News / Nasional
Sabtu, 29 November 2025 | 10:02 WIB
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menerima penghargaan dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia dan Rakornas Pengendalian Inflasi di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat, 28 November 2025 malam.
Baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempertahankan predikat TPID berkinerja terbaik tingkat provinsi kawasan Jawa-Bali untuk tahun 2025.
  • Keberhasilan ini dicapai melalui implementasi program REGA TATAS dan strategi pengendalian inflasi "4K" sepanjang tahun.
  • Stabilitas inflasi 2,86% pada Oktober 2025 berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan.

Suara.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berhasil mempertahankan prestasi sebagai Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) berkinerja terbaik tingkat provinsi kawasan Jawa-Bali pada 2025.

Hal itu karena provinsi yang dipimpin oleh Gubernur Ahmad Luthfi tersebut tangguh dalam menjaga laju inflasi di wilayahnya sepanjang 2025.

"Prestasi TPID kita nomor satu," kata Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi saat ditemui usai menerima penghargaan dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia dan Rakornas Pengendalian Inflasi di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat, 28 November 2025 malam.

Sebagai informasi, upaya pengendalian inflasi di Jawa Tengah mengusung program REGA TATAS (Rega tumata, aman, terjangkau, adil, dan stabil). Program tersebut diimplementasikan melalui strategi pengendalian inflasi “4K”, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan komoditas, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Dikatakan Luthfi, sudah sejak 2024 lalu Pemprov Jateng melakukan berbagai upaya dan sinergi untuk pengendalian inflasi. Di antaranya menjaga stabilitas harga, keterjaminan pasokan pangan, serta kelancaran pendistribusian barang. Melalui harga yang stabil di pasar maka daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah kondisi ekonomi saat ini.

Tak ayal, pada tahun itu mengantarkan Provinsi Jawa Tengah sebagai TPID berkinerja terbaik tingkat provinsi kawasan Jawa-Bali pada tahun 2024. Prestasi itu kemudian dipertahankan pada 2025. Hal itu juga tak lepas dari kolaborasi, sinergi, dan inovasi dari seluruh stakeholder terkait, termasuk pemerintah kabupaten/kota.

"Ini menjadikan kita untuk lebih efektif kembali dalam rangka penetrasi harga, khususnya inflasi di wilayah kita," jelasnya.

Adapun pada 2025 ini, kondisi inflasi Jawa Tengah menunjukkan laju yang stabil. Inflasi Oktober 2025 tercatat pada angka 2,86%, artinya masih dalam rentang sasaran 2,5 plus minus 1%. Di sisi lain, realisasi investasi Januari-September 2025 mencapai Rp66, 13 triliun.

Dampak positifnya adalah pertumbuhan ekonomi triwulan III-2025 mencapai 5,37% (yoy), lebih tinggi dari nasional (5,04% yoy). Kemudian angka kemiskinan turun dari 9,58% pada September 2024 menjadi 9,48% pada Maret 2025. Begitu juga dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2025 sebesar 4,66% atau turun 0,12%.

Baca Juga: Jadi Pondasi Ekonomi Daerah, Pemprov Jateng Beri Perhatian Penuh pada UMKM

Upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah provinsi Jawa Tengah tersebut juga sejalan dengan program dari pemerintah pusat.

Presiden RI Prabowo Subianto dalam sambutannya mengatakan, di tengah kondisi politik global yang berdampak pada perekonomian dunia, perkonomian Indonesia masih tumbuh baik.

"Ini adalah sinergi dan kerja sama yang cukup baik di antara pengelola perekonomian kita. Ini membuktikan kepada rakyat, memberikan optimisme kepada kita bahwa Indonesia tangguh dan mandiri, dapat berdiri di kaki sendiri," kata Prabowo.

Load More