- Penemuan surat tulisan tangan yang berisi curahan hati tentang kelelahan dan kehancuran mental menjadi fokus utama dalam penyelidikan kasus jatuhnya mahasiswi Unpak
- Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyebab pasti insiden masih dalam proses penyelidikan mendalam, meskipun telah mengantongi keterangan saksi, rekaman CCTV, dan surat pribadi korban
- Universitas Pakuan bertindak cepat dalam mengevakuasi korban, mendukung penuh penyelidikan polisi, dan mengimbau publik untuk tidak menyebarkan spekulasi demi menjaga privasi keluarga
Suara.com - Insiden jatuhnya seorang mahasiswi Universitas Pakuan (Unpak) Bogor dari lantai tiga gedung perkuliahan menyisakan duka mendalam dan sejumlah pertanyaan. Korban, Ira Siti Nurazizah (21), kini dirawat intensif sementara pihak kepolisian terus mendalami penyebab pasti kejadian.
Di tengah proses penyelidikan, sebuah surat tulisan tangan yang ditemukan di barang pribadi korban menjadi petunjuk kunci yang mengungkap kondisi batinnya.
Berikut adalah rangkuman fakta-fakta yang terungkap dari peristiwa tragis ini.
1. Penemuan Surat Pilu yang Menyayat Hati
Fakta paling signifikan dalam kasus ini adalah penemuan sepucuk surat yang diduga ditulis oleh korban.
Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Waluyo, mengonfirmasi bahwa surat ini menjadi bagian dari materi penyelidikan. Isinya menggambarkan beban mental dan keputusasaan yang mendalam.
"Maafkan Ira bu, ayah, Ira cape Ira nyerah mental Ira rusak mental Ira hancur maafin Ira nyuhunkeun hampura saageung - ageung an hate ira tos teu kiat dinyenyeri ira cape maaf bu, ayah ira gagal jadi anak ibu sareng ayah teu cocok jadi anak yg baik," demikian isi kalimat dalam surat tersebut.
Kalimat dalam bahasa Sunda campur Indonesia itu memiliki arti yang sangat menyentuh:
"Maafkan Ira, bu, ayah. Ira lelah Ira menyerah, mental Ira rusak, mental Ira hancur. Maafkan Ira, mohon maaf sebesar-besarnya, hati Ira sudah tidak kuat menahan sakit, Ira lelah, maaf bu, ayah, Ira gagal menjadi anak ibu dan ayah, tidak pantas menjadi anak yang baik".
2. Kronologi Kejadian Menurut Saksi
Baca Juga: "Ira Cape, Ira Nyerah," Isi Surat Mahasiswi Unpak yang Jatuh dari Lantai 3 Gegerkan Bogor
Insiden nahas ini terjadi pada Kamis (12/11) siang, sekitar pukul 12.15 WIB. Menurut keterangan Kompol Waluyo, setidaknya ada tiga orang saksi yang melihat korban berada seorang diri di area lantai tiga Gedung Manajemen sesaat sebelum peristiwa terjadi.
Tak lama kemudian, para saksi melihat korban sudah terjatuh dalam kondisi tidak sadarkan diri.
3. Identitas Korban dan Penanganan Cepat Pihak Kampus
Korban teridentifikasi sebagai Ira Siti Nurazizah, seorang mahasiswi aktif berusia 21 tahun yang tercatat di semester tiga Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Pihak kampus bergerak cepat setelah kejadian. Korban segera dievakuasi menggunakan ambulans universitas ke Rumah Sakit Mayapada (BMC) di Bogor Timur untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
4. Penyelidikan Polisi Masih Berjalan
Meskipun surat tersebut memberikan gambaran kuat mengenai kondisi psikologis korban, Kompol Waluyo menegaskan bahwa pihaknya belum mengambil kesimpulan final.
"Hingga kini polisi belum menyimpulkan penyebab insiden terjatuhnya Ira dari ketinggian," ujarnya.
Untuk memastikan objektivitas, polisi juga memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian untuk melengkapi keterangan para saksi.
5. Sikap Tegas dan Keprihatinan Pihak Kampus
Universitas Pakuan menunjukkan sikap kooperatif dan prihatin atas musibah yang menimpa mahasiswinya.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Towaf Totok Irawan, menyatakan dukungan penuh terhadap proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian.
"Pihak fakultas dan universitas menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian ini serta berharap kondisi korban dapat segera pulih," kata Towaf sebagaimana dilansir Antara.
Pihak kampus juga secara resmi mengimbau masyarakat luas agar tidak menyebarkan spekulasi atau informasi yang belum terverifikasi untuk menghormati privasi korban dan keluarganya yang tengah berduka.
Berita Terkait
-
"Ira Cape, Ira Nyerah," Isi Surat Mahasiswi Unpak yang Jatuh dari Lantai 3 Gegerkan Bogor
-
Polisi Tangkap Perampok yang Bunuh Sopir Taksi Online di Tol Jagorawi, Apa Motifnya?
-
Tinggalkan Pelita Jaya Jakarta, Reggie Mononimbar Gabung Rans Simba Bogor
-
Borneo Hornbills Resmi Berevolusi Menjadi Bogor Hornbills Jelang IBL 2026
-
3 Rekomendasi Lokasi Rumah di Bogor untuk Kisaran Harga Mulai 400 Jutaan
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
Hujan Lebat Disertai Angin di DIY: 4 Orang Terluka Akibat Atap Ambrol dan Belasan Pohon Tumbang
-
Sentil Banyak Lulusan S3 Jadi Driver Ojol, Rocky Gerung: Negara Dikuasai 'Dealer' Bukan 'Leader'!
-
Kapolri Tegaskan Dukung Penuh Kesejahteraan Buruh: Ini Janji Listyo Sigit untuk Kaum Pekerja!
-
Geger! Trump Disebut Siap Dukung Serangan Militer Israel ke Iran Jika Negosiasi Gagal
-
Pakai NIK, Cara Mudah Cek Bansos dan Desil DTSEN
-
IHR: Ndarboy Terkejut! IHR Jateng Derby 2026 Diserbu 37.000 Penonton
-
Buron Internasional! Dua Mantan Petinggi PT Pelita Cengkareng Paper Masuk Red Notice Interpol
-
Anggota DPR Dorong 630 Ribu Guru Madrasah Diangkat PPPK Demi Keadilan Pendidikan
-
Geger Data Militer Israel, 1 Tentara IDF Disebut Berstatus WNI di Tengah 50 Ribu Personel Asing
-
Pandu Negeri Soroti Kesejahteraan Guru dari Rumah Masa Kecil Ki Hadjar Dewantara