News / Nasional
Minggu, 30 November 2025 | 16:44 WIB
Korlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho. (Suara.com/Hiskia)
Baca 10 detik
  • Korlantas Polri mematangkan skema lalu lintas darurat Sumatera untuk Nataru 2026 akibat kerusakan infrastruktur pascabencana.
  • Kepala Korlantas Polri merumuskan skenario khusus dan kontingensi sebagai antisipasi dampak cuaca ekstrem dan kemacetan.
  • Pengamanan Nataru 2026 mencakup jalan tol, jalur arteri, objek wisata, dan titik penyeberangan pelabuhan secara komprehensif.

Suara.com - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai mematangkan skema pengaturan lalu lintas darurat, khususnya di Pulau Sumatera, menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Langkah ini diambil sebagai respons atas rusaknya sejumlah infrastruktur jalan akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi belakangan ini.

Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, mengungkap bahwa persiapan ini menuntut kolaborasi lintas sektor untuk memastikan penanganan di lapangan bisa berjalan efektif saat situasi tak terduga terjadi. Skenario-skenario khusus tengah dirumuskan untuk mengantisipasi potensi kemacetan parah.

"Langkah-langkah ini harus kita persiapkan secara kolaborasi untuk bisa bagaimana cara bertindak update pada saat itu tapi skenarionya itu sudah kita rumuskan," kata Agus di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, DIY, Minggu (30/11/2025).

Menurut Agus, penyusunan skenario ini menjadi bagian krusial dari persiapan pengamanan periode Nataru 2026.

Fokus utamanya adalah mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi yang dapat melumpuhkan jalur transportasi vital. Rencana kontigensi pun disiapkan sebagai jaring pengaman.

"Tentunya nanti langkah-langkah ketika terjadi bencana, ketika terjadi banjir, itu ada langkah-langkah kontingensi cara bertindak yang sudah kita lakukan," sebutnya.

Pihak kepolisian memprediksi bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi besar melanda berbagai wilayah Indonesia selama periode Desember 2025 hingga Januari 2026 mendatang. Faktor cuaca ini menjadi pertimbangan utama dalam merancang strategi di lapangan.

"Termasuk juga cara bertindak kontingensi, karena di bulan Desember-Januari itu ekstrem cuacanya," imbuh Agus.

Lebih lanjut, Agus menuturkan bahwa lingkup pengamanan masa angkutan Nataru akan sangat komprehensif, mencakup pengawasan di jalan tol hingga rest area.

Baca Juga: Polri Prediksi 2,9 Juta Kendaraan Keluar Jakarta Saat Libur Nataru, Rekayasa Lalin Disiapkan

Perhatian khusus juga akan diberikan pada potensi lonjakan arus lalu lintas di jalur-jalur arteri, baik yang berstatus jalan provinsi maupun kabupaten.

Selain itu, pengawasan ketat juga akan diberlakukan di sejumlah jalur alternatif yang kerap menjadi pilihan pemudik serta rute-rute yang mengarah ke objek-objek wisata favorit.

"Dan tempat-tempat ibadah, termasuk juga tempat-tempat penyeberangan pelabuhan," tuturnya.

Sebagai bagian dari persiapan, Korlantas Polri mengklaim telah melakukan survei langsung untuk memetakan kondisi ruas jalan dari Jakarta hingga Jawa Tengah serta Daerah Istimewa Yogyakarta.

Saat ini, proses identifikasi titik-titik rawan yang berpotensi menjadi pusat kemacetan pada periode puncak libur akhir tahun terus dilakukan.

Load More