- Rakernis Ditregident Korlantas Polri 2025 menekankan pembangunan budaya integritas dan akuntabilitas sebagai fondasi utama reformasi pelayanan publik di kepolisian
- Inovasi seperti aplikasi SINAR, SIGNAL, dan E-BPKB menjadi andalan untuk menciptakan layanan SIM, STNK, dan BPKB yang cepat, mudah, transparan, dan bebas pungli
- Ditregident sedang menyiapkan sistem data terintegrasi secara nasional untuk mendukung analisis kebijakan lalu lintas dan mewujudkan institusi Polri yang modern dan humanis
Suara.com - Era baru pelayanan publik kepolisian resmi digulirkan, membawa angin segar bagi seluruh masyarakat Indonesia. Direktorat Registrasi dan Identifikasi (Ditregident) Korlantas Polri menggebrak sistem lama dengan fokus penuh pada revitalisasi layanan berbasis digital yang transparan dan bebas pungutan liar (pungli).
Komitmen ini menjadi agenda utama dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Tahun 2025 yang digelar di Hotel Aryaduta, Bandung, Jawa Barat, pada 11–13 November. Mengusung tema “Revitalisasi Ditregident Korlantas Polri Mendukung Reformasi Polri Kaitannya Transformasi Polri,” acara ini menjadi titik kumpul para Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) dari seluruh Indonesia untuk menyatukan visi.
Dirregident Korlantas Polri, Brigjen Pol Wibowo, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar pembaruan teknologi, melainkan sebuah reformasi kultural di tubuh Polri. Fokus utamanya adalah membangun sistem integritas yang kokoh di seluruh lini pelayanan registrasi dan identifikasi (Regident).
“Revitalisasi Ditregident bukan sekadar pembenahan sistem, tapi membangun budaya integritas dan akuntabilitas di seluruh lini pelayanan. Kita ingin seluruh jajaran memahami bahwa transformasi Polri harus dimulai dari pelayanan publik yang berintegritas dan transparan,” ujar Brigjen Pol Wibowo.
Pernyataan ini bukan isapan jempol. Brigjen Pol Wibowo memaparkan serangkaian inovasi digital yang telah terbukti berhasil mengubah wajah pelayanan Polri. Aplikasi seperti SINAR (SIM Nasional Presisi), SIGNAL (Samsat Digital Nasional), dan E-BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor Elektronik) menjadi ujung tombak transformasi ini.
“Pelayanan digital Ditregident saat ini telah diapresiasi masyarakat karena memberikan kemudahan yang nyata. Masyarakat tidak lagi harus datang ke kantor pelayanan, cukup melalui aplikasi resmi Polri, proses bisa dilakukan secara online, transparan, dan akuntabel,” jelas Brigjen Pol Wibowo.
Digitalisasi ini merupakan implementasi nyata dari program Polri Presisi, yang mengedepankan Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan. Melalui Rakernis ini, seluruh jajaran Dirlantas didorong untuk menyelaraskan kebijakan dan memperkuat sistem pelayanan yang terintegrasi.
Lebih jauh, Brigjen Pol Wibowo menekankan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pelayanan modern tidak akan berarti tanpa personel yang melayani dengan sikap yang baik dan profesional.
“Kita ingin seluruh pelayanan di bidang Regident, baik penerbitan SIM, registrasi kendaraan bermotor, maupun BPKB, dapat berjalan dengan cepat dan tepat sesuai standar pelayanan yang modern, tentunya dengan menggunakan perkembangan dan kemajuan teknologi saat ini, yang diimbangi dengan sikap perilaku personil yang baik dalam melayani masyarakat. Transformasi ini menjadi fondasi reformasi Polri agar semakin dipercaya dan dicintai masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Bukan Takut Kritis! Mahfud MD Ungkap Alasan 'Tertutup' di Komisi Reformasi Polri
Ke depan, Ditregident Korlantas Polri juga tengah mempersiapkan integrasi data layanan Regident untuk mendukung sistem One Data Polri. Seluruh data kendaraan dan identitas pengemudi akan saling terhubung secara nasional, mempermudah analisis kebijakan lalu lintas hingga pengawasan publik berbasis digital.
“Transformasi digital bukan tujuan akhir, melainkan sarana menuju Polri yang modern, transparan, dan humanis. Melalui Rakernis ini, kami ingin seluruh jajaran memiliki satu komitmen: pelayanan Regident yang bersih, berintegritas, dan berorientasi pada masyarakat,” tandas Brigjen Pol Wibowo.
Berita Terkait
-
Bukan Takut Kritis! Mahfud MD Ungkap Alasan 'Tertutup' di Komisi Reformasi Polri
-
Pelaku Ledakan SMAN 72 Belajar Rakit Bom dari Internet, Kerap Akses Konten Kekerasan di Situs Gelap
-
Bukan Hanya Satu, Ada 7 Bom di SMAN 72! Ini Detail Penemuan Densus 88
-
Pendaftaran Bintara Brimob Resmi Dibuka: Ini Cara Daftar, Jadwal, Syarat, dan Tahapan
-
Polri Ungkap 300 Hektare Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Kemkomdigi Siapkan Aturan Baru: Wajib Cantumkan Nomor Telepon Saat Daftar Media Sosial
-
Akui Sakit Gigi di Depan Hakim, Noel Ebenezer Minta Izin ke Dokter Setelah Sidang
-
Pertama Kali, Dompet Dhuafa Hadirkan Program Kurban Unta pada THK 1447 H
-
Akan Dengar Tuntutan Jaksa, Noel Ebenezer Ngaku Deg-Deg Ser: Ada Rasa Takut
-
Ngeluh Sakit Gigi Jelang Sidang Tuntutan Kasus Pemerasan K3, Noel: Muka Kayak Digebukin Tahanan!
-
KPAI Catat 2.144 Korban Keracunan MBG dalam 4 Bulan, Penyebab E. Coli hingga Bahan Tak Segar
-
Komnas HAM Sebut Kasus Daycare Little Aresha Bukan Pelanggaran HAM Berat
-
Sekolah Rakyat Brebes Mulai Jalan Juni, Wamensos Minta Penjangkauan Siswa Tepat Sasaran
-
BKT Jadi Incaran! Lampu Jalan Terus Dicuri, Sudin Bina Marga Jaktim Sampai Minta Bantuan Satpol PP
-
Studi Ungkap Polusi Batubara Diam-Diam Kurangi Produksi Energi Surya Global, Mengapa Bisa?