- Pekerja informal menghadapi risiko kerja lebih tinggi, namun baru 11% yang terlindungi BPJS Ketenagakerjaan.
- Program JKK dan JKM memberikan perlindungan penting, mulai dari biaya pengobatan tanpa batas hingga santunan kematian dan beasiswa anak.
- Pendaftaran kini semakin mudah melalui desa/kelurahan, agen resmi, kantor BPJS Ketenagakerjaan, hingga platform digital, sehingga perlindungan jaminan sosial makin terjangkau bagi semua.
Dengan statusnya sebagai peserta Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), ia akhirnya bisa dibawa ke rumah sakit dan mendapat perawatan tanpa batas plafon biaya—mulai dari IGD, rontgen, operasi fiksasi tulang, hingga obat-obatan.
Semua ditanggung BPJS Ketenagakerjaan 100%.
Tanpa iuran bulanan yang besar, mulai dari Rp16.800 per bulan untuk pekerja informal, Maya mendapatkan perlindungan yang tak pernah ia bayangkan.
Bukan Hanya Biaya Medis , Ada Santunan dan Pemulihan
Selain biaya perawatan tanpa batas, pekerja informal yang terlindungi JKK juga berhak atas:
- Santunan kehilangan upah jika tidak bisa bekerja sementara
- Rehabilitasi bila memerlukan alat bantu atau terapi
- Beasiswa pendidikan hingga Rp174 juta bagi anak jika peserta meninggal dunia atau cacat total tetap
- Santunan kematian non-kecelakaan melalui program JKM
Semua manfaat ini sering tidak diketahui pekerja informal. Banyak yang mengira layanan BPJS hanya untuk pekerja kantoran.
Padahal tidak.
Maya adalah bukti bahwa perlindungan ini terbuka untuk seluruh warga yang bekerja, meskipun pendapatannya tidak tetap.
Gaya Hidup Sehat Masih Jadi PR Besar
Baca Juga: BPJS Kesehatan Butuh Dukungan Banyak Pihak untuk Mencegah Terjadinya Fraud JKN
Dari catatan BPJS Ketenagakerjaan, banyak kasus kecelakaan pekerja informal terjadi bukan hanya karena kondisi kerja berisiko, tetapi juga pola hidup yang kurang sehat: tidak cukup istirahat, makan ala kadarnya, dan memaksakan diri bekerja saat tubuh tidak fit.
Kombinasi bekerja di lapangan dan gaya hidup seperti ini membuat risiko kecelakaan atau penyakit semakin tinggi.
Maya pun mengakui hal serupa.
“Sebelum jatuh, saya cuma sarapan kopi. Pengiriman banyak, jadi saya buru-buru. Kalau dipikir sekarang, tubuh saya memang lelah sekali waktu itu,” katanya.
Kecelakaan hari itu mengubah cara pandang Maya: tentang bekerja aman, menjaga kesehatan, dan pentingnya jaminan sosial.
Jumlah Peserta BPJS Ketenagakerjaan yang Terus Tumbuh
Pada 2023, jumlah peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan naik 15,89% menjadi 41,46 juta orang.
Pada 2024, lembaga ini menargetkan 53,86 juta peserta aktif.
Salah satu fokus utama BPJS Ketenagakerjaan adalah memperluas perlindungan untuk pekerja informal, pekerja mandiri, dan pelaku UMKM, kelompok yang selama ini sulit dijangkau.
Bagaimana Pekerja Informal Bisa Mendaftar?
Tanpa perlu menjadi pegawai kantor, ada beberapa cara resmi dan mudah untuk mendaftar BPJS Ketenagakerjaan:
1. Daftar melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO)
- Unduh aplikasi JMO
- Pilih “Pendaftaran Peserta Baru”
- Isi data diri
- Pilih program yang ingin diikuti (JKK dan/atau JKM)
- Bayar iuran sesuai kelas pekerja
2. Mendaftar melalui kanal digital mitra resmi
BPJS Ketenagakerjaan bekerja sama dengan berbagai platform untuk mempermudah pekerja informal mendaftar dan membayar iuran secara online.
Salah satunya adalah marketplace besar nasional yang menyediakan fitur pendaftaran dan pembayaran iuran.
Pekerja cukup memilih jenis kepesertaan, melakukan pembayaran, lalu mengisi e-form yang dikirimkan melalui email.
3. Datang langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat
Petugas akan membantu proses pendaftaran, penjelasan manfaat, hingga pembayaran pertama.
4. Melalui agen “Perisai”
Perisai adalah Penggerak Jaminan Sosial Indonesia, agen resmi yang ditugaskan mendampingi pekerja informal dan UMKM untuk mendaftar dan membayar iuran secara rutin.
Dengan banyaknya jalur pendaftaran, tidak ada alasan lagi bagi pekerja informal untuk tetap bekerja tanpa perlindungan.
Maya, dan Kenyataan Baru yang Ia Syukuri
Kaki Maya kini sudah pulih. Ia tidak lagi takut menempuh rute panjang setiap hari. Ia pun mulai rutin stretching, makan lebih teratur, dan tidak memaksakan diri ketika tubuhnya lelah.
Yang lebih penting, ia mulai mengajak teman-teman sesama kurir untuk mendaftar BPJS Ketenagakerjaan.
“Aku sudah merasakannya sendiri,” ujarnya.
“Tanpa perlindungan, hidup kita bisa hancur hanya dalam satu detik. Tapi dengan BPJS Ketenagakerjaan, kita punya kesempatan untuk bangkit,” katanya dengan sadar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Terancam Sanksi FIFA, Argentina Diinvestigasi usai Selebrasi Kontroversi
-
5 Zodiak dengan Horoskop Terbaik 19 Juli 2026, Siap-siap Cuan Besar
-
Warga Diminta Waspada! Dinamika Atmosfer Picu Hujan Lebat dan Petir di Sejumlah Kota
-
Tentara Israel Larang Azan Subuh di Betlehem, Usir Paksa Jemaah Masjid Desa Husan
-
Donald Trump Siap Serahkan Trofi Juara di Final Piala Dunia 2026
-
Skandal Investasi? Pejabat AS Raup Untung Fantastis dari IPO SpaceX
-
Review Series A Good Girl's Guide to Murder, Misteri Hilangnya Siswi Populer
-
17 Kode Redeem FF Aktif 19 Juli 2026: Kesempatan Klaim Hadiah Kolaborasi Blue Lock
-
Spanyol Siapkan Senjata Taktik Fleksibel demi Tumbangkan Argentina di Final Piala Dunia 2026
-
Saling Balas 10 Gol, Segini Uang yang Diraih Inggris Setelah Kalahkan Prancis!