-
- TOURISE 2025 resmi dibuka di Riyadh dengan pidato Menteri Pariwisata Arab Saudi, menghadirkan forum bagi sektor publik, swasta, dan LSM untuk membahas pengembangan pariwisata.
- Event ini menyoroti tantangan tenaga kerja, digitalisasi, dan peran perempuan serta generasi muda dalam industri pariwisata global yang menyumbang 10% PDB dunia.
- Selama tiga hari, peserta akan berdiskusi, bertukar gagasan, dan merancang strategi untuk masa depan pariwisata, sambil menikmati suasana santai di Riyadh.
Suara.com - Pembukaan event TOURISE di Riyadh resmi digelar dengan opening speech dari Menteri Pariwisata Arab Saudi, H.E. Ahmed Al-Khateeb. Event ini hadir sebagai wadah baru untuk mempertemukan sektor publik, sektor swasta, dan LSM dalam satu ekosistem pariwisata yang komprehensif.
Menteri Pariwisata Arab Saudi yang juga sekaligus ketua TOURISE ini menyampaikan, sejak dimulainya pengembangan sektor pariwisata di Saudi Arabia pada 2019, pihaknya telah menghadiri berbagai konferensi dan pameran di seluruh dunia. Namun, mereka menemukan adanya kesenjangan: belum ada platform di mana pemerintah, sektor swasta, dan lembaga non-profit dapat bertemu sekaligus untuk berdiskusi dan merencanakan strategi pengembangan pariwisata secara terintegrasi.
Dari situ, lahirlah ide TOURISE, sebuah forum yang menggabungkan seluruh ekosistem pariwisata mulai dari agen perjalanan, platform digital, maskapai penerbangan, bandara, mobilitas, akomodasi, hingga sektor F&B dan teknologi pendukung industri.
“Ekosistem pariwisata tidak hanya tentang perjalanan. Saat berlibur, wisatawan menggunakan maskapai dan bandara untuk mencapai tujuan, tetapi ketika sampai, mereka menghabiskan waktu di destinasi melalui aktivitas belanja, kuliner, dan hiburan. Semua elemen ini harus disatukan untuk melayani lebih dari 1,5 miliar wisatawan global yang bepergian setiap tahun, dengan proyeksi meningkat hingga 2,5 hingga 3 miliar pada 2035,” ujarnya dalam opening keynote di Riyadh, Selasa (11/11/2025).
Menteri Pariwisata Arab Saudi menekankan perlunya kolaborasi antara sektor publik dan swasta untuk menghadapi tantangan tenaga kerja di sektor pariwisata.
Berdasarkan laporan terbaru, sektor ini menyerap sekitar 357 juta pekerja atau 10% dari tenaga kerja global, dan diperkirakan akan menambah 90 juta pekerjaan baru pada 2034. Namun, akan ada kesenjangan sekitar 40 juta pekerjaan yang perlu diisi.
TOURISE bertujuan menjadi ruang diskusi selama tiga hari ke depan, di mana lebih dari 50 menteri pariwisata dari berbagai negara akan membahas solusi terkait tenaga kerja, investasi, konektivitas, serta teknologi dan AI dalam industri pariwisata.
Menteri juga menyoroti pentingnya menjaga sentuhan manusia dalam layanan pariwisata, terutama bagi interaksi langsung dengan wisatawan, di tengah era digitalisasi dan AI.
“40% pekerjaan di sektor ini dikerjakan oleh perempuan dan 80% oleh generasi muda. Ini merupakan sektor terbaik untuk menciptakan peluang kerja global bagi wanita dan pemuda, termasuk di negara-negara kecil, pulau, dan wilayah berkembang,” tambahnya.
Baca Juga: 39 Atlet Indonesia Ikuti Islamic Solidarity Games 2025 di Arab Saudi, Ada Balap Unta
Event TOURISE menekankan pendekatan kolaboratif dan praktis, bukan formalitas semata. Para peserta akan menghabiskan tiga hari untuk berdiskusi, bertukar gagasan, dan menyusun strategi, sekaligus menikmati suasana santai di Riyadh.
Sektor pariwisata global sendiri menyumbang sekitar 10% dari PDB dunia atau sekitar 11 triliun dolar AS, sekaligus 10% dari total lapangan kerja global.
Menteri Pariwisata menutup pidatonya dengan menyampaikan harapan agar semua peserta menikmati event ini sebagai forum global yang menyenangkan, produktif, dan inovatif.
“TOURISE adalah acara kita, forum ini akan digelar setiap tahun di Riyadh untuk membahas tantangan dan peluang di sektor yang sangat penting ini. Nikmati tiga hari ini, mari bersenang-senang sambil merancang masa depan pariwisata global,” tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Warga Jakarta Catat! CFD Rasuna Said Rehat Sejenak, Bakal Comeback Lebih Kece di Juni 2026
-
Tito Karnavian Dampingi Prabowo Luncurkan Operasional 1.061 KDKMP di Jawa Timur
-
Kepala BPKP Gemetar Lapor Korupsi di Lingkaran Presiden, Prabowo: Mau Orang Saya, Tidak Ada Urusan!
-
Ketua RW Sebut Bukan Warga Lokal, Siapa Belasan Orang yang Keroyok Dico hingga Tewas di Grogol?
-
Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar
-
Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar
-
AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One
-
Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN
-
Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil
-
Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah, Sebut Ada Pimpinan Tidak Kuat jika Berurusan dengan Uang