- Tambakrejo dulu terancam abrasi parah, dengan rumah-rumah hilang dan warga hidup dalam kecemasan setiap kali air pasang.
- Inisiatif warga menanam mangrove sejak 2011, dipimpin Juraemi dari CAMAR, memulihkan pesisir menahan abrasi, memulihkan ekosistem, hingga menarik pengunjung.
- Kini pesisir mulai pulih, ditandai sabuk hijau mangrove yang melindungi pantai dan membuka peluang ekonomi, membuktikan bahwa perubahan besar bisa lahir dari langkah kecil yang dirawat konsisten.
Hutan bakau adalah pusat keanekaragaman hayati yang menopang banyak tumbuhan dan hewan penting bagi produksi pangan. Menurut UNEP, bakau menjadi tempat pembibitan ikan-ikan muda dan habitat lebah madu, dua sumber pangan krusial bagi masyarakat pesisir.
Bagi 1,5 miliar orang, ikan adalah sumber protein utama. Di negara berpenghasilan rendah yang rawan krisis pangan, hampir 20 persen asupan protein hewani berasal dari ikan. Karena itu, hilangnya bakau akan memukul keras sektor perikanan, terutama di negara berkembang.
Sebaliknya, memulihkan bakau dapat menambah hingga 60 triliun ikan dan invertebrata muda setiap tahun, stok alami yang bisa dimakan dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Ini menjadi dorongan besar bagi ketahanan pangan global.
Pesisir yang Mulai Pulih
Restorasi mangrove di Tambakrejo tidak lahir dari proyek besar atau teknologi canggih. Ia tumbuh dari warga yang belajar sambil praktik, menanam sambil menjaga, dan memahami bahwa pemulihan alam membutuhkan waktu.
Kini, sebuah sabuk hijau membentang di sepanjang pesisir, menjadi benteng alami yang melindungi desa dari abrasi. Ekosistem yang sempat rusak kembali bernapas, dan masyarakat perlahan merasakan manfaat ekologis, sosial, hingga ekonomi.
Tambakrejo memberi satu pelajaran penting perubahan besar bisa berawal dari langkah kecil yang dirawat dengan konsisten. Dari satu pohon mangrove yang ditanam belasan tahun lalu, kini tumbuh harapan bagi pesisir yang dulu hampir hilang.
----
Tulisan ini merupakan bagian dari program jurnalisme konstruktif Suara Hijau yang didukung oleh IMS (International Media Support)
Baca Juga: PP 27/2025 Dorong Investasi Hijau, Mangrove Jadi Pilar Ekonomi Berkelanjutan
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas