- Menteri PPPA sampaikan duka dan serukan peningkatan pengawasan terhadap anak-anak.
- Pelaku, yang merupakan ayah tiri korban, tewas di dalam tahanan polisi.
- Polisi kini menunggu hasil tes DNA untuk pastikan identitas kerangka korban.
Suara.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyampaikan belasungkawa mendalam atas penemuan kerangka Alvaro Kiano Nugroho (AKN), bocah 6 tahun korban penculikan yang hilang sejak Maret 2025. Kasus ini menjadi semakin tragis setelah terduga pelaku, yang merupakan ayah tiri korban, meninggal dunia dalam tahanan polisi.
“Kami mengucapkan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban dan berharap proses identifikasi dapat segera memberikan kepastian," kata Arifah dalam pernyataannya, Selasa (25/11/2025).
Arifah menegaskan, penemuan ini menjadi pengingat keras akan pentingnya peningkatan pengawasan terhadap anak, terutama di ruang publik. Menurutnya, perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh lapisan masyarakat.
“Tidak boleh ada lagi anak yang menjadi korban kekerasan ataupun hilang. Masyarakat harus lebih peka. Kewaspadaan kolektif dapat mencegah terulangnya kejadian serupa,” pesannya.
KemenPPPA mendukung penuh proses tes DNA yang sedang berjalan untuk memastikan identitas kerangka tersebut. Arifah juga menyoroti pentingnya langkah pencegahan melalui edukasi dan kolaborasi antara warga dengan aparat.
"Kita harus memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan penuh. Tragedi seperti ini tidak boleh terulang,” tegasnya.
Sebelumnya, kepolisian telah menangkap terduga pelaku berinisial AI pada 19 November 2025. Namun, AI ditemukan meninggal dunia pada Minggu, 23 November 2025, di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan, di tengah proses penyidikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional