- IDAI menekankan penanganan kesehatan anak holistik pascabencana.
- IDAI menyerukan penanganan kesehatan mental anak sama pentingnya dengan kesehatan fisik saat darurat bencana.
- Fokus penanganan gizi bencana IDAI adalah mendukung pemberian ASI eksklusif karena keterbatasan sanitasi.
Suara.com - Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menggelar media briefing bertajuk “Tanggap Darurat Bencana” pada Senin, 1 Desember 2025. Dalam pertemuan yang juga mendengarkan laporan langsung dari wilayah terdampak, IDAI menyerukan pentingnya penanganan kesehatan anak secara menyeluruh, mulai dari kesehatan fisik, mental, hingga pemenuhan nutrisi bayi.
Ketua Satgas Penanggulangan Bencana IDAI, Dr. Kurniawan Taufiq Kadafi, M.Biomed, Sp.A, Subsp.E.T.I.A(K), menegaskan bahwa penanganan anak dalam situasi darurat tidak boleh hanya berfokus pada aspek fisik. Menurutnya, kesehatan mental sering kali terabaikan padahal sama pentingnya.
“Mungkin sebagai dokter anak tidak boleh melupakan masalah fisik. Namun, kesehatan mental ini menjadi isu yang tidak boleh terlupakan,” ujar Dr. Kurniawan.
Ia mengingatkan para relawan dan tenaga medis agar memandang anak sebagai satu kesatuan utuh. Dalam situasi bencana, aspek tumbuh kembang, pendidikan, hingga identitas anak tetap harus menjadi perhatian.
Dr. Kurniawan mencontohkan pengalamannya saat merespons erupsi Gunung Semeru, ketika sekolah rusak berat dan banyak anak kehilangan dokumen penting seperti akta dan kartu keluarga.
Selain itu, kondisi posko pengungsian yang serba terbatas dapat meningkatkan stres pada orang tua dan berdampak pada anak.
“Jika terlalu lama berada di camp atau posko, paparan kekerasan dari orang tua terhadap anak bisa meningkat dan ini harus menjadi perhatian,” tambahnya.
Salah satu fokus utama IDAI dalam penanganan bencana kali ini adalah manajemen pemberian makan bayi dan anak (PMBA), terutama tentang pemberian ASI dan susu formula.
Dr. Kurniawan menekankan bahwa menyusui di lokasi bencana jauh lebih aman karena keterbatasan sarana kebersihan. Karena itu, stakeholder wajib menyediakan ruang yang nyaman dan privat bagi ibu menyusui agar proses laktasi bisa terus berlanjut.
Baca Juga: Mengapa Regulasi, Ahli Gizi, dan Hak Anak Penting Untuk Memperkuat MBG?
IDAI juga menyoroti pentingnya akses air bersih dan pembatasan penggunaan susu formula, dot, atau botol jika tidak benar-benar diperlukan. Penggunaan susu formula tanpa pasokan air bersih yang memadai meningkatkan risiko diare pada bayi.
“Prioritasnya adalah mendukung ibu agar tetap bisa menyusui, mengurangi kebutuhan susu formula, serta memastikan bayi yang tidak disusui mendapatkan akses ASI donor,” jelasnya.
IDAI menegaskan komitmennya memberikan bantuan praktis berupa pendampingan menyusui, termasuk relaksasi bagi bayi yang sempat berhenti menyusu agar bisa kembali menyusu secara optimal.
“Menyusu itu jauh lebih penting mengingat keterbatasan sarana di lokasi bencana,” tutup Dr. Kurniawan.
Reporter: Safelia Putri
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
3 HP Android dengan Fitur Dynamic Island ala iPhone, Mulai Rp2 Jutaan
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai hingga Daging Ayam Turun, Daging Sapi dan Minyak Kemasan Melonjak
-
Sindiran Menohok Lionel Messi untuk Haters: Ada yang Sedih Argentina ke Final Piala Dunia 2026
-
Sopir Main HP, Truk Molen Terjepit di Jembatan Matraman Sampai Ban Harus Dikempiskan
-
Chemical atau Physical? Ini Jenis Sunscreen Terbaik untuk Anak Menurut Dokter
-
Lionel Messi Bantah Argentina 'Anak Emas' FIFA: Kami ke Final karena Kerja Keras
-
Menembus Pelosok Desa, Kiprah Mantri BRI Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan
-
Menapaki Jalan Berlumpur hingga Pelosok Desa, Mantri BRI Menjadi Penggerak Ekonomi Rakyat
-
5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
-
6 Cara Mencuci Sepatu Suede yang Benar, agar Tidak Kusam dan "Botak"