- Pendamping hukum menduga ada sindikat besar di balik penculikan Bilqis, bukan Suku Anak Dalam.
- Bilqis, yang diculik dari Makassar, ditemukan selamat setelah dijual seharga Rp80 juta di Jambi.
- Kecil kemungkinan Suku Anak Dalam mengadopsi, menguatkan dugaan mereka hanya dimanfaatkan oleh pelaku utama.
Suara.com - Wahida Baharuddin Upa, yang menjadi Pendamping Hukum Masyarakat Suku Anak Dalam, menyuarakan keprihatinan mendalam dan menduga kuat bahwa komunitas Suku Anak Dalam (SAD) hanyalah pihak yang dimanfaatkan dalam skema kejahatan ini.
Wahida secara kritis mempertanyakan informasi awal yang menyebut Bilqis ditemukan dan dititipkan kepada SAD.
Ia meragukan kemungkinan keterlibatan langsung komunitas tersebut sebagai pelaku adopsi ilegal, apalagi penculikan.
"Kami nggak tahu. Ini seperti sindikat sebenarnya. Tapi kan yang kasihannya adalah orang yang mengadopsi," ujar Wahida saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (12/11/2025).
Menurut analisisnya, pihak yang 'mengadopsi' Bilqis kemungkinan besar memiliki intensi baik untuk memiliki keturunan, namun terjebak dalam prosedur ilegal yang dirancang oleh sindikat.
Oleh karena itu, Wahida menekankan bahwa fokus penegakan hukum seharusnya menyasar pada aktor intelektual dan pelaku utama yang mendalangi penculikan dari lokasi awal.
"Sebenarnya yang patut dihukum adalah tentu adalah pelaku pertama. Pelaku utama ya dalam hal ini yang menculik dari tempat yang berada di lokasi penculikan itu," tegasnya.
Keraguan Wahida semakin menguat ketika ia mempertanyakan narasi adopsi oleh SAD.
"Sebenarnya informasi ditemukan di Suku Anak Dalam. Dititipkan. Tetapi apakah mereka yang mengadopsi itu ya kami juga belum tahu. Karena kan juga belum disampaikan secara tegas oleh kepolisian," jelasnya.
Baca Juga: Cermin Kasus Bilqis: 5 Pelajaran Pahit di Balik Drama Penculikan yang Mengguncang Indonesia
Ia juga menyoroti karakteristik sosial komunitas SAD yang secara umum memiliki banyak anak dan hidup komunal, sehingga kecil kemungkinan mereka membutuhkan adopsi dari luar.
"Setahu saya, Suku Anak Dalam itu rata-rata punya anak banyak. Nggak ada yang sedikit. Contoh Bang Fukar, anaknya 13. Jadi sangat kecil kemungkinan mereka mengambil dari luar," paparnya.
Berdasarkan fakta ini, Wahida menduga kuat kasus ini adalah tipu muslihat yang dirancang oleh para penculik.
Sebelumnya, pencarian tragis Bilqis yang diculik dari Makassar berakhir di pedalaman Jambi.
Korban ditemukan selamat setelah dijual seharga Rp80 juta kepada sebuah kelompok dalam komunitas Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Mentawak, Kabupaten Merangin.
Pengungkapan ini adalah buah kerja investigatif tim gabungan Polrestabes Makassar, Resmob Polda Jambi, dan Satreskrim Polres Kerinci.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali