News / Nasional
Selasa, 11 November 2025 | 21:29 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri beserta jajaran dan Ketua KPAI memberikan keterangan saat konferensi pers penanganan kasus ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/11/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Terduga pelaku F jalani operasi usai bom rakitan meledak di dekat kepalanya sendiri.
  • Polisi temukan tujuh bom buatan tangan, dua di antaranya diledakkan di area masjid.
  • Densus 88 dalami motif dan pengaruh digital setelah F pelajari perakitan bom dari internet.

Dua di antaranya telah diledakkan di area masjid, satu bom ditemukan di area baca, dan empat lainnya di sekitar bank sampah, tempat F ditemukan terluka parah.

“Dirakit sendiri, dan pelaku mengakses melalui internet cara-cara merakit bom,” beber AKBP Mayndra Eka Wardhana, Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri.

Brimob berjaga di depan SMAN 72, Jakarta sekolah yang tempat ledakan bom rakitan terjadi pada Jumat (7/11/2025). [Antara]

Penyidik menduga F telah mempersiapkan seluruh perangkat bom secara mandiri dengan bahan sederhana hasil pembelajaran dari internet.

Dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan indikasi keterlibatan pihak lain, namun aparat tetap mendalami kemungkinan adanya jejaring atau pengaruh digital ekstremisme yang memotivasi aksi tersebut.

Kasus ini menimbulkan perhatian publik karena menunjukkan tingkat kerentanan anak terhadap konten kekerasan digital, sekaligus mendorong pemerintah memperkuat literasi keamanan digital di kalangan pelajar.

Load More