin keselamatan aparat penegak hukum yang bertugas.

"Jadi tingkatkan kewaspadaan, ya, tentu wajar, ya, sebuah respon atas kejadian yang terjadi di sana,” tambah dia.

Baca Juga: Rumah Hakim Kasus Korupsi Rp231 M Dibakar, Komisi III DPR: Ini Kejahatan Terencana

Lebih lanjut, Asep menekankan bahwa KPK menaruh harapan besar kepada pihak kepolisian untuk dapat mengusut tuntas penyebab kebakaran di rumah Hakim Khamazaro.

KPK, tegasnya, akan terus memantau perkembangan situasi keamanan di Medan secara intensif.

Sebelumnya, Topan Ginting resmi ditetapkan KPK jadi tersangka dugaan korupsi proyek jalan di Sumut.

Penetapan tersangka terhadap Topan Ginting alias TOP ini setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi jalan yang melibatkan Dinas PUPR Sumut serta Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Sumut.

Asep Guntur, mengatakan bahwa selain Topan Ginting, KPK juga menetapkan status tersangka terhadap 4 orang lainnya. Total ada 5 orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Menetapkan 5 tersangka (dugaan korupsi proyek jalan di Sumut)," kata Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (28/6/2025).

Load More