- DPR RI menyepakati tujuh nama calon anggota Komisi Yudisial (KY) setelah melalui uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).
- Keputusan persetujuan tujuh nama calon anggota KY tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna pada Selasa, 25 November 2025.
- Tujuh nama tersebut berasal dari unsur mantan hakim, praktisi hukum, akademisi hukum, dan tokoh masyarakat terpilih.
Suara.com - DPR RI akhirnya menyepakati 7 nama calon anggota Komisi Yudisial (KY) usai jalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.
Nama-nama anggota KY disepakati dalam Rapat Paripurna hari ini, Selasa (25/11/2025).
Rapat Paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad didampingi oleh Ketua DPR RI Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR RI lainnya.
Dasco pun meminta persetujuan apakah 7 nama calon anggota KY yang sudah jalani fit and proper test di Komisi III DPR dapat disetujui atau tidak.
"Sidang dewan yang kami hormati, sekarang kami menanyakan kepada sidang dewan yang terhormat apakah laporan Komisi III DPR RI terhadap hasil pembahasan uji kelayakan dan kepatutan calon anggota komisi yudisial apakah dapat disetujui?," tanya Dasco dalam rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa.
Para anggota DPR yang hadir dalam rapat tersebut pun kemudian menjawab setuju dengan kompak.
"Setuju," jawab para anggota dewan.
Adapun 7 nama-nama calon anggota KY tersebut antara lain:
- F. Williem Saija dari unsur mantan hakim
- Setyawan Hartono dari unsur mantan hakim
- Anita kadir dari unsur praktisi hukum
- Desmihardi dari unsur praktisi hukum
- Andi Muhammad Asrun dari unsur akademisi hukum
- Abdul Chair Ramadhan dari unsur akademisi hukum
- Abhan dari unsur tokoh masyarakat
Sebelumnya, 7 nama calon anggota KY tersebut menjalani uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test di Komisi III DPR RI dengan melalui 8 tahapan.
Baca Juga: Prabowo Panggil Dasco 2 Kali Sepekan: Urusan Perut Rakyat Jadi Taruhan
Tahapannya yaitu pengumuman dan pendaftaran, seleksi administrasi, seleksi kualitas, profile assessment, rekam jejak, tanggapan masyarakat, tes wawancara, dan tes kesehatan.
Berita Terkait
-
Tok! DPR Sahkan RUU Pengelolaan Ruang Udara Menjadi Undang-Undang, Apa Substansi Krusialnya?
-
Maraton Politik Prabowo - Dasco: Tancap Gas 3 Pertemuan Sepekan Bahas Apa Saja?
-
Tak Tunggu Hari Kerja, Dasco Temui Presiden Prabowo Bawa Aspirasi dari Daerah
-
Harapan Driver Ojol Selepas Nasib Mereka Dibahas Prabowo dan Dasco di Istana
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?