- Kuasa hukum mendesak Polda Metro Jaya menaikkan status kasus kematian diplomat Arya Daru Pangayunan ke penyidikan.
- Keluarga meminta gelar perkara dilakukan terlebih dahulu untuk menelaah semua aspek kematian secara komprehensif.
- Fokus pendalaman adalah sosok wanita inisial V dan individu berinisial D yang mendampingi almarhum.
Suara.com - Misteri yang menyelimuti kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Almarhum Arya Daru Pangayunan (ADP), memasuki babak baru yang mengejutkan.
Pihak kuasa hukum keluarga mengungkap temuan signifikan bahwa ADP pernah melakukan check-in bersama seorang wanita berinisial V.
Temuan ini mendorong tim kuasa hukum untuk mendesak Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya agar segera meningkatkan status penanganan kasus dari penyelidikan ke tahap penyidikan.
Kuasa hukum keluarga Arya Daru, Nicholay Aprilindo, menyampaikan desakan tersebut usai melakukan audiensi dengan pihak Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Ia menegaskan bahwa eskalasi status kasus menjadi krusial untuk mengungkap kebenaran di balik kematian janggal ADP.
"Masukan-masukan kami kepada pihak penyelidik bahwa kami minta untuk kasus ini dinaikkan dalam tahap penyidikan," kata Nicholay saat ditemui di Polda Metro Jaya, Senin.
Desakan Gelar Perkara Sebelum Penyidikan
Sebelum kasus resmi naik ke tingkat penyidikan, Nicholay meminta adanya mekanisme gelar perkara terlebih dahulu.
Gelar perkara merupakan forum evaluasi yang dilakukan penyidik untuk membahas suatu kasus pidana, yang hasilnya dapat menentukan arah penanganan selanjutnya.
Baca Juga: Kuasa Hukum Bongkar Fakta Baru: Tiga Sidik Jari di Lakban Arya Daru Dibiarkan Tanpa Analisis
Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan semua aspek dan bukti ditelaah secara transparan dan komprehensif.
"Sebelum dinaikkan menjadi tahap penyidikan, lakukan gelar perkara," tegasnya.
Nicholay mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya dari Polda Metro Jaya, hingga saat ini gelar perkara terkait kasus kematian ADP belum pernah dilaksanakan.
Padahal, pihak kepolisian sebelumnya telah mengadakan konferensi pers pada 29 Juli 2025 untuk mengumumkan hasil kesimpulan para ahli.
Misteri Wanita Berinisial V dan D
Fokus utama dari desakan pihak keluarga adalah pendalaman informasi mengenai sosok wanita berinisial V.
Berita Terkait
-
Kuasa Hukum Bongkar Fakta Baru: Tiga Sidik Jari di Lakban Arya Daru Dibiarkan Tanpa Analisis
-
Arya Daru 24 Kali Check In Hotel dengan Rekan Kerja, Polisi Didesak Dalami Jejak Vara!
-
Tak Hadir di Audiensi, Keluarga Arya Daru Minta Gelar Perkara Khusus Lewat Kuasa Hukum
-
Polda Metro Jaya Gelar Audiens dengan Keluarga Arya Daru Siang Ini: Ada Temuan Baru?
-
"Jangan Berlindung di Balik Privasi!" Keluarga Arya Daru Tuntut Polisi Terbuka Soal 2 Saksi Kunci
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
Terkini
-
Proyek Pedestrian Rasuna Said Mulai Bikin Macet, Pramono: Nggak Mungkin Bangun Tidak Ada Efek
-
Kenapa Blokade Selat Hormuz Akan Sangat Bahaya untuk Dunia?
-
Dokumen Bocor! Menhan Sjafrie Teken Perjanjian Akses Udara Tanpa Izin di Washington?
-
Soal Isu Izin Terbang Militer AS di Wilayah Udara RI, DPR Minta Pemerintah Buka-Bukaan
-
Pengamat Sebut Demokrasi RI Tunjukkan Daya Tahan, Perbedaan Pendapat Dikelola Baik di Era Prabowo
-
Survei Poltracking: Kepuasan ke Pemerintahan Prabowo-Gibran Tetap Tinggi di Tengah Tekanan Global
-
Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
-
Iran Keras soal AS Blokade Selat Hormuz: Kalau Mereka Melawan Kami Melawan, Kami Tidak Tunduk!
-
Demokrasi RI Ternyata Masih 'Sakti', Survei LSI Buktikan Publik Masih Menaruh Kepercayaan Penuh!
-
Prabowo Temui Putin di Tengah Krisis Global, Pakar: Langkah Krusial Amankan Energi RI