- Bupati Karawang Aep Syaepuloh berjanji akan menindaklanjuti dan memberikan sanksi tegas kepada camat berinisial CT jika terbukti bersalah dalam kasus dugaan penipuan Rp1,2 miliar
- Penipuan dilakukan dengan modus penjualan unit rumah fiktif di sebuah perumahan, memakan 32 korban dengan janji palsu pembangunan cepat
- Para korban secara aktif melaporkan kasus ini langsung ke bupati dengan membawa bukti-bukti kuat, menuntut pertanggungjawaban dan pengembalian dana mereka
Suara.com - Publik Karawang dihebohkan dengan dugaan skandal penipuan bernilai miliaran rupiah yang menyeret seorang pejabat camat. Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, memastikan tidak akan tinggal diam dan siap mengambil tindakan tegas menyusul laporan puluhan warga yang menjadi korban.
Total kerugian yang ditimbulkan dari aksi oknum camat berinisial CT ini ditaksir mencapai Rp1,2 miliar, dengan 32 warga tercatat sebagai korban. Menanggapi laporan yang masuk langsung ke mejanya, Bupati Aep Syaepuloh menunjukkan sikap tanpa kompromi.
"Tentu saja (ditindaklanjuti). Kami tidak akan tinggal diam atas laporan warga itu," kata Bupati Aep di Karawang, Sabtu (15/11/2025).
Ia menegaskan bahwa proses pemeriksaan terhadap camat yang baru menjabat sejak Juli 2025 itu akan segera dilakukan. Aep menjamin penyelesaian kasus akan berjalan sesuai aturan yang berlaku dan sanksi berat menanti jika terbukti bersalah.
“Kami akan selesaikan kasus ini sesuai aturan. Kalau nanti terbukti terjadi penipuan, saya pastikan akan ada sanksi tegas," katanya sebagaimana dilansir Antara.
Modus yang digunakan CT terbilang rapi. Ia menawarkan unit rumah di komplek perumahan kepada para korban dengan iming-iming proses yang cepat.
Namun, setelah uang pemesanan disetorkan, proyek perumahan yang dijanjikan ternyata fiktif dan tidak pernah terealisasi.
Kasus ini mencuat ke permukaan setelah dua perwakilan korban nekat mendatangi Kantor Bupati Karawang.
Mereka datang bukan dengan tangan kosong, melainkan membawa setumpuk dokumen, termasuk salinan bukti transfer dan pembayaran yang telah mereka serahkan langsung kepada CT.
Baca Juga: Berbekal Airsoft Gun dan KTA Palsu, Polisi Gadungan Tipu Driver Ojol dan Bawa Kabur Motor
Salah seorang korban, Nadillah, berbagi kisah pilunya. Ia mengaku telah menyetor uang sebesar Rp58 juta untuk mendapatkan satu unit rumah di Perumahan Rizqia Residence. Namun, rumah yang dinanti tak kunjung ada wujudnya.
Merasa ada yang tidak beres, Nadillah sempat meminta pembatalan dan pengembalian dana. CT bahkan menandatangani surat pernyataan pembatalan di atas materai, berjanji akan mengembalikan seluruh uang Nadillah.
Namun, janji tersebut tinggal janji. Selama bertahun-tahun, uangnya tidak pernah kembali.
Kisah Nadillah hanyalah satu dari 32 cerita serupa. Jika diakumulasikan, total dana warga yang telah masuk ke kantong CT untuk membeli mimpi memiliki rumah mencapai angka fantastis, yakni Rp1.231.000.000.
Berita Terkait
-
Berbekal Airsoft Gun dan KTA Palsu, Polisi Gadungan Tipu Driver Ojol dan Bawa Kabur Motor
-
Tonggak Baru Pendidikan Tinggi di Karawang: Dari Gedung Menjulang hingga Generasi Global
-
Dokumen Internal Bocorkan Meta Raup Untung Besar dari Iklan Penipuan
-
Ancaman Deepfake Buat Perbankan Tekor Rp2,5 Triliun
-
65 Persen Warga RI Terima Upaya Penipuan Tiap Minggu
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Rp 2,23 Triliun Masuk ke Kas Negara dari Rokok yang Dihisap Anak-Anak
-
Usai Dirantai dan Dilaporkan Balik, Korban Penyekapan di Senen Kini Jalani Trauma Healing
-
Luka Bakar 47 Persen! Istri Siri Dipaksa Anggota Polisi Buat Sabu hingga Disiram Air Keras
-
Bea Cukai Pakai Jebakan Canggih Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkoba Kuncup Bunga
-
Tak Puas Vonis 10 Tahun! Kejagung Banding dan Persoalkan Tahanan Rumah Nadiem Makarim
-
Divonis 10 Tahun, Kenapa Hakim Andi Saputra Ingin Nadiem Makarim Bebas?
-
Pilot AS Tewas Ditembak OPM di Yahukimo, TNI Kerahkan 3 Heli untuk Evakuasi
-
Daftar Penumpang Pesawat AMA Korban Serangan KKB di Yahukimo, Pilot Asal AS Tewas
-
OTT Lagi! KPK Tangkap Bupati Langkat, Operasi Senyap ke-15 Sepanjang 2026
-
Menkeu Mengatakan Pemerintah Mulai Cabut Subsidi BBM Pekan Depan