- Dittipidnarkoba Bareskrim Polri mengungkap kecelakaan tunggal di Tol Trans Sumatera melibatkan kurir MR pembawa ratusan ribu ekstasi.
- MR diperintahkan mengambil ekstasi di Palembang dan diduga mengalami kecelakaan karena mengonsumsi sabu sebelum mengemudi.
- Setelah kecelakaan pada Kamis (20/11), MR membuang barang bukti ke jurang sebelum melarikan diri dan berhasil ditangkap pada Minggu (23/10).
Suara.com - Sebuah kecelakaan tunggal di Jalan Tol Trans Sumatera KM 136B, Lampung, yang awalnya tampak seperti insiden lalu lintas biasa, ternyata menyimpan fakta yang menggemparkan.
Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mengungkap bahwa pengemudi mobil tersebut, seorang tersangka berinisial MR, merupakan kurir jaringan narkoba yang sedang membawa ratusan ribu butir ekstasi.
Lebih mengejutkan lagi, MR diketahui mengisap sabu sebelum mengemudi, yang diduga kuat menjadi penyebab kecelakaan fatal tersebut.
Wakil Dirtipidnarkoba Kombes Pol. Sunario menerangkan kronologi kejadian berawal saat MR, yang tinggal di Tangerang, Banten, diperintahkan oleh tersangka U (DPO) untuk mengambil paket ekstasi di Palembang, Sumatera Selatan.
“Dia berangkat bersama istrinya. Istrinya berangkat ke Palembang menginap di salah satu hotel,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Setibanya di Palembang, MR dan istrinya, RR, pergi makan siang. Sesuai arahan, MR meminta pengantar barang untuk meninggalkan ekstasi di dalam sebuah mobil Terios yang telah disiapkan.
“Mobil Terios yang pada saat itu sopirnya sudah tidak ada dan mobil itu tidak terkunci,” katanya sebagaimana dilansir Antara.
Setelah makan, MR memindahkan enam tas berisi ekstasi ke mobil Nissan X-Trail miliknya. Pada hari yang sama, ia mengantar istrinya ke bandara untuk penerbangan ke Medan. Setelah kembali ke hotel sendirian, MR melakukan tindakan nekat yang berujung petaka.
“Setelah itu, (istri MR) diantar oleh MR ke Bandara. Kembali ke hotel, si saudara MR melakukan kegiatan mengisap sabu,” ungkap Sunario.
Baca Juga: Operasi Gabungan Bongkar Jaringan Narkoba Terstruktur di Kampung Berlan
Pada Kamis (20/11) dini hari, dalam perjalanan kembali ke Jakarta, efek sabu dan kelelahan mulai menyerang MR. Ia mengalami microsleep, sebuah kondisi tertidur sejenak selama beberapa detik tanpa disadari, yang sangat berbahaya saat berkendara.
Akibatnya, mobil yang dikendarainya hilang kendali dan mengalami kecelakaan hebat.
“Dari awal si tersangka menggunakan sabu. Mungkin pada saat itu sudah kecapekan sebab pada waktu subuh kecelakaan ini terjadi,” ucapnya.
Panik setelah tersadar dari kecelakaan, MR berusaha keluar dari mobilnya yang ringsek. Dalam keadaan terdesak, ia nekat membuang enam tas berisi barang haram tersebut ke jurang di samping jalan tol untuk menghilangkan jejak, sebelum akhirnya melarikan diri.
Kasus ini pertama kali terungkap saat petugas patroli jalan tol menemukan mobil hitam yang hancur di ruas Tol Trans Sumatera.
Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Kombes Pol. Yuni Iswandari, mengatakan bahwa tidak ada pengemudi di dalam kendaraan saat ditemukan.
Namun, kecurigaan muncul saat petugas menyisir area sekitar dan menemukan tas-tas mencurigakan.
"Mengetahui temuan mencurigakan, petugas tol segera berkoordinasi dengan aparat TNI dan Polri, khususnya Patroli Jalan Raya. Tim kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Temuan itu kemudian dibuka bersama dan didapati 34 kantong yang diduga narkotika," ujarnya.
Setelah dilakukan pengembangan, tim Dittipidnarkoba Bareskrim Polri berhasil menangkap MR pada Minggu (23/10).
Total barang bukti yang diamankan dalam kasus ini mencapai 194.631 butir ekstasi dan 3.869,69 gram bubuk ekstasi, yang jika dikonversikan setara dengan 12.898 butir.
Berita Terkait
-
Operasi Gabungan Bongkar Jaringan Narkoba Terstruktur di Kampung Berlan
-
7 Fakta Narkoba Rp207 M Dibuang di Tol: Kecelakaan, Panik, hingga Libatkan Istri Siri
-
Terkuak Usai Kecelakaan! Ini Asal-Usul Lencana Polri di Mobil Pembawa 75 Ribu Ekstasi
-
Bareskrim Ambil Alih Kasus 75 Ribu Ekstasi di Mobil Kecelakaan: Sopir Kabur, Ada Lencana Polri!
-
Rudianto Lallo Apresiasi Keberanian BNN Bongkar Kampung Narkoba di Jakarta
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Mahfud MD Geram Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak WNA, Setuju Sanksi Cabut Beasiswa
-
Jaksa Tetap Tuntut Marcella Santoso 17 Tahun Penjara Terkait Kasus Suap Minyak Goreng
-
Menkes Akui Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia Super Mahal, Sebut di Luar Negeri Justru Digaji
-
Kerusuhan Meksiko Disorot, Pemerintah Diminta Lindungi WNI dan Waspadai Ancaman Narkoba ke Indonesia
-
BEM se-DIY Gelar Aksi Damai di Malioboro, 400 Personel Polisi Siaga Humanis
-
DPR Sebut Tragedi di Kawasan IMIP Alarm Nasional, Desak Evaluasi Total Tata Kelola Lingkungan
-
Desakan Tarik Brimob dari Pengamanan Sipil Menguat, Polri: Ini Ulah Individu, Bukan Struktural
-
Karier Alex Noerdin: Dari Anak Tentara Hingga Gubernur Sumsel
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia