- KPK menanggapi laporan dugaan penggelapan aset sitaan Rp 600 miliar terkait kasus suap eks Sekretaris MA Hasbi Hasan.
- Juru Bicara KPK menduga pelapor justru memalsukan dokumen berita acara penyitaan aset oleh penyidik lembaga antirasuah.
- Linda Susanti meminta pengembalian aset sitaan; kuasa hukumnya mengancam laporan polisi jika tidak ada respons KPK.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak ambil pusing penyidiknya dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait dugaan penggelapan barang sitaan berupa aset senilai Rp 600 miliar.
Aset tersebut berkaitan dengan perkara suap pengurusan perkara dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Hasbi Hasan.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan pihaknya justru siap untuk mengungkapkan bahwa ada pihak lain yang memalsukan dokumen berita acara penyitaan.
“Jika memang ada pelaporan di kepolisian, justru ini menjadi kesempatan kami untuk menjelaskan duduk persoalannya secara lengkap. Termasuk dugaan tindakan pemalsuan dokumen berita acara sita oleh pihak-pihak tersebut,” kata Budi kepada wartawan, Senin (1/12/2025).
Budi menjelaskan penyidik KPK pasti menuangkan barang yang disita dalam berita acara. Untuk itu, dia menduga ada pihak yang memalsukan berita acara penyitaan.
“Namun oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab tersebut dipalsukan, diubah dengan ditulis penyitaan terhadap dokumen safe deposit box. Padahal tidak ada penyitaan atas dokumen safe deposit box,” tegas Budi.
“Dimana dalam penyitaan yang dilakukan oleh penyidik KPK dan dituangkan dalam berita acara adalah penyitaan atas dokumen,” tambah dia.
Lebih lanjut, Budi menegaskan bahwa lembaga antirasuah sudah memiliki informasi terkait dugaan pemalsuan dokumen ini. Menurut dia, hal ini harus jadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mudah tertipu dengan dokumen palsu.
“KPK mengimbau agar masyarakat selalu waspada dengan berbagai modus penipuan seperti ini,” tandas Budu.
Baca Juga: Senyum Sumringah Ira Puspadewi Usai Bebas dari Rutan KPK
Linda Susanti diketahui meminta KPK mengembalikan asetnya yang disita penyidik saat dia menjadi saksi kasus suap penanganan perkara dan pencucian uang Hasbi Hasan.
Linda mengaku asetnya itu berupa emas, uang dengan pecahan dolar Singapura hingga sertifikat tanah dan dokumen penting.
Deolipa Yumara selaku kuasa hukum Linda menyebut aset yang disita KPK tak ada kaitannya dengan kasus Hasbi Hasan. Dia juga mengaku sudah tiga kali bersurat secara resmi.
“Jadi kami berharap KPK mengantensi ini mengingat kepentingan pribadi dan Ibu Linda dan keluarganya. Dimana aset tersebut adalah milik mereka dan akan dipakai untuk kepentingan keluarga,” tegas Deolipa.
“Dan kalau enggak ada respons juga, ini kita mungkin menduga ada penggelapan di dalam sini terhadap aset ibu ini, kan. Jadi bisa kami laporkan kepada pihak kepolisian, ke Mabes Polri kalau ada dugaan penggelapan,” tandas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
Terkini
-
Gaji Tak Cukup, Kebutuhan Hidup Menumpuk: Guru Honorer Nekat Rangkap Jabatan Meski Dilarang Aturan
-
Memanas! Presiden Kuba Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei, Sebut AS-Israel Langgar Hukum Internasional
-
Konflik AS-Israel dan Iran Memanas, Pemprov DKI Jamin Stok Pangan Jakarta Aman Jelang Lebaran
-
Golkar Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Sebut Sebagai Tragedi Kemanusiaan di Bulan Ramadan
-
Istana Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Wafatnya Wakil Presiden Ke-6 RI Try Sutrisno
-
Bandar Narkoba Setor Rp1,8 M ke AKP Malaungi Diburu! Polisi Beberkan Ciri Fisik Hamid alias Boy
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Kapolri: Stabilitas Keamanan Kunci Jaga Ekonomi di Tengah Konflik ASIsrael dan Iran!
-
Gubernur NTB Koordinasi dengan Dubes Timur Tengah Pastikan Keselamatan Warga
-
Profil Ayatollah Alireza Arafi, Pemimpin Tertinggi Iran Pengganti Ali Khamenei