- Korlantas Polri mematangkan skema lalu lintas darurat Sumatera untuk Nataru 2026 akibat kerusakan infrastruktur pascabencana.
- Kepala Korlantas Polri merumuskan skenario khusus dan kontingensi sebagai antisipasi dampak cuaca ekstrem dan kemacetan.
- Pengamanan Nataru 2026 mencakup jalan tol, jalur arteri, objek wisata, dan titik penyeberangan pelabuhan secara komprehensif.
Suara.com - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai mematangkan skema pengaturan lalu lintas darurat, khususnya di Pulau Sumatera, menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Langkah ini diambil sebagai respons atas rusaknya sejumlah infrastruktur jalan akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi belakangan ini.
Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, mengungkap bahwa persiapan ini menuntut kolaborasi lintas sektor untuk memastikan penanganan di lapangan bisa berjalan efektif saat situasi tak terduga terjadi. Skenario-skenario khusus tengah dirumuskan untuk mengantisipasi potensi kemacetan parah.
"Langkah-langkah ini harus kita persiapkan secara kolaborasi untuk bisa bagaimana cara bertindak update pada saat itu tapi skenarionya itu sudah kita rumuskan," kata Agus di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, DIY, Minggu (30/11/2025).
Menurut Agus, penyusunan skenario ini menjadi bagian krusial dari persiapan pengamanan periode Nataru 2026.
Fokus utamanya adalah mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi yang dapat melumpuhkan jalur transportasi vital. Rencana kontigensi pun disiapkan sebagai jaring pengaman.
"Tentunya nanti langkah-langkah ketika terjadi bencana, ketika terjadi banjir, itu ada langkah-langkah kontingensi cara bertindak yang sudah kita lakukan," sebutnya.
Pihak kepolisian memprediksi bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi besar melanda berbagai wilayah Indonesia selama periode Desember 2025 hingga Januari 2026 mendatang. Faktor cuaca ini menjadi pertimbangan utama dalam merancang strategi di lapangan.
"Termasuk juga cara bertindak kontingensi, karena di bulan Desember-Januari itu ekstrem cuacanya," imbuh Agus.
Lebih lanjut, Agus menuturkan bahwa lingkup pengamanan masa angkutan Nataru akan sangat komprehensif, mencakup pengawasan di jalan tol hingga rest area.
Baca Juga: Polri Prediksi 2,9 Juta Kendaraan Keluar Jakarta Saat Libur Nataru, Rekayasa Lalin Disiapkan
Perhatian khusus juga akan diberikan pada potensi lonjakan arus lalu lintas di jalur-jalur arteri, baik yang berstatus jalan provinsi maupun kabupaten.
Selain itu, pengawasan ketat juga akan diberlakukan di sejumlah jalur alternatif yang kerap menjadi pilihan pemudik serta rute-rute yang mengarah ke objek-objek wisata favorit.
"Dan tempat-tempat ibadah, termasuk juga tempat-tempat penyeberangan pelabuhan," tuturnya.
Sebagai bagian dari persiapan, Korlantas Polri mengklaim telah melakukan survei langsung untuk memetakan kondisi ruas jalan dari Jakarta hingga Jawa Tengah serta Daerah Istimewa Yogyakarta.
Saat ini, proses identifikasi titik-titik rawan yang berpotensi menjadi pusat kemacetan pada periode puncak libur akhir tahun terus dilakukan.
Berita Terkait
-
Polri Prediksi 2,9 Juta Kendaraan Keluar Jakarta Saat Libur Nataru, Rekayasa Lalin Disiapkan
-
5 Rekomendasi Destinasi Wisata Cocok untuk Liburan Nataru, Klik di Sini!
-
Cocok untuk Libur Nataru, Ini 5 Destinasi Wisata Ramah Mobil Bandung Lengkap dengan Link Google Maps
-
Korlantas Polri Gelar Operasi Zebra 2025 dari 17 November, Ini Tujuan Utamanya
-
Revolusi Digital Korlantas: Urus SIM, STNK, BPKB Kini Full Online dan Transparan, Pungli Lenyap
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
Terkini
-
Terpengaruh Film Porno! Dua Pelajar Ditangkap Usai Begal Payudara Siswi SMP di Kembangan
-
Bukan Sekadar Genangan, Listrik Jadi Pembunuh Senyap Saat Banjir Jakarta
-
Insiden Mobil Patwal Senggol Warga di Tol Tomang, Kakorlantas: Sudah Ditangani!
-
Tito Karnavian Tegaskan Lumpur Banjir Sumatra Tak Dijual ke Swasta: Akan Dipakai Buat Tanggul
-
WALHI Sebut Negara Gagal Lindungi Rakyat dan Ruang Hidup Korban Bencana
-
Demo di Depan Kedubes AS, Ratusan Ojol Tagih Janji Perpres ke Presiden Prabowo
-
Mentan Amran Minta Tambahan Anggaran Rp5,1 Triliun Pulihkan Lahan Pertanian Teremdam Banjir Sumatra
-
Interupsi di Sidang Paripurna DPD RI, Senator Paul Finsen: Orang Papua Butuh Sekolah dan RS
-
Transjakarta Minta Maaf atas Insiden Penumpang Tunanetra Jatuh, Janji Perketat SOP dan Pendampingan
-
Titiek Soeharto 'Warning' 3 Kementerian soal Dampak Banjir Sumatera