News / Nasional
Minggu, 30 November 2025 | 22:15 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). [Antara]
Baca 10 detik
  • Menko AHY fokus utama evakuasi korban terisolasi akibat banjir bandang Sumatra yang disebabkan siklon tropis.
  • Pemerintah kerahkan alat berat, maksimalkan bandara, dan distribusikan logistik penting di daerah terdampak parah.
  • Sebanyak 28 helikopter dikerahkan hingga 30 November 2025 untuk distribusi dan evakuasi di tiga provinsi.

Suara.com - Pemerintah bergerak cepat mengerahkan seluruh kekuatan untuk mengatasi bencana banjir bandang dahsyat yang melumpuhkan sebagian wilayah Sumatra. Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan fokus utama saat ini adalah perang melawan waktu untuk menyelamatkan korban jiwa.

AHY menyebut prioritas tertinggi adalah mengevakuasi warga yang terisolasi akibat putusnya akses transportasi dan logistik. Pemerintah juga berupaya keras memastikan ketersediaan bahan pangan, komunikasi, BBM, hingga listrik di daerah-daerah yang paling parah terdampak.

Untuk mempercepat penanganan, AHY telah memerintahkan jajaran kementerian di bawahnya untuk bergerak serentak, mulai dari pengerahan alat berat hingga memaksimalkan operasional bandara untuk distribusi bantuan.

"Dari sisi infrastruktur, saya terus mendorong @kementerianpu untuk segera mengerahkan alat berat membuka akses jalan yang terputus. Saya juga berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan @kemenhub151 untuk memastikan operasional bandara, helikopter, dan armada udara, dengan dukungan TNI–Polri, guna dropping logistik dan bantuan medis," kata AHY melalui akun Instagram resminya, Minggu (30/11/2025).

Meski begitu, AHY mengakui tantangan yang dihadapi di lapangan sangat berat. Keterbatasan BBM untuk genset dan kendaraan logistik, kerusakan jaringan listrik vital, hingga daya angkut helikopter yang terbatas membuat distribusi bantuan menjadi pertaruhan yang kompleks.

"Namun insya Allah, pemerintah akan terus bekerja keras, mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, agar bantuan, perbaikan infrastruktur vital, serta pemulihan layanan dasar dapat segera menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan," tegas AHY.

Pagi ini, AHY bertolak langsung ke Medan, Sumatra Utara, untuk memimpin rapat koordinasi darurat bersama BMKG, BNPB, dan jajaran terkait. Dalam rapat tersebut, terungkap penyebab bencana ini bukanlah fenomena biasa.

"Dari penjelasan Kepala BMKG dan BNPB, saya mendapatkan informasi bahwa bencana akibat tropical cyclone ini sangat tidak lazim terjadi di Indonesia (terakhir 25 tahun lalu) dan dampaknya melumpuhkan aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah, mulai dari Aceh, Sumatera Utara (Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal), hingga Sumatera Barat," ungkap AHY.

Secara terpisah, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya melaporkan bahwa pemerintah telah mengerahkan kekuatan udara secara masif.

Baca Juga: Lawan Waktu Selamatkan Korban Banjir Sumatra, AHY Kerahkan Armada Helikopter hingga Modifikasi Cuaca

Hingga 30 November 2025, total 28 helikopter telah dikirim ke titik-titik bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

"28 helikopter gabungan ini berasal dari TNI Angkatan Udara, Darat dan Laut, kepolisian, BNPB, dan Basarnas yang dikerahkan pemerintah untuk melakukan distribusi bantuan dan juga evakuasi korban bencana," tulis Teddy dalam unggahan di akun Instagram @sekretariat.kabinet.

Selain pengerahan armada, upaya modifikasi cuaca juga gencar dilakukan selama tiga hari terakhir untuk mengurangi intensitas hujan.

"Sehingga evakuasi dan pengiriman bantuan logistik dari udara dapat dilakukan dengan cepat," kata Teddy.

Ia memastikan pemerintah akan terus mengawal agar seluruh upaya penanganan berjalan efektif dan cepat.

"Mulai dari evakuasi, pengiriman bantuan logistik, hingga pemulihan akses," pungkas Teddy.

Load More