- Aksi ini dilakukan karena banyak kekerasan hingga pembunuhan yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar di bawah kepemimpinan Junta Militer.
- Mereka menilai MNHRC tidak sepatutnya berada di dalam forum tersebut.
- Selanjutnya menolak keanggotaan MNHRC tergabung dalam SEANF.
Suara.com - Serikat Pekerja dan Organisasi Masyarakat Sipil Asean menggelar aksi solidaritas kepada warga Myanmar di depan Hotel Le Meredien, Jakarta.
Aksi dilaksanakan lantaran situasi hak asasi manusia (HAM) di Myanmar sangat memprihatinkan sejak kudeta militer sejak 2021 lalu.
Perwakilan peserta aksi dari Wood Worker International, Federasi Serikat Pekerja Global sektor konstruksi, Khamid Istakhori, mengatakan aksi solidaritas dilakukan lantaran telah banyak aksi kekerasan hingga pembunuhan yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar di bawah kepemimpinan Junta Militer.
Mereka sengaja memilih Hotel Le Meredien sebagai lokasi aksi lantaran bertepatan dengan berlangsungnya pertemuan Komisioner Komnas HAM se-Asean atau South East Asia National Human Right Institutions Forum (SEANF).
“Hari ini bertempatan dengan sidang umum pelaksanaan pertemuan para komisioner Komnas HAM se-ASEAN. Satu yang kami protes, mereka tetap mengakomodir perwakilan dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Myanmar, MNHRC, yang datang di tempat ini,” kata Khamid, saat ditemui Suara.com, Rabu (19/11/2025).
Khamid menyatakan, jika MNHRC tidak sepatutnya berada di dalam forum tersebut, lantaran tangan mereka ikut berlumuran darah akibat aksi represif aparat militer.
“Padahal mereka tangannya ikut berlumuran darah memberikan represif kepada kawan-kawan Myanmar. Mereka tidak menjalankan prinsip dasar dan pekerjaan paling dasar sebagai seorang komisioner di Komnas,” jelasnya.
Dalam aksi kali ini, Khamid menyampaikan, jika tuntutan utama mereka dalam aksi kali ini yakni Komnas HAM Indonesia mengakomodir ide yang mereka tawarkan.
Selanjutnya menolak keanggotaan MNHRC tergabung dalam SEANF.
Baca Juga: Komnas HAM: Gelar Pahlawan Soeharto Cederai Sejarah Pelanggaran HAM Berat dan Semangat Reformasi
“Ya, Komnas HAM-nya Myanmar itu sudah dikooptasi oleh militer sehingga mereka kemudian tidak menjalankan tugas sebagai komisioner memberikan perlindungan HAM,” katanya.
“Tapi justru kemudian mereka melegitimasi apa yang dilakukan oleh tuntutan militer, tidak memberikan investigasi apapun,” Khamid menambahkan.
Berita Terkait
-
Khawatir Komnas HAM Dihapus Lewat Revisi UU HAM, Anis Hidayah Catat 21 Pasal Krusial
-
Asfinawati Nilai Ada 'Main Politik' di Balik Mandeknya Kasus HAM di Kejagung
-
Fakta Kelam Demo Agustus: 3.337 Orang Ditangkap dan Ada yang Tewas, Rekor Baru Era Reformasi?
-
Komnas HAM Dorong Revisi UU untuk Atasi Pelanggaran HAM, Diskriminasi, dan Kekerasan Berbasis Gender
-
Komnas HAM: Gelar Pahlawan Soeharto Cederai Sejarah Pelanggaran HAM Berat dan Semangat Reformasi
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Kuasa Hukum Ungkap Kunjungan Gibran Saat Jenguk Andrie Yunus: Mendadak dan Tak Ada Komunikasi
-
Oposisi Israel Ngamuk! Sebut Netanyahu Gagal Total Usai Sepakati Gencatan Senjata dengan Iran
-
Tak Dibantu NATO saat Perang Iran, Trump Kembali Ingin Caplok Greenland
-
Cerita Prabowo Keliling Banyak Negara untuk Amankan Suplai Minyak Indonesia
-
Prabowo: Kalau Terjadi Perang Dunia III, Indonesia Termasuk Negara Aman
-
Efisiensi Haji, Prabowo Perintahkan Bentuk Perusahaan Patungan Garuda IndonesiaSaudia Arabia
-
Periksa Saksi Kasus Pemerasan TKA, KPK Telusuri Aset Eks Sekjen Kemnaker Heri Sudarmanto
-
Prabowo: Hoaks dan Manipulasi AI Bisa Ganggu Stabilitas Negara, 100 Orang Saja Bisa Bikin Gaduh
-
Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM: Masih Perawatan Ketat, Jalani Operasi Berulang
-
Gencatan Senjata dengan Iran Disepakati, Netanyahu Dihujani Badai Kritik di Israel