-
Roy Suryo membantah tudingan Kapolda Metro Jaya bahwa dirinya mengedit ijazah Presiden Jokowi.
-
Ia mengklaim objek analisisnya adalah ijazah yang diunggah oleh kader PSI, Dian Sandi.
-
Roy Suryo mengkritik keras MUI dan BEM Nusantara karena ikut mengomentari status tersangkanya.
Suara.com - Roy Suryo melancarkan serangan balik dari berbagai arah setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo.
Ia tidak hanya membantah secara fundamental tuduhan dari Kepolisian, tetapi juga mengalihkan sorotan ke pihak lain dan mengkritik keras lembaga yang mengomentari status hukumnya.
Pertama, Roy Suryo secara terbuka mempertanyakan klaim Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, yang menyatakan bahwa dirinya telah melakukan penyuntingan atau editing terhadap ijazah yang dipermasalahkan.
"Kami pertanyakan ketika kemarin Pak Metro 1, Kapolda Metro Jaya, mengatakan kami melakukan editing terhadap ijazah," kata Roy di Gedung Joang '45, Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2025).
"Nggak ada satu pun sama sekali yang melakukan editing terhadap ijazah. Ijazahnya itu adalah justru orang yang seharusnya layak ditersangkakan,” katanya.
Selanjutnya, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini justru menunjuk pada sumber gambar ijazah yang menjadi objek analisisnya.
Menurutnya, gambar tersebut diunggah oleh Dian Sandi Utama, seorang kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dalam kondisi yang tidak wajar.
"Dia jelas yang mentransmisikan, bahkan dia membuat ijazah ini tampak miring, tampak tidak sesuai dengan aslinya,” kata pakar telematika tersebut.
"Itu adalah Dian Sandi Utama, dan ini adalah objek yang kami teliti, Doktor Rismon teliti, Doktor Tifa teliti. Dan ini diakui oleh dia, ini asli katanya."
Baca Juga: Jadi Tersangka Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Tuntut Keadilan dan Singgung Nama Silfester Matutina
Tak berhenti sampai di situ, Roy Suryo juga melancarkan kritik tajam kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pimpinan BEM Nusantara, Sardani, yang turut memberikan tanggapan atas penetapan tersangkanya.
Ia menilai kedua lembaga tersebut telah berkomentar di luar kapasitas dan kewenangannya.
"Saya terus terang melakukan kritik keras kepada dua lembaga. Yang pertama adalah MUI, Majelis Ulama Indonesia, yang turut berkomentar penetapan TSK Roy Suryo dan kawan-kawan adalah sah," kata Roy.
Menurutnya, MUI seharusnya berfokus pada isu keagamaan, seperti kasus korupsi dana haji atau musibah di pesantren, bukan perkara hukum yang menjeratnya.
"Ke mana kalian ketika ada korupsi di haji? Itu tugas dari MUI itu berkomentar, diam saja mereka ketika ada mantan Menteri Agama, bekas Menteri Agama yang masih sudah diperiksa, sudah jelas-jelas ini sebut kalau kejaksaan, tapi belum ada komentar."
"MUI komentar di situ, bukan MUI komentar soal penetapan tsk bagi Ijazah Jokowi," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Warga Jakarta Catat! CFD Rasuna Said Rehat Sejenak, Bakal Comeback Lebih Kece di Juni 2026
-
Tito Karnavian Dampingi Prabowo Luncurkan Operasional 1.061 KDKMP di Jawa Timur
-
Kepala BPKP Gemetar Lapor Korupsi di Lingkaran Presiden, Prabowo: Mau Orang Saya, Tidak Ada Urusan!
-
Ketua RW Sebut Bukan Warga Lokal, Siapa Belasan Orang yang Keroyok Dico hingga Tewas di Grogol?
-
Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar
-
Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar
-
AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One
-
Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN
-
Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil
-
Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah, Sebut Ada Pimpinan Tidak Kuat jika Berurusan dengan Uang