-
Satgas Pangan cek 61 titik, temukan satu pedagang jual beras di atas HET.
-
Dari 34 pedagang yang ditegur, 33 di antaranya kini patuhi aturan harga.
-
Pemerintah akan terus melakukan pengawasan untuk memastikan stabilitas harga beras di pasaran.
Suara.com - Satuan Tugas atau Satgas Pangan Polda Metro Jaya menemukan satu pedagang yang masih menjual beras di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) saat melakukan pengecekan serentak di 61 titik penjualan di wilayah DKI Jakarta. Pedagang tersebut adalah pemilik Toko Uni di Pasar Pos Pengumben, Jakarta Barat.
Ketua Satgas Pangan yang juga menjabat sebagai Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Edy Suranta Sitepu, mengatakan bahwa pengecekan ini bertujuan untuk memastikan kepatuhan pedagang terhadap HET, ketersediaan stok, dan kelancaran distribusi.
"Kami mengimbau kepada seluruh pedagang untuk mematuhi ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah agar stabilitas pangan tetap terjaga,” jelas Edy kepada wartawan, Rabu (12/11/2025).
Kegiatan ini dilakukan Satgas Pangan Polda Metro Jaya bersama Bapanas, Perum Bulog, serta dinas-dinas terkait di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Edy menyebut, dari 34 pedagang yang sebelumnya telah diberi surat teguran karena menjual di atas HET, 33 di antaranya kini telah menyesuaikan harga jualnya.
Adapun HET yang berlaku untuk wilayah Jakarta (zona I) adalah Rp14.900/kg untuk beras premium, Rp13.500/kg untuk beras medium, dan Rp12.500/kg untuk beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Selain pengawasan, Satgas Pangan juga terus memonitor penyaluran beras melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang telah mendistribusikan lebih dari 2,4 juta kilogram beras di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
"Kami bersama instansi terkait akan terus melaksanakan pengecekan dan pemantauan langsung di lapangan untuk memastikan harga, stok, dan distribusi beras tetap stabil," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
Terkini
-
ANALISIS: Donald Trump Makin Terpojok karena Ulah Sendiri, Perang Iran Akan Berakhir?
-
DKI Siap Jalankan PP Tunas, Pramono Anung Soroti Bahaya Konten Digital bagi Anak
-
Studi: Pasar Karbon Dinilai Belum Efektif Lindungi Keanekaragaman Hayati, Mengapa?
-
Detik-detik Prajurit TNI Gugur di Perang Timur Tengah
-
Pengamat Politik UMY: Polemik Ijazah Jokowi Hanya Buang Energi di Tengah Ancaman Krisis Ekonomi
-
Habis Selat Hormuz, Gerbang Laut Merah Selat Bab Al Mandab Bakal Diblokir Sekutu Iran
-
Hacker Iran Retas Email Bos FBI Kash Patel, AS Gelar Sayembara Rp157 Miliar
-
Komisi III DPR Minta Hakim Pertimbangkan Bebaskan Amsal Sitepu
-
Momen Hangat Prabowo Bertemu Diaspora Indonesia di Jepang: Bisa Selfie Bareng
-
Iran Hantam Pembangkit Listrik Kuwait, Pekerja Tewas Akibat Balas Dendam Kepada Amerika Dan Israel