- Pekerja informal menghadapi risiko kerja lebih tinggi, namun baru 11% yang terlindungi BPJS Ketenagakerjaan.
- Program JKK dan JKM memberikan perlindungan penting, mulai dari biaya pengobatan tanpa batas hingga santunan kematian dan beasiswa anak.
- Pendaftaran kini semakin mudah melalui desa/kelurahan, agen resmi, kantor BPJS Ketenagakerjaan, hingga platform digital, sehingga perlindungan jaminan sosial makin terjangkau bagi semua.
Suara.com - Di sebuah gang sempit di Jakarta Timur, suara mesin motor Maya, seorang kurir paket berusia 29 tahun, mengisi udara yang masih lembap oleh hujan semalam. Ia tahu hari itu akan panjang: lebih dari 90 paket harus diantar, dan sebagian besar berada di jalanan menanjak yang licin.
Maya sudah hafal ritme pekerjaannya. Tak ada gaji bulanan, tak ada tunjangan, tak ada jam kerja pasti. Hanya ada pendapatan harian yang tergantung pada jumlah paket yang ia kirim.
Tetapi, seperti 59,17% pekerja Indonesia yang menggantungkan hidup di sektor informal, ia tahu inilah yang bisa ia lakukan untuk bertahan.
Sampai Suatu Hari, Nasib Berubah dalam Sekejap
Menjelang siang, saat mencoba menghindari mobil yang tiba-tiba membuka pintu, Maya kehilangan kendali. Motornya tergelincir, tubuhnya terhempas ke aspal, dan tulang kakinya mengeluarkan suara yang tak akan ia lupakan.
"Sakitnya… sampai kepala rasanya hilang arah," kenang Maya.
Sepulangnya ke rumah, tetangga dan rekan sesama kurir datang membantu. Ia segera dihadapkan pada dua pilihan yang membingungkan: Pergi ke tukang urut karena murah, atau langsung ke dokter ortopedi yang biayanya bisa mencapai jutaan rupiah, jumlah yang ia tentu tak punya.
Di kampungnya, cerita tentang orang patah tulang yang sembuh usai 'diurut' memang sering didengar. Cepat, murah, dan tanpa antre. Tapi Maya tahu, tulang yang patah tidak boleh dipaksakan atau dipijit. Ia ingat pesan kakaknya: “Kalau kamu kerja di jalan, pastikan punya BPJS Ketenagakerjaan. Kecelakaan kerja itu bukan soal kalau, tapi kapan.”
Dan itulah yang menyelamatkannya hari itu.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Butuh Dukungan Banyak Pihak untuk Mencegah Terjadinya Fraud JKN
Masih Banyak yang Belum Terlindungi
Maya adalah bagian kecil dari hanya 11% pekerja informal Indonesia yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, angka yang sangat timpang dibanding sektor formal yang cakupannya mencapai 55%.
Padahal, menurut BPJS Ketenagakerjaan, pekerja informal, termasuk kurir, pedagang kaki lima, ojek mandiri, petani, nelayan, hingga UMKM mikro, adalah kelompok yang justru paling rentan kecelakaan kerja.
Deputi Direktur Bidang Kepesertaan Program Khusus BPJS Ketenagakerjaan, I Putu Wiradana, dalam sebuah konferensi pera pernah menegaskan bahwa, “Seluruh pekerja tanpa terkecuali berhak atas perlindungan risiko kerja. Justru pekerja informal-lah yang risikonya paling tinggi dan harus lebih dulu terlindungi.”
Itu sebabnya, lanjut Putu, BPJS Ketenagakerjaan senantiasa melakukan kolaborasi dan kerja sama dengan seluruh stakeholders agar segmen tersebut, terutama pekerja dari sektor pedagang dan UMKM, bisa mendapat perlindungan.
Dan Maya merasakan sendiri kebenarannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan