- Pemprov DKI luncurkan operasi modifikasi cuaca untuk cegah banjir Jakarta.
- Anggaran disiapkan 30 hari karena dinilai lebih efisien daripada tangani banjir.
- Operasi dimulai sehari setelah Jakarta dilanda banjir di sejumlah wilayah.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi memulai Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC pada Selasa (13/1/2026). Langkah preventif ini diambil untuk membendung ancaman cuaca ekstrem dan potensi banjir di Ibu Kota, menyusul adanya prediksi peningkatan intensitas hujan dari BMKG.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan upaya proaktif untuk menjamin keamanan warga.
"Saya sudah memerintahkan kepada BPBD untuk melakukan modifikasi cuaca selama lima hari ini, karena memang data BMKG itu kurang lebih hampir sama dengan yang kemarin," ujar Pramono Anung di Jakarta Pusat, Selasa.
Anggaran Disiapkan, Dinilai Lebih Efisien
Pramono menjelaskan, Pemprov DKI telah menyiapkan anggaran yang fleksibel untuk mendukung operasi ini hingga satu bulan ke depan. Menurutnya, intervensi cuaca ini jauh lebih efisien secara ekonomis dibandingkan harus menanggung kerugian akibat terjangan banjir.
"Kami sudah menganggarkan untuk 30 hari ini. Kalaupun harus tiap hari, akan kami lakukan. Karena hitungan kami, dampak banjir lebih besar biayanya dibandingkan melakukan modifikasi cuaca," tegas Pramono.
Operasi ini dipastikan telah berjalan penuh sejak hari ini, dan Pramono mengklaim dampaknya sudah mulai terasa.
"Kalau tidak dilakukan modifikasi cuaca, tidak mungkin hujannya hanya sebentar seperti tadi," tuturnya.
Langkah Preventif Pascabanjir
Baca Juga: Fokus dari Hulu, Kementerian PU Bangun Puluhan Sabo Dam di Aceh
Keputusan untuk menggelar OMC ini diambil setelah Jakarta kembali dilanda banjir pada Senin (12/1/2026), yang merendam puluhan RT dan ruas jalan vital. Menurut keterangan BPBD DKI, OMC tidak dilakukan pada hari itu karena belum adanya rekomendasi resmi dari BMKG.
Kini, dengan rekomendasi yang telah terbit, Pemprov berharap skenario teknologi modifikasi cuaca ini dapat meminimalkan risiko genangan di titik-titik rawan.
"Mudah-mudahan ini akan tertangani secara lebih baik," imbuh Pramono.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun
-
JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka
-
Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan
-
Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz
-
Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Tak Sesuai LHKPN, KPK Buka Suara
-
Benjamin Netanyahu Ultimatum Iran: Berani Serang Kami, Balasan Akan Mengerikan!
-
Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli
-
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah
-
Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD
-
Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya