Lima petani dilaporkan mengalami luka tembak serius dalam peristiwa yang terjadi di tengah konflik agraria berkepanjangan antara warga dan perusahaan sawit tersebut. (Foto dok. WALHI)
Baca 10 detik
- WALHI mengecam penembakan lima petani di Pino Raya, Bengkulu Selatan, oleh diduga keamanan PT Agro Bengkulu Selatan pada Senin (24/11/2025).
- Insiden terjadi karena konflik agraria berkepanjangan terkait izin lokasi perkebunan sawit PT ABS seluas 2.950 hektare sejak 2012.
- WALHI mendesak penegakan hukum tuntas, perlindungan korban, serta pencabutan izin perkebunan PT ABS oleh pemerintah pusat.
Selain itu, WALHI mendesak Kompolnas mengawasi penanganan kasus, serta meminta Komnas HAM, Komnas Perempuan, Ombudsman RI, dan LPSK RI melakukan investigasi mendalam dan memberikan perlindungan kepada para korban.
Pemerintah pusat juga didesak turun tangan. WALHI meminta Kementerian ATR/BPN segera menyelesaikan konflik agraria Pino Raya secara adil dan mencabut izin perkebunan PT ABS.
“Kejadian ini tidak bisa dilepaskan dari konflik agraria yang dibiarkan berlarut-larut tanpa penyelesaian,” tegas Uli Arta.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari PT ABS maupun aparat terkait.
Foto: Dok. WALHI
Komentar
Berita Terkait
-
Satu Tahun Prabowo Gibran: Antara Kepuasan Publik dan Kegelisahan Kolektif
-
Setahun Prabowo-Gibran: WALHI Ungkap Kemunduran Demokrasi, HAM, dan Lingkungan yang Mencemaskan
-
Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, WALHI Sebut Indonesia Gelap Semakin Nyata
-
Dikepung 20 Ribu Titik Api, WALHI Tunjuk Hidung Ratusan Korporasi: Negara Tunduk Pada Pembakar Hutan
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Tragedi Rem Blong di Jombang: Truk Seruduk Buruh Pabrik, Dua Nyawa Melayang Seketika
-
Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir
-
Sinopsis 72 Hours, Film Komedi tentang Pesta Bujangan Berujung Kekacauan
-
Dorong Ekonomi Kerakyatan, Danantara Sambangi Nasabah Binaan PNM di Mojokerto
-
Tabel Lengkap Urutan Shio dari Tahun ke Tahun
-
DPR soal Rumor Pengganti Nanik S Deyang: Hak Prerogatif Presiden, Asalkan Jangan Memicu Konflik
-
Parfum Apa yang Aromanya Maskulin? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dari Brand Lokal
-
Muara Baru Paling Dalam, Muka Tanah Jakarta Terus Turun 3-4 Sentimeter Per Tahun
-
Ambisi Besar Changan Gempur Pasar Otomotif Indonesia Lewat Belasan Model Baru
-
Detik-detik Ledakan Gas Metana Terowongan Sikkim India, 12 Pekerja Proyek PLTA Tewas