- Presiden Prabowo Subianto konsisten menggelar rapat harian, bahkan saat hari libur, menuntut para menteri selalu siaga penuh.
- Rapat penting sering diadakan di kediaman pribadi seperti Kertanegara atau Hambalang, menekankan hasil lebih penting daripada waktu.
- Prabowo menunda rencana mengurangi rapat akhir pekan demi memprioritaskan pembentukan Satgas Darurat Jembatan.
Suara.com - Kalender boleh menunjukkan tanggal merah atau akhir pekan, namun bagi Presiden Prabowo Subianto, tidak ada hari tanpa kerja. Sejak menjabat setahun terakhir, Prabowo secara konsisten menjalankan tradisi menggelar rapat setiap hari, memaksa para menteri di Kabinet Merah Putih untuk selalu siaga penuh.
Pemandangan para menteri dan pejabat tinggi negara hilir mudik di luar hari kerja sudah menjadi hal biasa. Rapat-rapat penting kerap digelar di kediaman pribadi Prabowo, baik di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Hambalang di Bogor, maupun di kediaman Widya Chandra.
Sebuah gaya kepemimpinan yang menegaskan bahwa urusan negara tidak bisa menunggu datangnya hari Senin.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengonfirmasi bahwa bagi Prabowo, substansi dan hasil jauh lebih penting daripada lokasi atau waktu rapat. Tidak ada alasan khusus mengapa rapat seringkali digelar di kediaman pribadi pada akhir pekan.
"Mau di manapun nggak ada masalah. Saya tahu persis bahwa beliau bisa bekerja dari mana saja," kata Pras di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (21/8/2025).
Prasetyo, atau yang akrab disapa Pras, menegaskan bahwa etos kerja Presiden Prabowo tidak mengenal hari libur. Bahkan saat hari libur nasional sekalipun, para pembantu presiden tetap dipanggil untuk bekerja.
"Kami di hari Senin di saat itu adalah tanggal hari yang diliburkan, beberapa menteri dipanggil juga oleh beliau di Hambalang, di Jakarta, dan dari pagi sampai malam hari ya," ungkap Pras.
"Begitulah beliau. Nggak pernah mau ada hari yang kosong gitu," sambungnya, memberikan gambaran jelas tentang ritme kerja sang kepala negara.
Menteri Siap Siaga 24/7
Baca Juga: Prabowo Jawab Desakan Status Bencana Nasional: Kita Monitor Terus, Bantuan Tak Akan Putus
Kebiasaan ini menuntut kesiapan total dari para menteri. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjadi salah satu yang merasakan langsung tradisi ini. Seusai mengikuti rapat terbatas di Kertanegara, Bahlil membenarkan gaya kerja Prabowo yang tak kenal lelah.
"Bapak Presiden Prabowo memiliki tradisi bekerja tanpa mengenal tanggal merah," kata Bahlil.
Ia menegaskan, sebagai pembantu presiden, tidak ada pilihan lain selain selalu siap kapan pun dibutuhkan, lengkap dengan materi yang diperlukan, sekalipun itu di tengah waktu istirahat akhir pekan.
"Sebagai pembantu presiden harus siap setiap saat. Harus siap untuk menyiapkan materi," tegas Bahlil.
Permintaan Maaf dan Alasan yang Mengharukan
Meski menuntut kinerja tinggi dari jajarannya, Prabowo menyadari betul kebiasaannya ini. Dalam pidatonya di Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Jumat (28/11/2025), ia secara terbuka menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf kepada para menterinya.
Berita Terkait
-
Prabowo Angkat Bicara Soal Status Darurat Bencana: Ini Fokus Utama Pemerintah Sekarang!
-
Apa Itu Status Darurat Bencana Nasional? Pengertian, Indikator, dan Prosedurnya
-
Prabowo Bicara Soal Bencana Pulau Sumatera, Singgung Kerusakan Lingkungan dan Pembabatan Hutan
-
Prabowo Jawab Desakan Status Bencana Nasional Banjir Bandang Sumatera
-
Perintah Prabowo: 4 Pesawat TNI AU Kirimkan Bantuan ke Sumbar, Sumut dan Aceh
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Disambut Menhan Sjafrie, Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard di Kemhan
-
Warga Teriak Minta Tolong! 9 Nyawa Lolos dari Maut saat Rumah Dinas TPU Kebon Nanas Terbakar
-
Mimpi Nikah Kandas! Pasutri WO Jaktim Penipu Rp2,6 M Ditahan usai Jerat 58 Pasangan
-
Biadab! Biksu 71 Tahun Pengurus Pohon Suci Budha Lecehkan Gadis 11 Tahun
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Diberikan Gratis bagi Alumni MagangHub di 21 Balai Pelatihan Vokasi
-
Bukan Pembersihan Biasa! Butuh 6 Bulan untuk Bikin Tugu Monas Kembali Kinclong
-
Mendagri Tito Ajak PIKI Ambil Peran Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045
-
Jaga Stabilitas dan Pemerataan Ekonomi, Mendagri Dorong Kepala Daerah se-Sulawesi Perkuat Sinergitas
-
Cek Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kupang, Gus Ipul: Sudah Mendekati 75 Persen
-
Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah se-NTT Bangun Sekolah Rakyat